• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Beyond Indonesia / Pengalaman Umroh Pertama Kali ( Part 1 : Madinah)

Aug 16 2018

Pengalaman Umroh Pertama Kali ( Part 1 : Madinah)

Panggilan dari yang di atas untuk pergi ke tanah suci memang misterius.

Ada yang punya rezeki cukup, badan sehat, tapi tidak punya waktu luang.

Ada yang punya badan sehat, waktu yang luang, tapi rezeki belum mencukupi.

Ada yang rezeki sudah mencukupi, punya waktu luang, tapi kondisi badan belum memungkinkan.

Tapi ada juga yang rezeki cukup, badan sehat, waktu luang, tapi belum merasa ‘terpanggil’.

Memang dasar manusia ya :)

Saya sendiri?

Saat itu, saya termasuk kategori yang Alhamdullilah sudah dimampukan oleh yang di Atas, tapi belum merasa ‘terpanggil’. Sampai suatu ketika ada banyak runtutan kejadian yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk pergi Umroh.

Kejadiannya terlalu personal untuk diceritakan. Tapi intinya sih, saya sedang kecewa dan patah hati. Sindrom quarter life crisis juga nampaknya ikut menghantui saya.

Ah, dasar manusia, kalau lagi susah, baru deh ingat yang di atas :)

Saya mendaftar h-12 sebelum hari keberangkatan. Saat itu menjelang bulan ramadhan, sudah tentu harga tiket pesawat dan hotel melonjak. Namun karena sudah berniat, saya sampai tak berfikir dua kali untuk mengeluarkan uang yang menurut saya cukup banyak itu.

Rezeki sudah ada yang mengatur, jadi tak perlu takut. Beli tiket promo ke Eropa gak pake mikir, masa mau berziarah rumah baginda Rasul masih ragu?

Saya teringat janji saya pada diri saya sendiri dulu, “Pokoknya gue pertama kali ke luar negeri pakai duit sendiri itu tujuannya harus Umroh.”

Kecewa juga sih, saya mengingkari janji yang saya buat pada diri saya sendiri :)

Alhamdullilah, travel agent yang saya pilih berdasarkan riset google selama beberapa menit itu masih punya slot untuk tanggal di awal Ramadhan.

Saya langsung diminta untuk suntik vaksin meningitis keesokan harinya, dan mengirimkan paspor secepatnya karena waktu sudah sangat mepet.

Paspor saya juga belum tiga nama. Jadi setelah pagi hari saya suntik meningitis di kantor kesehatan bandara soekarno hatta, saya langsung meluncur ke Kantor Imigrasi Jakarta Selatan buat menambah nama.

Alhamdullilah, proses tak sampai sepuluh menit. Saya juga baru tahu antriannya beda dengan membuat baru atau memperpanjang paspor. Jadi tak perlu ambil antrian ya, apalagi daftar online segala. Langsung datang saja, isi form bermaterai, dan tunggu sebentar.

Singkat cerita, saya pun sudah di dalam pesawat Garuda Indonesia GA970 dengan armada boeing 777-200, dari Jakarta langsung menuju Madinah.

Rute ini jauh lebih nyaman daripada harus ke Jeddah terlebih dahulu. Karena dari Jeddah kalau ingin ke Madinah, harus naik bis lagi sekitar 5 jam. Lumayan kan, belum lagi ditambah penerbangan Indonesia – Arab Saudi yang sekitar 9 jam.

Dan saya juga lebih suka Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz yang sudah modern di Madinah, daripada Bandara King Abdul Aziz Jeddah yang sudah sangat tua hihi!

Bis mulai bergerak dari Bandara ke Hotel kami di kota Madinah. Ustadz pembimbing sudah mulai mengajak kami untuk mengumandangkan kalimat Talbiyah.

“Labbaika Allahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, inal hamda wan ni’mata laka wal mulka laa syariika laka.”

Artinya : “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah dan tiada sekutu apapun bagi-Mu. Sesungguhnya puji, nikmat, dan kekuasaan hanya bagi-Mu tanpa sekutu apapun bagi-Mu”

Saat tiang-tiang masjid Nabawi sudah terlihat dari dalam Bus, ustadz mengajak kami untuk memberi salam kepada Nabi Muhammad. Karena di situlah rumah dan makam beliau berada.

Saat saya mengucap, “Assalamu alayka ya Ya Rasulullah… “

Seketika dada saya terasa sesak. Saya mencoba menahan air mata tapi tak sanggup. Rasa rindu yang selama ini tertahan akhirnya bisa sedikit terobati.

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad …

..

Hotel kami Dekat saja, tak sampai setengah jam kami sudah sampai di hotel. Karena saya ambil paket yang hemat, jadinya satu kamar diisi empat orang.

Beruntungnya, hanya beberapa langkah dari depan hotel, Masjid Nabawi sudah di depan mata. Tips buat yang akan kesini : ingat-ingat nomor pintu masjid yang terdekat dengan hotel kalian. Karena masjid Nabawi Madinah ini luasnya luar biasa!

Hari-hari di Madinah kami isi dengan beribadah. Di area masjid Nabawi, para peziarah nampak sangat ramai. Apalagi jika kita berada di area karpet hijau, Raudah. Area yang disebut-sebut sebagai taman surga. Tempat diantara makam dan mimbar rasul.

Di area ini para askar mengatur para jamaah yang masuk. Sistem buka tutup pun diterapkan. Jadi kita tak bisa berlama-lama beribadah di dalam sini, kita juga harus memikirkan saudara kita dari segala penjuru dunia yang juga mau berdoa di raudah.

Askar-askar ini selalu berteriak, “Hajj, Hajjah, Hajj, Hajjah!” kepada para pengunjung. Jadi, haji itu berarti ziarah kan ya. Semua orang di sini di sebut peziarah. Hajj untuk peziarah pria, Hajjah untuk peziarah wanita.”

Kenapa ya cuma di Indonesia Haji itu jadi gelar yang disematkan di depan nama? Rasa-rasanya tak ada kaum muslim dari negara lain yang berlaku seperti itu. Entahlah, hehe.

Oh iya, buat yang mau makan Al-Baiq, gerai fast food Arab yang terkenal dengan ayam gorengnya ini ada di dekat pintu keluar yang dekat pemakaman Baqi. Jalannya agak lumayan tapi masih bisa dicapai dengan berjalan kaki sih. Sekitar 10-15 menit berjalan saja.

Ayamnya memang gurih dan sangat juicy. Dan yang paling penting : murah! Paket 4 buah ayam dengan kentang dan roti dihargai 13 real ( sekitar 48 ribu rupiah). Apalagi saus bawang putihnya legend banget! Cuma ya antrinya yang harus sabar. Apalagi orang-orang arab ini budaya antrinya lebih parah dari di Indonesia kalau yang saya lihat di dalam Al Baiq haha!

Oh iya, pembeli untuk pria dan wanita di pisah. Kalau di cabang Al Baiq yang agak besar biasanya ada juga untuk family area, tempat makan untuk keluarga. Buat saya yang jomblo ini, ya terpaksa saya harus berjibaku dengan cowo-cowo arab yang beringas ini.

Kota Madinah di luar area masjid nabawi sangat sepi. Rasanya tenang dan damai. Waktu itu saya bulan Mei 2018 di sini. Suhu mencapai 42 derajat. Panas namun tidak membuat gerah sama sekali. Angin bertiup sepoi-sepoi. Mungkin kelembaban udara sedang rendah. Jadi enak sekali kalau berjalan-jalan pagi dan sore hari.

Yang paling saya suka dari Masjid Nabawi adalah air zam-zam yang melimpah. Galon-galon dan gelas tersedia di tiap sudut masjid. Sayangnya air zam-zam di sini dingin. Kalau kamu tidak suka dingin seperti saya, cari galon yang ada tulisan ‘not cold’.

Bicara dingin, masjid ini memang dingin betul. AC ada di hampir tiang penyangga. Jadi saya selalu cari posisi agak jauh dari tiang agar tidak masuk angin.

Oh iya, setiap sehabis solat fardu di Masjid Nabawi ini selalu diadakan sholat Jenazah. Jadi kalau kamu berniat ke sini,  jangan lupa hafalkan bacaannya kalau belum yah.

Apakah kamera boleh masuk ke dalam masjid? Untuk area luar, tidak masalah sih. Tapi kalau untuk area dalam memang agak strict. Di tiap pintu ada askar yang melakukan random check barang bawaan kita. Kalau mau bawa kamera ke dalam, pastikan jangan kamera besar seperti DSLR. Tas nya juga jangan terlalu besar agar tidak terkena random check.

Tas selempang saya cukup untuk membawa sendal (sendal ini enaknya dibawa masuk ke tas pakai plastik, karena kadang kita lupa masuk dari gate berapa), botol minum, dan kamera mirrorless kecil. Selama saya di sana tidak pernah sih kena random check.

Kalau apes ketahuan bawa kamera, siap-siap aja tidak diizinkan masuk. Untuk kamera hape, sepengelihatan saya mau di dalam maupun di luar tidak masalah.

Tapi ya, kita kan lagi ibadah yah. Gak usah lah misalnya pas lagi shalat di masjid nabawi pake instagram live hehe.

Shalat tarawih pertama saya di Masjid Nabawi agak berantakan. Saya sangat mengatuk. Selain karena perbedaan empat jam lebih lambat dibanding Jakarta, bacaan imam yang menghabiskan satu juz juga membuat tarawih semakin lama. Untung saja bacaan imamnya sangat enak didengar.

Seorang kawan asal Malaysia yang baru kenal di sebelah saya cuma bisa menepuk pundak saya, sambil tertawa-tawa melihat saya yang teler menahan kantuk macam orang mabuk.

bersambung ke part 2

–

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=1dyNRazp4U4[/embedyt]

Written by wira · Categorized: Beyond Indonesia, Saudi Arabia, Travel Story · Tagged: arab, madinah, tips umroh, umroh

Reader Interactions

Comments

  1. Baswara Kemal says

    17 Aug ’18 at 19:30

    Maaf mas sedikit koreksi, Garuda Indonesia cuma ada B777-300(ER) nggak ada B777-200 hehe :D

    Reply
    • wira says

      19 Nov ’18 at 09:26

      Eh iya, makasi koreksinya ya haha

      Reply
  2. inayah says

    24 Aug ’18 at 13:45

    hampir sama . patah hati lalu buru-buru nyari travel umroh. tapi bukan buat aku, karena bapak ibuku belum umroh jadi mereka duluan saja. alhamdulillah hotelnya juga dekat seperti ini. dan tak disangka, bapak-ibuku ketemu tanteku yang sudah 10 tahun hilang tanpa kabar. dulu dia berangkat ke arab jadi TKW, lalu nggak ada beritanya sampai yang dirumah pasrah.

    Reply
    • wira says

      19 Nov ’18 at 09:26

      alhamdulliah sekali ya :)

      Reply
  3. Ria says

    29 Aug ’18 at 14:40

    Salah satu yg berkesan waktu kesana adalah, martabak telor dan es krim atau gellatonya. Mas Wira sempet nyobain martabak sama es krim nya ga ??

    Reply
    • wira says

      29 Aug ’18 at 18:37

      es krim sempet, tapi kalau martabak nggak euy haha.

      Reply
      • Ria says

        29 Aug ’18 at 20:28

        Yaaah, hehehe .. tiap hari sy sarapannya itu mulu ga bosen 😊😊 Nasi dan ayamnya jg porsi jumbo ya

        Reply
    • Yusuf says

      3 Oct ’22 at 10:08

      Masyaallah aamiinn, keren bro

      Reply
  4. Debra says

    5 Jan ’19 at 22:10

    Menarik kisahnya dan video nya. Luar biasa kesempatan umroh di bln Ramadhan. Saya Umroh sblm2nya gak pernah sempat utk membuat vlog spt itu. Btw pake kamera hape kah itu dan alat bantu buat pegang nya apa mas? Ingin jg mendokumentasi utk anak ..

    Reply
  5. my bisnis dropnshop says

    11 Jan ’19 at 09:13

    woo keren artikelnya mas ….jadi pingin umroh dan ziarah ke makam rosullah.

    Reply
  6. Dedes Kusumawati says

    16 Feb ’19 at 16:53

    Pake travel apa mbak?

    Reply
  7. Annisa says

    19 Feb ’19 at 20:16

    Mas part II nya belum ada ya? hehe. Saya suka lihat blog dan vlognya mas ^_^

    Reply
  8. Aqsa Kareem says

    27 Mar ’19 at 12:11

    boleh minta no kontak travelnya?

    Reply
  9. Sazida says

    19 May ’19 at 13:02

    Makasi infonya. Boleh di share ga pk travel apa ?

    Reply
  10. Desi Indah says

    15 Aug ’19 at 15:05

    Buat yg kangen masakan Indonesia di Madinah, ada “Rumah Makan Indonesia” disana. Dekat pintu 16, jalan keluar sebrang jalan sekitar 5 menit, daerah Markaziyah. Jual soto, rendang, orek tempe, dll. Cukuplah mengobati kerinduan kuliner tanah air.

    Reply
  11. Wijaya says

    26 Nov ’19 at 10:27

    Boleh tahu nama travelnya mas ?

    Reply
    • wira says

      29 Apr ’20 at 14:26

      waktu itu pakai esq travel

      Reply
  12. Andri says

    4 Dec ’19 at 13:58

    hi mas, boleh di info untuk travel umrohnya? terima kasih

    Reply
    • wira says

      29 Apr ’20 at 14:26

      saya pakai ESQ travel mas

      Reply
  13. mohammad ferdiyansah says

    24 Jan ’20 at 22:22

    part 2 nya ga ada nih bang?

    Reply
  14. yulman says

    14 Feb ’20 at 15:35

    Kerennn..
    Mas Part II nya kapan…

    Reply
  15. Jasmine says

    7 Sep ’21 at 09:55

    Par II nya mana mas?

    Reply
  16. Kania says

    15 Mar ’22 at 10:21

    part 2 mana ya mas?

    Reply
  17. Biaya Umroh 2023 says

    31 Oct ’22 at 12:02

    Sekarang sudah ramai kembali dengan beberapa peraturan

    Reply
  18. Hamida says

    7 Jan ’23 at 08:16

    Izin download foto kak

    Reply
  19. Alhijaz Indowisata says

    13 May ’23 at 10:54

    Terima kasih sharingnya

    Reply
  20. jasa henna pengantin professional says

    22 Jun ’23 at 16:43

    Syukron infonya

    Reply
  21. Herman says

    18 Jul ’23 at 05:53

    Alhamdulillah, semoga bisa berangkat dengan keluarga tahun ini

    Reply
  22. Syahla Salsabila Azzahra says

    11 Oct ’23 at 12:00

    Menarik dan bermanfaat sekali infonya, semoga kita semua dapat kesempatan untuk pergi ke tanah suci

    https://albahjah3.wordpress.com/

    Reply
  23. Adam Umroh Malang says

    21 Dec ’23 at 13:31

    Alhamdulillah, setelah membaca ini semakin rindu untuk balik lagi ke tanah suci Makkah & Madinah.

    Reply
  24. tehinablog says

    1 May ’25 at 10:54

    Ada pengalaman lucu dari suami saat umroh, saat dia dipanggil oleh Askar Masjidil Haram “Indonesia Indonesia….” karena pakai sarung, sejak itu dia cinta sarung :)

    Reply
  25. jafar shidiq majid says

    11 May ’26 at 09:42

    Hai, saya sangat menikmati artikel Anda menceritakan perjalanan umrah dan saya sangat tertarik dengan artikel Anda lainnya. Saya juga memiliki situs web tentang travel umroh bandung

    Reply
  26. Moh Ikhsan says

    8 Aug ’26 at 19:26

    Keren bngt, apalagi sekarang yg aksesnya lebih mudah. Saya inshaallah akhir tahun 2026 ini berangkat dengan travel umroh jakarta, semoga lancar

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Fujifilm X-T100 Review : Mirrorless Seri X-T Termurah!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...