Category: Travel Story

  • Di Antara Langit dan Bumi

    Suku bajo tak lagi nomaden di laut. Mereka menetap di atas tiang-tiang yang tertancap ke dasar laut. Jembatan-jembatan ini adalah jalan yang menghubungkan setiap nafas di kampung ini. Bahkan, jembatan ini punya juga punya nama seperti jalan aspal pada umumnya. Foto ini untuk memeriahkan Turnamen Foto Perjalanan Ronde ke 27 disini. Thanks!  

  • Pianemo : Wayag versi KW

    “Macam kaki Jawa saja kau pakai sepatu segala,” kata Saka, pemandu kami, kepada Rudi, pemandu kami yang lain. Sebetulnya pilihan alas kaki Rudi sudah sangat tepat. Karena kita akan mendaki sebuah gunung karang. Bebatuannya tajam, sangat berbahaya. Saya pun memakai sarung tangan agar tak terluka saat berpegangan di karang.

  • Desa-Desa Wisata di Raja Ampat

    Dari jauh, Arborek sudah memikat. Pulau hijau kecil yang melayang di tengah birunya samudera nampak seperti dunia fantasi. “Selamat datang di desa wisata Arborek,” begitu tulisan di atas gerbang pintu desa ini menyambut saya. Desa wisata, adalah sebuah predikat yang diberikan pemerintah daerah untuk sebuah desa percontohan.

  • Berdansa dengan si Penari Laut

    “Nanti kita bergerak memutar mengikuti arus hingga ke dasar laut, lalu semuanya diam di batas karang yang sudah ditentukan,” kata om Saka, divemaster kami. “Macam nonton bioskop saja kita dibawah nanti, jangan terlalu banyak bergerak, kalo banyak bubble nanti dia kabur,” ia menambahkan. Tepat pukul tujuh pagi, sesaat setelah briefing,  kami meninggalkan dermaga Mansuar. Laut pagi ini tenang,…

  • Mioskon – Pulau 67 Trilyun

    Penyelaman pertama kami nampak tak disambut hangat oleh sang surya. Mendung menggelayut. Kapal kami sedikit terbanting gelombang saat mencoba menimurkan diri dari Pulau Mansuar. Tak ayal, rekan saya om @motulz mulai mengeluarkan isi perutnya. Saya yang lama tak melaut dengan kondisi seperti ini pun mulai merasa terhuyung.

  • Raja Ampat : An Epilogue

    Layaknya matahari, saya percaya, Indonesia akan terbit dari timur. Dari Sabang sampai Merauke, memanjang dari barat ke timur, gugusan bentang alam hijau negeri kita ini selalu menggoda siapapun untuk menjejakan kaki dan menjelajahi seluruh isinya. Ini bukan bualan semata. Walaupun negeri ini tak punya keindahan musim semi seperti negeri sakura, selimut-selimut debu di negeri timur…

  • Mencumbu Karang-Karang ‘Fotogenik’ Desa Sawarna

    Ketika menyaksikan puluhan kepiting berlarian tergesa-gesa menuju daratan layaknya tentara yang siap berperang, saya tahu saya sedang tidak berlibur di tempat yang salah. Berdiri di celah-celah karang yang berair jernih sambil memandang biota-biota laut kecil yang sedang bersantai, saya merasa sedang snorkeling tanpa menceburkan diri ke laut. Di sebelah kanan saya, sebuah batu karang berbentuk kerucut…

  • Enjoying sunset at Dermaga Galau

    “Bobane artinya pantai, hena berarti pinang, jadi bobane hena itu pantai yang banyak pohon pinang,” kata seorang nelayan, ketika saya tanya nama pantai ini. Ibarat artis ibukota, Bobane hena pun punya nama populer di kalangan turis. Namanya adalah dermaga galau, pantai galau. Tak habis pikir kenapa namanya bisa agak alay seperti itu.