Tempat Makanan Halal Di Tokyo, Jepang

6

Sekarang Jepang sudah cukup ramah terhadap wisatawan muslim. Bahkan beberapa tempat umum seperti bandara juga ada praying room untuk yang ingin sholat.

Tapi yang penting, kamu tetap bisa mencicipi ramen, sushi, dan makanan otentik lainnya tanpa harus khawatir macam-macam! Duh, saya mah sama makanan jepang-jepangan takluk deh!

Ini beberapa tempat yang sempat saya coba waktu ke Tokyo. Baru sedikit sih, nanti saya update pelan-pelan ya. Selamat menikmati!

1. Naritaya Halal Ramen Shop, Asakusa.

Semangkuk ramen di musim dingin ini adalah nikmat yang tak terkira

Ramen ini mie yang sudah mendunia. Terima kasih kepada Naruto dan kawan-kawannya. Sayangnya, ramen original pasti berkuah kaldu babi. Buat yang dietnya makanan halal atau vegetarian, tentunya tak bisa coba.

Salah satu tempat makan ramen yang halal adalah Naritaya ini. Letaknya di dekat Senso-ji Temple, Asakusa. Kalau kamu masuk dari pintu gerbang utama, letaknya ada di persimpangan sebelah kiri setelah melewati barisan toko yang panjang (nakamise).

Menunya tak banyak. Ada Ramen, special ramen, dan beberapa makanan kecil seperti karaage (potongan kecil ayam goreng). Kuah ramennya bertipe kaldu ayam bening tanpa susu. Bisa juga minta tambahan topping seperti telur dan bamboo shot. Ada juga mushola kecil disini buat yang mau sholat.

Saya kesini waktu musim dingin. Rasanya luar biasa waktu malam hari bersalju makan disini. Ingin menangis rasanya saat kaldu hangat dengan mie yang kenyal ini masuk ke tenggorokan. Maklum, saya norak pertama kali kena suhu dibawah minus nol derajat celcius.

Pelayanannya cepat dan harganya tak terlalu mahal (di range 700-1500 yen per porsi). Sangat saya rekomendasikan.

Jam buka : Senin – Jumat (10am – 10pm), Sabtu-Minggu (10am-9pm)

 

2. Halal Ramen Ouka, Shinjuku

Satu set ramen, ayam panggang, telur, dan nasi

Restoran ini lebih fancy daripada Nariyata. Harganya pun sedikit lebih mahal. Rasa mie nya lebih tebal dan kuahnya lebih soft. Porsinya banyak sekali! Saat mie saya sudah habis dan kuahnya masih ada, saya diberikan semangkuk nasi untuk ‘teman’ menghabiskan kuah! :)) *gagal diet*.

Letak Ouka memang di Shinjuku, pusat bisnis Tokyo. Namun ia berada di daerah perumahan warga. Dekat sekolah yang mirip seperti di Doraemon dan sebuah taman yang cukup cantik.

Jam bukanya dari jam 2 siang sampai jam 10 malam pada hari senin-kamis, untuk hari jumat toko ini libur, dan jam 12.30 – 10 malam pada sabtu dan minggu. Range harga sekitar 1200-3000 yen

 

3. Sushiken Asakusa

Set sushi bersama miso sup, cawan mushi, dan ocha

Sushi memang biasanya dari keluarga ikan, harusnya halal-halal saja untuk disantap bukan? Namun kadang yang membuatnya jadi tak halal adalah campuran rice vinegar ataupun mirin pada nasinya. Di Asakusa Sushiken ini kamu tak perlu khawatir, inilah restoran sushi yang bersertifikat halal pertama di Tokyo.

Menurut saya sushi disini enak. Dan kata orang lain yang pernah coba sushi di tempat lain sih, sushi disini tak jauh beda rasanya dengan yang biasa ditemukan di restoran lain. Walaupun bahan-bahannya sudah di substitusi dengan yang halal.

Alamat: Tōkyō, Taitō-ku, Asakusa 2-11-4
Jam buka: Senin-Sabtu, 12:00 – 14:00 (lunch), 17:00 – 24:00 (dinner)
Minggu dan hari libur, 11:30 – 15:00 (lunch), 17:00 – 22:00 (dinner)

Range harga : 1300 – 5000 yen.

 

4. Saray Kebab, Asakusa

Kebab

Karena saya tinggal di Asakusa waktu di Tokyo, jadi saya banyak mengeksplore area ini. Terutama makanannya. For a quick bite, kebab di Nishiasakusa ini bisa jadi pilihan kalau sedang bosan makanan jepang. Letaknya masih di Nishiasakusa, tak jauh dari Sushiken Asakusa.

 

5. *Tempat lainnya akan diupdate nanti kalau ke jepang lagi :)

….

Tips makan halal dan hemat di Jepang

Salah satu supermarket halal di shinjuku

Harga makanan di Jepang memang cukup mahal kalau dibanding Jakarta. Buat kita wisatawan yang mau kesana, ini ada beberapa kiatnya.

  1. Masak. Kalau kebetulan kita menginap di hostel/apartemen yang punya dapur, ini kesempatan kita untuk berhemat. Tentunya tak setiap makan kita memasak. Mungkin bisa untuk sarapan atau makan malam. Untuk daging halal, ada tokonya kok kalau kita mau mencari.
  2. Belanja di supermarket malam hari. Supermarket di jepang kalau menjelang tutup pasti akan banyak barang yang didiskon. Terutama daging, ikan, dan sayuran segar. Bisa sampai 50 persen! Ini kesempatan kita untuk berhemat, hehe.
  3. Makan di restoran pada siang hari. Di Jepang, harga makan malam selalu lebih mahal daripada makan siang. Bahkan pada menu yang sama! Jadi kalau ingin mencicipi kuliner di tempat makan favorit, cobalah datang saat sajian makan siang.
  4. Perhatikan bahan-bahannya. Kalau bukan dari restoran yang halal certified, coba perhatikan jenis makanan dan bahannya. Misalnya saja Soba, mie dingin dengan kuah kecap asin ini memakai kuah kaldu ikan (dashi) dan rumput laut. Seharusnya aman-aman saja dimakan. Juga tempura, sashimi, sushi. Yang perlu hati-hati adalah sausnya. Kadang ada yang dicampur oleh sake untuk penyedap. Kalau ragu, coba tanyakan penjualnya.

Link bermanfaat lainnya.

 

6 COMMENTS

  1. duh, ramen gue doyan bangeeeet. pertama ke Jepang tahun 2013 lalu setengah mati cari ramen halal, cuma ketemu satu rekomendasi di Shinjuku, tapi enggak berhasil ketemu restonya, hiks.

    baru bisa makan ramen halal malah pas di Hokkaido, soalnya ibukotanya Sapporo lagi promo wisata halal. senang, sih, sekarang Jepang lebih melek terhadap turis yang butuh makanan halal.

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')