• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Hiking & Trekking / A Pangalengan Tea Garden Walk

Jul 17 2013

A Pangalengan Tea Garden Walk

Pagi di kebun Malabar
Pagi di kebun Malabar

TIGA lapis jaket saya kenakan. Sweater, ditambah lapisan jaket fleece, dengan sebuah jaket windbreaker di luar ; mereka semua tak mampu menahan tusukan kabut pagi Pangalengan.

Bandung saat ini memang sedang dingin-dinginnya, apalagi di daerah tinggi seperti pangelengan ini. Perjalanan sekitar dua jam dari kota Bandung membuat saya ekstra hati-hati. Turunan dan belokan terjal ditemani kabut membuat saya banyak bermanuver macam game rapid roll di hape nokia jadul!

Memasuki pangalengan, motor saya arahkan ke arah kiri terminal bus dan langsung menuju perkebunan teh Malabar. Saya langsung terhipnotis dengan pemandangan pagi hari disini.

Hamparan daun yang luasnya tak terkira seperti permadani hijau diselingi kabut-kabut tipis seakan mengucap selamat pagi. Benar-benar luas, hingga sampai ke atas lereng bukit di kejauhan sana masih saja kebun teh. Pantas saja stok teh botol sos*ro tidak pernah habis. Kebun mereka saja seluas ini.

Cultuurstelsel. Malabar adalah saksi bisu kolonialisme belanda dalam sistemnya yang memaksa dan menyengsarakan rakyat Indonesia waktu itu untuk menanam teh. (edit : menurut sumber ini, di malabar tidak ada tanam paksa, malah petaninya lebih sejahtera daripada daerah lain. Karena hasil tanam mereka jadi primadona dunia saat itu). Beruntung, salah satu belanda yang baik hati mewariskan sumbangsih pengetahuan bagi kota Bandung. Perkebunan teh malabar dan observatorium bintang Boschha adalah salah satu peninggalannya. Graaf Johannes van den Bosch juga mengistirahatkan dirinya untuk yang terakhir kali disini. Namun, saya tidak begitu tertarik untuk berziarah. Boscha, ah, sherina apa kabar ya? #eh

Kebun Malabar yang seperti bukit teletubbies.
Kebun Malabar yang seperti bukit teletubbies.

Setelah puas berfoto, saya memutar arah untuk menuju perkebuanan lainnya. Sebetulnya, saya ingin bersantai sedikit menikmati teh segar malabar di salah satu tea corner disana. Untung saya masih ingat hari ini saya berpuasa. Teh hangat segar asli Malabar disimpan dulu untuk lain kesempatan.

Saya berbalik arah, melewati situ cileunca. Jalannya sangat bagus, berbeda dengan jalan yang ada di perkebunan teh malabar. Akhirnya, saya pun bertemu dengan perkebunan teh Cukul. Cukul mempunyai kontur tanah yang curam. Banyak jurang disini. Tetapi itulah yang membuat pemandangan disini lebih kece daripada di malabar.

Malabar di kejauhan.
Malabar di kejauhan.
Morning!
Morning!

Ketika mengobrol dengan salah satu pemetik teh, saya tahu bahwa jalur dari cukul ini adalah menuju pantai Rancabuaya! Pantai yang saya sudah cukup sering kunjungi ini ternyata bisa lewat pangalengan. Saya memang sudah mendengar jalur ini dari dulu, tapi katanya jalurnya sangat jelek. Kabar baiknya, kata orang-orang disana jalannya sudah diperbaiki, sudah alus. Wajib dicoba untuk jejalan berikutnya.

Jalur dari pangalengan menuju Pantai Rancabuaya lewat Cisewu, dan si ganteng
Jalur dari pangalengan menuju Pantai Rancabuaya lewat Cisewu, dan si ganteng

Di cukul juga terdapat satu rumah unik dengan arsitektur Eropa jadul. Katanya sih punya orang jerman. Rumahnya kosong dan terkunci saat saya dekati. Tapi, rumah ini cukup untuk membuat saya berfantasi terbang ke eropa sana. Ada yang mau menemani?

Rumah orang jerman
Rumah orang jerman di Cukul

Sebetulnya, ada satu lagi kebun yang saya ingin kunjungi, yaitu kebun Kertamanah. Namun saya sudah cukup kelelahan dan agak takut kalau puasanya hanya sampai bedug dzuhur. Ditambah lagi sapi-sapi cantik KPBS pangalengan sudah mengeluarkan susu segarnya yang menggiurkan itu. Lain kali saya akan datang lagi.

IMG_8585
Kebun teh cukul
IMG_8565
Masih di cukul
IMG_8509
Ini di malabar
IMG_1272
Pakai telephoto buat ambil detail di cukul
IMG_1275
Cukul

IMG_1258 IMG_1253 IMG_1250 IMG_8530

~Lagi kangen yang ijo-ijo makanya kesini.

Tabik!

**photo taken by BenQ GH800 kecuali foto terakhir :3

Written by wira · Categorized: Hiking & Trekking, Indonesia, Jawa

Reader Interactions

Comments

  1. Ayu Welirang says

    17 Jul ’13 at 19:03

    Kebun teh pangalengan itu sesuatu banget yaaaaa. Kalo suasana pagi di sini nyaman begini, saya sih rekomendasiin suasana sunset di kebun teh Singgasana. Cuma, jalurnya emang agak susah sih, harus ditempuh hiking ringan sampe kaki Tangkuban Parahu via Jayagiri – Parongpong, nggak via jalur wisata, meskipun kalau kita mengitari diameternya bisa sampai juga ke jalur wisata. Sunset di Singgasana ituuuuuu sesuatu juga, kayak pagi hari di kebun teh ini. :D

    Reply
    • wira says

      18 Jul ’13 at 05:57

      Thanks Ayu, nanti dicoba :D

      Reply
  2. poporina says

    18 Jul ’13 at 06:53

    Cukul ini emang kece deh wir, waktu itu muter2 pangalengan jd nyasar ke sana. Itu yg teletubbies gunung nini bukan namanya?

    Reply
    • wira says

      18 Jul ’13 at 06:56

      teuing mir, gatau juga namanya apa. tapi cuma bukit kok bukan gunung ~

      Reply
  3. rucman says

    18 Jul ’13 at 11:09

    keren bang

    Reply
  4. bishop says

    18 Jul ’13 at 11:23

    daerah Malabar termasuk penghasil kopi luwak terbaik, dan udah terkenal di manca..
    catper saya waktu kesana http://www.getlost2explore.com/2013/03/so-give-me-coffee-and-bike.html

    Reply
    • wira says

      19 Jul ’13 at 05:35

      hohoho iya mas, saya juga lihat plang yang kopi malabar itu..tapii..lagi puasa sih :))

      Reply
  5. yusmei says

    19 Jul ’13 at 01:38

    Kirain perginya sama farchan,..soalnya dia juga habis posting soal pangalengan :)

    Reply
    • wira says

      19 Jul ’13 at 05:33

      oh iya? nggak kok mba, kebetulan rumah saya di selatan bandung jadi deket kalo kesini hehe.

      Reply
  6. Frenky says

    19 Jul ’13 at 13:43

    Baru sebulan yg lalu dari sini, numpang lewat aja sih tapi karena tujuan utama nya nge-rafting

    Ga nyobain rafting disini jg bro?

    Reply
    • wira says

      19 Jul ’13 at 13:56

      nggak bro, ini cuma jalan santai abis sahur aja kok hehe.

      Reply
  7. Ruslan says

    31 Jul ’13 at 19:42

    hahaa bener bgt mas, udara disana tuh nusuk bgt dingiinnya, btw mendingan kebun teh pangalengan ya dari pada kebun teh puncak

    Reply
    • wira says

      31 Jul ’13 at 20:32

      iya mas, pangalengan sepi banget. Puncak mah…tau sendiri lahh :))

      Reply
  8. pipit says

    26 Nov ’13 at 15:15

    lagi muter-muter cari tau lokasi syuting “tentang cinta” ternyata namanya perkebunan cukul dan baru tau itu deket pangalengan (kampung gw sendiri)… emg keren banget deh pangalengan, jauh banget sama puncak….. (tapi seumur2 blm pernah rafting di danau cileunca).. huhhuhuuuu

    Reply
  9. Soni says

    11 Apr ’14 at 08:42

    Bro, mantaps tuh..
    Coba ke kebun teh riung gunung, warnasari dan kertajadi, masih di Pangalengan juga..
    Itu lebih sesuatu dah… :)
    Ato ga masih di cukul tapi coba masuk kebun teh ke arah timur dari jalan setapak setelah pabrik teh cukul.. wih mantap juga di sana.. :)

    Reply
  10. Chocky Sihombing says

    21 May ’15 at 20:56

    Yaelah… Cari2 pangalengan nyasarnya sini2 jg!! Hahaha… Itu ga bisa nginep di rumah jermannya ya, kirain bisa. :D

    Bener tuh, lg pengen ijo2 makanya pgn ke Pangalengan. :D
    Nice post bro!

    Reply
  11. Iqbal Rois says

    5 May ’16 at 12:44

    Tuhan… Indahnya…

    Reply

Trackbacks

  1. Kopi Arabika dari Sabang-Merauke Indonesia – Kafogato says:
    22 Apr ’20 at 18:42

    […] Perkebunan Kopi Java Preanger di Gunung MalabarSource: wiranurmansyah.com/a-pangalengan-tea-garden-walk […]

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 6 Rekomendasi Kamera Mirrorless Untuk Pemula
  • Jangan cuma ke Tokyo! Inilah 9 Tempat Wisata di Nagoya, Prefektur Aichi!
  • About
  • Traveling Pasca Pandemi. Bagaimana Kita Berwisata Setelah ini?

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...