
Saya sudah mencoba beberapa macam merk backpack.
Mulai dari yang lokal seperti eiger, consina, avtech. Atau yang buatan luar seperti deuter, osprey, jack-wolfskin dan kawan-kawannya.
Memang ini sangat subjektif, tapi berdasarkan pengalaman punggung saya mencoba mereka, deuter-lah yang (saat ini) paling klop.
Dari sisi harga, tas buatan jerman ini masuk ke kategori mid end – tidak murah tetapi juga tidak terlalu mahal. Dari sisi desain juga sebenernya biasa saja, tapi saya suka dengan bentuknya simpel dan cenderung bulat seperti kapsul.
Bukannya tidak cinta produk dalam negeri, tapi, kalo saya bandingkan dengan eiger dengan harga yang hampir sama – Deuter masih unggul. Setidaknya saya sudah mencobanya sendiri.
Disini, saya memang mencoba mencari tas yang multifungsi. Bisa buat traveling ke kota, ataupun untuk trekking ke gunung. Berarti harus agak besar, tetapi tetap ringan.
Deuter Air Contact
Seri deuter trekking backpack ini ada empat jenis:
- Air contact pro
- Air contact lite
- Air contact
- Air contact trail
Masing-masing punya ukuran dari sekitar 30-an liter hingga 80-an liter. Tapi, ketiga seri ini mempunyai perbedaan mendasar.
Seri Air Contact pro di desain untuk orang-orang berjiwa ‘porter’. Tas ini paling berat, tetapi juga paling besar daya angkutnya. Daya angkut disini bukan kapasitas. Tetapi beban maksimum yang bisa diberikan. (dengan kapasitas sama, seri pro ini yang paling besar daya angkut-nya).
Seri pro ini juga punya lebih banyak kantong dan fungsi tambahan.
Seri Air contact ini terbilang backpack normal. Tidak ada yang terlalu spesial, semua spesifikasi ada di tengah-tengah. Kalo bingung pilih yang mana, pilihan ini tidak akan salah.
Nah, seri yang ini yang jadi pilihan saya. Seri Air contact lite. Didesain untuk ultralight hiking. Beratnya paling ringan dari kedua saudaranya. Ada juga seri Air contact trail, juga seri ultralight tapi ukurannya kecil tidak ada yang lebih dari 40 liter.

Sebagai perbandingan, dengan kapasitas yang sama 50 liter, seri lite mempunyai berat kosong 1.4 kg. Disusul seri normal dengan 2.3 kg, dan seri pro dengan lebih dari 3 kg!
Keuntungan lain adalah pada suspensi belakang tas. Panjang untuk menampung tulang belakang bisa diatur ukurannya. Sehingga bisa disesuaikan dengan ukuran torso kita masing-masing.
Tapi…
Meskipun beratnya ringan, kekurangannya adalah tidak banyak kantong yang tersedia di pinggir-pinggirnya seperti kedua kakaknya. Juga tidak bisa membawa beban terlalu banyak, tapi memang itulah seri ini dibuat. Kecepatan.
Namun yang disayangkan adalah tidak adanya rain cover yang disediakan. Terpaksa saya membeli plastik biru bertuliskan deuter untuk dengan harga hampir seratus ribu rupiah. Bah.
Untuk naik gunung, tipe top loading sangat tidak masalah. Tapi mungkin tipe seperti ini kurang cocok untuk traveling ke kota-kota karena agak repot jika ingin mengluarkan barang di dalam. Tapi secara praktis tidak masalah.
Pengalaman saya
It served me really well. Mulai dari gunung gede, semeru, hingga rinjani, tas ini sangat cocok dan ukurannya sangat pas. Bahkan saya pakai tas ini di hampir semua perjalanan non-hiking seperti saat susur pantai, atau saat ke kota-kota di Flores.
Sangat nyaman di punggung, dan tidak terlalu membuat gerah.
Dulu, saya menggunakan tas consina 70liter. Tetapi, baru beberapa gunung kecil di Bandung, tas ini sudah ‘tamat’. Frame-nya keluar dari jahitan tas.
Kesimpulannya, saya merekomendasikan tas ini untuk orang-orang yang suka travel/hiking light tanpa mengurangi kekuatan dan kenyamanan serta harga menengah.
Jika masih terlalu berat, saya sarankan menggunakan teknologi Porter™. Hehe.
Happy backpacking!



Leave a Reply to rojiCancel reply