Sawarna – A (maybe not so) hidden paradise

16
Ombak-ombak dan karang pantai Tanjung Layar adalah my hidden paradise
Ombak-ombak dan karang pantai Tanjung Layar adalah ‘my hidden paradise’ . Maybe not yours :)

Pesisir selatan Banten, 1 Oktober 2013 [12.30]

Matahari sudah tepat di atas kepala sesaat setelah kami meninggalkan pelabuhan ratu. Konvoi tujuh buah Terios sedikit terganggu karena kondisi pelebaran jalan, sehingga sisi kiri dan kanan jalan terdapat kerikil yang membuat tanjakan semakin merepotkan.

Mobil yang saya kendarai pun tak luput – ban mobil terios nomor lima yang saya tumpangi terjebak di tumpukan bebatuan. Beruntung kondisi terios kami yang prima membuat kami bisa lolos dari tantangan tersebut.

Jalan menuju Sawarna
Jalan menuju Sawarna

Kami disambut oleh senyum bocah-bocah desa sawarna yang tengah bermain di lapangan. Mobil kami berjalan beriringan seperti anak-anak angsa yang mengikuti induknya. Mereka melambaikan tangan sambil tersenyum, bahkan berteriak tertawa, beberapa ada yang menghitung jumlah rombongan mobil kami. Mungkin kami nampak seperti pawai tujuh belasan di mata para bocah itu.

Ini belum di Sawarna, masih di pelabuhan ratu saat kami Istirahat siang. Model adalah turis nyasar si Mumun @indohoy
Ini belum di Sawarna, masih di pelabuhan ratu saat kami Istirahat siang. Model adalah turis nyasar si Mumun @indohoy

Menjelang sore, kami pun merapat di tepi Desa Sawarna. Dengan hanya dihubungkan oleh jembatan gantung selebar satu meter, mobil kami tak mungkin masuk. Sawarna melabelkan dirinya sebagai ‘desa ramah lingkungan’, sehingga di dalam desa hanya boleh berjalan kaki. Walaupun, entah mengapa sepeda motor warga yang bekerja sebagai ojek para wisatawan masih tetap dibiarkan menerobos jembatan masuk desa.

Melewati jembatan Desa Sawarna yang bikin deg-degan dan serasa gempa setelah melewatinya.
Melewati jembatan Desa Sawarna yang bikin deg-degan dan serasa gempa setelah melewatinya.
Resort?
Resort?
Pantai Tanjung Layar - Desa Sawarna. Bukan pantai Sawarna!
Pantai Tanjung Layar – Desa Sawarna. Bukan pantai Sawarna!

Ini kali ketiga saya mengunjungi Desa ini. Tak banyak yang berubah, kecuali rumah-rumah warga yang dahulu hanya tempat tinggal, kini ada papan label nama di atas pintu-pintunya yang bertuliskan homestay – bahkan resort.

Seperti biasa, saya melakukan susur pantai dari desa sawarna, memasuki pantai ciantir yang berpasir lembut mirip terigu, dan meneruskan ke pantai Tanjung layar yang berbatu karang.

Batu layar Sawarna
Batu layar Sawarna
A bunch of tourist. Jangan ditiru, naik ke karang ini dilarang dan berbahaya
A bunch of tourist. Jangan ditiru, naik ke karang ini dilarang dan berbahaya

Tapi, di pantai tanjung layar, tepatnya di landmark nya Desa Sawarna, sangat disayangkan sekali banyak tangan-tangan jahil yang melakukan vandalisme pada batu besar yang selalu jadi latar belakang foto para wisatawan itu. Tulisan-tulisan i was here, romi love juliet, dan tulisan alay yang sejenisnya betul-betul merusak penatapan saya!

Terakhir saya kesini adalah setahun yang lalu, tapi vandalisme itu belum lagi ada.

Inilah contoh klasik dimana ketika wisatawan sudah ramai, dan pengelola belum sanggup untuk bertindak tegas.

Jika dibiarkan demikian, julukan hidden paradise Sawarna yang sering disebut orang, mungkin harus segera dilepas.

Karang indah di desa sawarna yang tercoreng vandalisme.
Karang indah di desa sawarna yang tercoreng vandalisme.

Penduduk desa sawarna, walaupun di pesisir, mereka lebih banyak bercocok tanam daripada melaut. Karena karakteristik ombak yang besar dan karang-karang yang juga terlalu besar membuat kapal tak bisa merapat disini. Beberapa yang melaut juga hanya menggunakan pancing dan jaring tradisional di tepi pantai.

Beberapa tahun terakhir, beberapa membuat rumahnya menjadi tempat penginapan para wisatawan. Banyak yang mendapatkan penghasilan tambahan dari sini. Jika Sawarna kotor karena tangan-tangan tidak bertanggung jawab dan menjadi sepi, tentunya warga sendiri yang dirugikan.

Mencari ikan dengan jaring
Mencari ikan dengan jaring

Beralih dulu dari soal vandalisme, mari kita doakan agar para alay tersebut segera bertobat dan pengelola sawarna bisa mengawasi lebih ketat.

Apa sih sebetulnya definisi hidden paradise? Buat saya, hidden paradise itu relatif buat setiap orang. Jadi saat saya bilang Sawarna adalah hidden paradise, jangan langsung percaya!

Sawarna, untuk pecinta fotografi landscape – seperti saya – mungkin adalah salah satu tempat yang terbaik di Indonesia ini. Coba tanya ke forum-forum fotografi : tempat mana yang paling cocok untuk foto seascape? Salah satu jawabannya pasti Sawarna!

Sunset over sawarna
Sunset over sawarna

Juga untuk pecinta caving, di sawarna juga mungkin juga adalah hidden paradise bagi mereka. Beberapa gua yang tersebar di beberapa titik desa dengan karakteristik yang berbeda tentu adalah surga bagi para cavers.

Bukan apa-apa, karena saya mendapati seorang kawan saya yang merasa dibohongi oleh postingan saya sebelumnya. Karena dia tak mendapati foto-foto persis seperti yang saya dapatkan. Dia hanya menjalani perjalanan panjang 7 jam dari jakarta, foto-foto di depan batu layar, lalu pulang tanpa merasa mendapat apa-apa.

Dude, you should keep your minds open while traveling :)

Bapak ini mencari ikan layangan, sejenis ikan tongkol kecil yang banyak hinggap bersama ombak.
Bapak ini mencari ikan layangan, sejenis ikan tongkol kecil yang banyak hinggap bersama ombak.
Vandalism
Vandalism
Mejeng di pantai, photo by @DaihatsuInd
Mejeng di pantai, photo by @DaihatsuInd

***

Sesaat sebelum matahari tenggelam, sebelum saya mengemas kembali tripod ke dalam tas. Para kuda tunggangan kami berpose terlebih dahulu di sisi pantai di sekitar Sawarna, sambil berharap Sawarna masih menjadi ‘hidden paradise’ ketika kami akan kembali lagi di waktu-waktu mendatang.

Thanks!

@wiranurmansyah – ready to roll a slow shutter again and again in Sawarna.

16 COMMENTS

  1. Tertarik sangat dengan hampir semua cerita perjalanannya. And 1 more, hasil jepretannya bagus-bagus! Sebelumnya pernah ambil kursus photography kah? Atau berawal dari hoby?

        • Oo gt ya, mantap euy.
          Belakangan tertarik ma dunia fotografi, cmn gak tau kudu mulai darimana.
          Barangkali mas Wira sebagai instruktur kursus fotografi dengan bayaran yang katanya mahal bisa kasi suggestion, hehe. :D

  2. Foto-fotonya keren semua. Dua jempol.

    hmm….walau belum pernah ke sana, nampaknya saya setuju kalo buat pencinta photography, Sawarna bukan hidden paradise :D
    Tapi kalo kata saya yang penggemar wisata pantai, ini hidden paradise banget hehe

    Tfs.

    Oh iya, liat foto Teriosnya, berarti ada 7 ya yang kemarin berangkat? Banyak juga ya.

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')