Mampir sebentar di Manado

7
Manado dari hotel arya duta
Manado dari hotel arya duta

Manado. Salah satu kota di utara Indonesia ini jadi persinggahan tim kami selanjutnya.

Tak jauh dari sini ke sebelah utara, Manado bebatasan langsung dengan filipina. Tak heran wanita disini banyak yang lebih mirip pinoy-pinoy disana, hehe.

Apalagi saat saya bersama cumi, mas harris, dan mas fahmi main-main di mall area boulevard manado, yang pantainya sudah direklamasi jadi area arena keriangan ini, nampak mereka sudah membuat saya hampir tergoda. *dikeplak*

Semoga Nusa dua di Bali tak bernasib sama.

Manado memang punya kedekatan kultural dengan filipina. Mendengar nama Manado, yang teringat di benak saya adalah rica-rica dan dabu-dabu yang diracik dengan ikan segar yang baru bisa didapat dari laut.

Saya selalu senang dengan kota di dekat laut. Karena kota-kota dekat laut seperti ini pasti punya ikan-ikan segar yang baru ditangkap. Beda seperti di kota tengah gunung seperti bandung, pasti agak sulit untuk mendapat ikan-ikan segar seperti itu.

pelabuhan pantai boulevard
pelabuhan pantai boulevard

Peluh sudah membahasi saya sesaat setelah keluar dari Bandara internasional Sam ratulangi.

Manado is hot, like its girl.

Beberapa orang sudah menarik-narik tas saya, menawarkan taxi. Selidik punya seldik, taksi disini adalah mobil av*nza yang disewakan. Tapi, karena mobilnya bukan terios, saya pun tak mau. *ngiklan*

Kuliner khas manado yang saya suka adalah bubur tinutuan. Bubur ini sebetulnya mirip bubur biasa, hanya saja dimasak menggunakan sayu-sayuran seperti jagung, wortel, kangkung, dan rempah-rempah. Hal ini menjadikan bubur manado menjadi berwarna-warni, menambah cita rasanya yang sudah gurih dan segar.

Bubur tinutuan manado. Salah satu dari 5B yang harus dicoba.
Bubur tinutuan manado. Salah satu dari 5B yang harus dicoba.

Topping untuk tinutuan pun khas. Bukan ayam seperti bubur yang biasa kita temui di Jawa. Tinutuan biasa disajikan dengan ikan Cakalang. Ikan cakalang ini rasanya mirip mirip tongkol dan ikan Tuna.

Ada rekan saya di twitter yang mengatakan, belum ke Manado kalau belum menikmati 3B. Saya mikir, nggak ketemu, sampai saya tanya ke orang-orang. Mereka tertawa. Ternyata 3B itu adalah : Bunaken, Bubur Manado, dan …..bibir Manado.

Yang terakhir itu emang bikin mesem-mesem.

Salah satu mention di twitter saya menyebutkan, seharusnya 5B, bukan 3B. 2B siasanya, coba kamu imajinasikan sendiri saja.

Area pantai Boulevard
Area pantai Boulevard
Terios parkir di dekat pantai boulevard manado
Terios parkir di dekat pantai boulevard manado
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Manado malam hari
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pisang Gorohu, pisang pake sambel

Saya tidak sempat ke Bunaken, padahal hanya menyebrang perahu sekitar 20 menit katanya. Jadi saya cuma jalan-jalan sekitar daerah pantai Boulevard saja. Panti Boulevard ini adalah kawasan pantai.

Disini, kami hanya singgah sementara untuk beristirahat dan mempersiapkan perjalanan ke Torosiaje, basis suku bajo di Sulawesi, yang berjarak 668 km dari Manado.

Sampai jumpa di Torosiaje!

 

7 COMMENTS

  1. […] Manado. Salah satu kota di utara Indonesia ini jadi persinggahan tim kami selanjutnya. Tak jauh dari sini ke sebelah utara, Manado bebatasan langsung dengan filipina. Tak heran wanita disini banyak yang lebih mirip pinoy-pinoy disana, hehe. Apalagi saat saya bersama cumi, mas harris, dan mas fahmi main-main di mall area boulevard manado, yang pantainya sudah […] Lebih Lanjut […]

  2. […] Manado. Salah satu kota di utara Indonesia ini jadi persinggahan tim kami selanjutnya. Tak jauh dari sini ke sebelah utara, Manado bebatasan langsung dengan filipina. Tak heran wanita disini banyak yang lebih mirip pinoy-pinoy disana, hehe. Apalagi saat saya bersama cumi, mas harris, dan mas fahmi main-main di mall area boulevard manado, yang pantainya sudah […] Lebih Lanjut […]

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')