Kalau disuruh memilih spot memotret di pantai selatan jawa, dibandingkan ujung genteng, santolo, ataupun rancabuaya, saya lebih memilih kawasan sawarna. Mengapa?
Karena sawarna memiliki salah satu daya tarik dari pantai yang sangat bagus jika dijadikan foto. Apa itu? Ombak!
Jangan sekali-kali bermain-main dengan ombak sawarna. Bisa nyawa taruhannnya. Atau paling tidak, kamera yang bakal jadi korban. Saya diceritakan warga sekitar ada sekelompok fotografer yang nekat ke tengah karang, tiba-tiba ombak besar menerjang dan merusak kamera. Beruntung orangnya selamat.
Sawarna bisa ditempuh lewat pelabuhan ratu, dari terminal ada elf langsung ke sawarna, dengan catatan sebelum jam 12 siang. Lebih dari jam itu kita harus menaiki elf ke bayah, lalu disambung ojek ke sawarna.
Sawarna bukanlah nama pantai, melainkan nama desa. Pantai yang terkenal adalah pantai tanjung layar. Dinamakan demikian karena ada batu karang yang sangat besar, dengan tinggi sekitar 20 meter lebih.
Penginapan di sawarna relatif lebih mahal daripada pantai-pantai ‘liar’ lainnya. Rata-rata 100 ribu rupiah dan berupa homestay, yang tarifnya tidak dihitung per-kamar melainkan per-orang. Membuat kami mengeluarkan uang lebih.
Tapi saya sudah antisipasi hal itu, jadi saya membawa kompor parafin dan beberapa bahan makanan. #gembel
Sawarna memang sangat indah, pantainya sangat kayak. Ada yang berpasir halus seperti pantai ciantir atau lagoon pari. Ada juga yang banyak karang seperti pantai tanjung layar.


Kesimpulannya adalah : saya belom puas di sawarna. Next time will be better!
p.s : All shot with canon 5d, wide shot with 17-40 (punya andre), tele shot with tamron 70-300 (punya mira) #gakmodal :lol:






Leave a Reply to PadlyCancel reply