“Gue taunya Jeju Island ya museum sex,” kata mba Kadek, kawan perjalanan saya waktu ke berkunjung ke Korea Selatan beberapa waktu lalu. Nampaknya kami tak lagi peduli destinasi lain yang di UNESCO geopark ini ketika mba Kadek berkata “museum sex”.
Kawan saya yang lain, mas cumi, dengan seenaknya dan sekuat tenaga memaksa guide kami Eoniee Kim untuk melakukan apapun, termasuk mengubah itenerary agar kami bisa sampai ke tempat horor berama Jeju loveland museum itu. Wajahnya terlihat sangat passionate dan antusias, kalau tak mau dibilang mesum.

Saya sendiri, mungkin baru kali pertama ini excited untuk pergi ke museum. #eh
Untuk masuk ke museum ini dikenakan biaya 9000 won, atau sekitar seratus ribu rupiah.
Museumnya outdoor, waktu itu sedang hujan, jadi kami masuk ke dalam museum dengan menggunakan jas hujan plastik sekali pakai yang lebih mirip kantong kresek raksasa.
Hari sudah hampir gelap, namun gerimis yang dingin di musim gugur ini terasa sangat romantis. Namun suasana romantis terasa sedikit janggal ketika melihat patung-patung ini. Namun, untuk keperluan riset, saya akan tetap menjelajahi museum ini.

Museum ini seperti taman. Banyak pohon di kiri-kanan. Ada cafe, ada toko souvenir, dan tentunya toko ‘mainan’. Mainan buat kamu yang sudah dewasa.
Ada jalan setapak yang bisa kita ikuti untuk menelusuri museum ini secara lengkap. Mulai dari posisi Doggy Style, Scissor style, Kayang, Gaya Jongkok, Laba Laba, Polisi Tidur, Woman On Top, Tepian Surga, Kasur kegusur, Peluru Sihir hingga posisi akrobatik Kama Sutra yang namanya saja saya tak paham.
Saya terlalu banyak riset nampaknya.



Hari makin gelap dan hujan makin deras. Saya masuk ke dalam bagian indoor museum. Di dalamnya banyak gambar-gambar tentang edukasi seks yang benar-benar BB21++ kalau kata kaskus, tanpa disensor sama sekali. Tak hanya gambar, ada juga diorama-diorama yang menggambarkan suasana nakal.
Di ujung bangunan ini yang berbentuk tapal kuda ini, saya menemukan toko mainan dewasa yang isinya macam Tenga, terong-terongan, hingga coklat yang berfungsi sebagai obat kuat. Saya jadi tergoda membeli satu. Namun karena uang saya tidak beberapa ratus Won saja, saya mengurungkan niat. Di online shop juga banyak yang jual kok. Eh gimana?








Buat kamu yang lagi ke Jeju Island, museum unik ini wajib kamu kunjungi. Apalagi kalau bareng pasangan. Bisa menambah referensi untuk di kamar nanti malam, bukan? Hehe!
Terima kasih!
Leave a Reply to Andri SuantoCancel reply