Mimpi dari Negeri Rempah – Ekspedisi Kapsul Waktu

13

Awan tebal terlihat menggulung puncak Gamalama ketika pesawat yang ditumpangi tim Ekspedisi Kapsul Waktu mulai menurunkan ketinggiannya. Tanggal dua belas bulan dua belas, tim akhirnya sampai di provinsi ke-31 : Maluku Utara.

Langit membiru dan panas menyengat terasa ketika tim berhasil mendarat bersama pesawat jet kecil di Bandara Sultan Babullah. Bandara nampak sedang berbenah. Gedung yang lama sudah ditinggalkan dan diganti gedung bandara baru modern disebelahnya. Walaupun semen dari pasir masih berserakan ketika kami melewati garbarata menuju gerbang kedatangan.

Benteng Toluko
Benteng Toluko

Sebelum menuju tempat acara seremonial ekspedisi kapsul waktu di Taman Nukila — tempat favorit pinggir pantai warga ternate menikmati sore hari —  tim sempat menuju Benteng Tolukko. Benteng peninggalan zaman portugis dahulu saat memperebutkan rempah bersama bangsa eropa lain ini  masih berdiri kokoh di kota Ternate.

Benteng ini terlihat sangat kokoh. Terlihat campuran batu kali, batu karang, yang direkat dengan pasir untuk membentuk benteng ini. Dari benteng Tolukko terlihat masjid kebanggan kota Ternate, Masjid Raya Al Munawar yang dilatar belakangi gunung Tidore yang berbentuk hampir segitiga sempurna. Gunung yang bisa dilihat di uang kertas seribu rupiah versi terdahulu.

ekspedisi kapsul waktu
Pemandangan gunung gamalama dari taman nukila

Di sekitar Masjid Al Munawar terlihat geliat warga yang sedang menikmati minggu sorenya. Karena  letaknya yang persis di pinggir laut, banyak anak-anak yang sedang bermain dengan berlari dan melompat ke laut sambil tertawa-tawa.

Masih dengan baju basah, mereka langsung menemui penjaja baso tusuk yang sausnya lebih merah dari gincu. Beberapa penyelem lengkap dengan peralatannya nampak sudah selesai melakukan penyelaman dan bersiap pulang. Bahkan sampai ada kompetisi tinju amatir di depan masjid. Masjid jadi pusat aktivitas. Namun, semuanya langsung terhenti ketika adzan maghrib berkumandang.

ekspedisi kapsul waktu
Masid ternate sore hari

Hari makin gelap, jalan raya di depan masjid hingga taman nukila ditutup. Untuk sebuah panggung pesta rakyat Ternate menyambut tim ekspedisi kapsul waktu yang menyimpan harapan-harapan mereka 70 tahun mendatang.

Beragam hiburan berhasil menyedot perhatian penonton di panggung kapsul waktu ternate di taman nukila. Hiburan utamanya adalah tarian tradisonal, puisi, nyanyian tradisional, serta parodi yang sebagian besar diisi oleh para mahasiswa IAIN ternate dan UNKHAIR ternate.

Ternate
Ternate

Tarian soya soya sisi dan tarian tide-tide berhasil membuat kami ikut bergoyang dengan irama melayu yang kental. Puisi-puisi tentang Indonesia yang dibawakan mahasiswa dengan penuh penghayatan membuat para hadirin diam sejenak dan merenung.

Malam sudah menunjukan jam 10 malam, namun penonton malah semakin ramai.

“Memang jam 10 malam baru pada keluar orang-orang ternate, apalagi ini malam minggu,” kata salah satu panitia lokal.

ekspedisi kapsul waktu
Meleleh aku dibacain puisimu mb :”)

Persembahan terakhir adalah parodi dari FKIP jurusan bahasa indonesia. Mereka menceritakan tentang siapa saja yang pantas menyebut dirinya orang Indonesia. Tentang bagaimana seharusnya kita mengisi kemerdekaan ini. Malam itu pun ditutup dengan nyanyian dari Sabang sampai Merauke.

Oh iya, saya sempat bertemu dengan mb artis instagram @devanosa. Backpacker sejati, ex admin instagram @catatanbackpacker. Single, 20-something, pemberani, dan rajin menabung. Mungkin ada berminat. #bantutemen

devanosa instagram
Haee mb.

***

Matahari belum begitu tinggi namun taman nukila sudah dikerubungi warga yang akan ikut gerak jalan sehat bersama tim ekspedisi kapsul waktu. Di provinsi ke 31 ini, tim kedatangan tamu terhormat yang mempunyai mobil dengan nomor polisi RI 31 : Menteri tenaga kerja republik Indonesia!

ekspedisi kapsul waktu

Gerak jalan imulai dari taman nukila, melewati pasar, car free day, dan tentunya selalu ditemani pemandangan gunung gamalama yang memesona. Gerak jalan mengitari kota ternate ini kabarnya “dua kilometer” saja. Namun sudah setengah jam lebih berjalan agak cepat, kami tak sampai-sampai ke garis finish.

“Dua kilo-nya orang ternate ya begini,” kata ketua pantia pelaksana daerah ekspedisi kapsul waktu sambil tertawa.

Setelah peluh bercucuran dan kembali ke garis finish, maka dimulailah prosesi untuk memasukuan tujuh buah mimpi Maluku utara ke dalam kapsul. Namun sebelum itu, selain berebut untuk mengambil bubur kacang hijau dan cokelat panas yang disediakan panitia, warga juga berebut untuk berfoto bersama Menteri Tenaga kerja Hanif Dhakiri.

ekspedisi kapsul waktu
Masjid kesultanan ternate

Tujuh buah mimpi pun dibacakan oleh tujuh orang anak sekolah dasar di Ternate ini. Mereka membaca dengan lantang mimpi-mimpi itu dengan mimik serius. Salah satu mimpi mereka adalah mengembalikan Ternate menjadi pusat rempah-rempah dunia seperti zaman dahulu kala. Mungkin mereka sadar, mimpi-mimpi ini adalah tanggung jawab mereka untuk memecahnya jadi kepingan pekerjaan nyata, yang satu persatu akan diselesaikan. Sehingga pada 2085 nanti, mereka bisa tersenyum bersama anak, cucu, dan cicit kita.

Pesawat C212 milik TNI angkatan udara pun sudah menunggu untuk mengangkut kapsul waktu besarta menuju provinsi selanjutnya : Maluku.

Ambon manise!

ekspedisi kapsul waktu
Best flight ever.

 

13 COMMENTS

  1. kayaknya celengan travelling yudi harus digedein nih bang.. ke maluku Utara kan biayanya nggak sedikit.. tai.. dia cantik :((

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')