Raja Ampat : An Epilogue

Me and a seafan. Photo by Regy Kurniawan
Me and a seafan. Photo by Regy Kurniawan

Layaknya matahari, saya percaya, Indonesia akan terbit dari timur. Dari Sabang sampai Merauke, memanjang dari barat ke timur, gugusan bentang alam hijau negeri kita ini selalu menggoda siapapun untuk menjejakan kaki dan menjelajahi seluruh isinya. Ini bukan bualan semata. Walaupun negeri ini tak punya keindahan musim semi seperti negeri sakura, selimut-selimut debu di negeri timur tengah, ataupun gumpalan salju seperti di negeri utara.

Teruntuk mereka yang menjadikan menyelam sebagai ritual perjalannnya, negeri kita yang tepat berada di garis khatulistiwa ini adalah sebuah keniscayaan. Segitiga terumbu karang dunia yang terletak sebagian besar di negeri ini, dan matahari yang tak kunjung padam sepanjang tahun, selalu ditafsirkan orang sebagai kepingan surga dunia. Saya pun mengamininya. Dan, bagi para pengagum misteri bawah air, hanya ada satu nama yang terbesit di benak mereka – Raja Ampat.

Raja ampat di mata penyelam bagaikan Mekkah bagi para muslim. Sebuah destinasi ‘suci’ yang wajib dikunjungi jika mampu pergi. Bagaimana tidak, negeri seribu atol ini adalah rumah bagi lebih dari 1300 jenis ikan, 75% species terumbu karang yang tersebar di planet ini juga menetap disana. Tak heran raja ampat mendapat julukan The best biodiversity on earth.

Saya selalu senang dengan laut. Lautan bagi saya adalah sebuah cermin langit yang disediakan Tuhan untuk menunjukan salah satu kuasanya. Laut membuat kita selalu sadar bahwa kita tak lebih besar dari buih-buihnya. Laut selalu mengajarkan kita untuk selalu bersyukur.

Beruntunglah saya, sebuah tulisan tentang kampanye penyelamatan hiu untuk divemag Indonesia membawa saya kembali ke laut. Bukan sekedar laut, ini adalah laut negeri kita yang menyimpan harta karun yang tak ternilai harganya. Bawah laut raja ampat, yang tak sempat saya nikmati pada kunjungan pertama tahun lalu, akan saya jelajahi tak lama lagi.

Secara tak sadar saya melompat kegirangan.

Pulau Mansuar
Pulau Mansuar

Pulau Mansuar, 27 Agustus 2013 ~

Dari jauh, mansuar terlihat seperti rimbunan belantara asri yang memanjang di atas laut sejauh mata memandang. Layaknya pulau tak berpenghuni, seperti yang saya rasakan saat melihat pulau-pulau di raja ampat. Lebih mendekat, kerumunan bakau kecil saling bersahutan dengan nyiur yang melambai.

Suara kayu yang menderit menyambut kami saat melangkahkan kaki di dermaga yang sudah mulai usang termakan air garam ini. Mansuar terasa begitu hening. Tidak ada suara apapun kecuali suara angin yang menyapu air sebening kaca di bawah dermaga. Aura ketenangan di mansuar membuat saya menghirup nafas dalam dalam, lalu terbius.

Seraya berjalan saya memandang ke bawah, seketika saya dibuat takjub. Ternyata, keheningan mansuar hanya ada di daratan. Di bawah dermaga, terlihat kericuhan ikan-ikan yang menari bersama-sama. Dalam jumlah yang tak terhitung banyaknya. Di perairan yang hanya sedengkul orang dewasa, ikan-ikan ini bergerak bersamaan dengan arah acak tanpa komando.

Seketika darah saya naik penuh gairah, tak sabar rasanya ingin menceburkan diri ke air dan menikmati taman laut Raja Ampat. Tak sabar rasanya membayangkan kejutan apa yang akan diberikan oleh laut keesokan hari.

 

Dermaga Mansuar -  Raja ampat dive lodge, basecamp kami selama 5 hari kedepan.
Dermaga Mansuar – Raja ampat dive lodge, basecamp kami selama 5 hari kedepan.

Posted

in

, ,

by

Comments

13 responses to “Raja Ampat : An Epilogue”

  1. haree Avatar

    jadi pengen jalan jalan, cuy. sayangnya, duit dan waktu plong nggak ada.

    1. wira Avatar

      dicari lah cuy, cari gratisan haha

  2. Andy Gunawan Avatar

    Waduh … mas Wira kita hanya selisih beberapa hari, ane di Papua 21 – 25 Agt 2013 … sayang sekali …. Ane bareng beberapa teman ( 13 org ) ke sana. Btw … Wayag nya masih ditutup ga ?

    1. wira Avatar

      wah saya 26 sampe 31 mas disana haha

  3. Halim Santoso Avatar

    Epilognya udah bikin ngilerrr, apalagi yang full… Bawa aku ke sana kaka :-D

  4. Wisata Wakatobi Tour Avatar

    wooww,, emang bener2 surgaa bawahh lautt yaahh…

  5. Fahmi Avatar

    tulisan yang selalu bikin ngiriiii >,< *brb nyelem di kantor* eh… nggak ada air di kantor ding! =="

  6. jeje Avatar
    jeje

    divemag Indo? waahhh.. berarti ke raja ampatnya bareng sm Riyanni Djangkaru itu ya mas? :D

    1. wira Avatar

      iya sama si tante riyanni hehe

  7. yusmei Avatar

    mau dong diculik ke sanaaa…:)

  8. Gunung Bromo Avatar

    Waaaaah keren banget nih gambarnya…..
    Udah kita rencanain bersama rekan untuk liburan kesana :D
    Kalo boleh tahu Tour nya kemana aja yaaaaaaaa….

  9. Bambang Waluyo Avatar

    Adventure yang benar – benar memikat hati

  10. Bromo Tour Guide Avatar

    Raja Ampat sangat mengesankan

Leave a Reply to Bambang WaluyoCancel reply