• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Indonesia / Dari Balik Layar Tim Wakatobi Indonesia Travellers.

Nov 28 2012

Dari Balik Layar Tim Wakatobi Indonesia Travellers.


Perkenalkan, kami adalah para Indonesia Travellers Agents. Kebetulan, tim kami mendapat tugas di Wakatobi, yang saya baru tahu itu adalah kependekan dari Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Nama-nama gugusan pulau di Sulawesi Tenggara itu disingkat menjadi Wakatobi.

Seharusnya, sebuah tim agents terdiri dari empat orang. Videografer, fotografer, blogger, dan adventurer (host).

Tim Wakatobi : Syiraz, Vindhya, Putra, dan Saya

Namun kenyataan di lapangan tidaklah seperti itu. Saya dan blogger tim kami juga merangkap sebagai videografer untuk membantu videografer utama. Sampai-sampai saya agak menelantarkan tugas utama sebagai fotografer.

Tapi, karena memang produk utama dari event ini memang adalah video, tentu tidak menjadi masalah.

Shooting saat matahari terbit di pantai…ahh lupa namanya :p

Putra, sang videografer utama, bertugas untuk mengambil gambar dari keseluruhan action Syiraz sang adventurer. Saya sendiri bertugas mengambil gambar portrait, beauty shot, dan timelapse. Sedangkan Vindhya sebagai blogger juga bertugas mengambil gambar underwater, karena saat itu hanya ia yang mempunyai lisensi untuk diving.

Konsep video ini mengikuti tema yang ditentukan oleh panitia, “Deeply in love with Indonesia.”

Kami membuat sebuah film pendek dengan jenis travel documentary. Kami fokus ke budaya dan kearifan lokal masyarakat Wakatobi, tidak hanya ke dunia bawah lautnya. Juga dengan alasan kami tidak ada yang berpengalaman mengambil video underwater hehe.

Syiraz, sang adventurer akan bercerita bagaimana ia seorang anak gunung yang pada akhirnya jatuh cinta kepada kehidupan di laut Wakatobi.

***

Wakatobi sangat antusias menyambut kami. Contoh ketika kami ingin melakukan pengambilan gambar penari saat sunset di puncak Tomia, gadis-gadis penari itu dengan senang hati ikut bersama kami untuk menari dengan latar belakang matahari terbenam. Mungkin juga karena faktor adventurer kami yang mirip Dony alamsyah ya haha.

Juga saat kami butuh tarian perang saat sunrise di pantai, anak-anak kecil itu telah siap pukul jam lima pagi dengan kostum tarian perang lengkap, padahal jam 7 nantinya mereka masih akan sekolah.

Suasana shooting di puncak Tomia

Cuaca juga sangat bersahabat. Di saat Jakarta sudah mulai turun hujan setiap hari di November ini, daerah Timur seperti Wakatobi masih terasa sekali sengatan matahari. Sunrise dan Sunset begitu memukau. Kampung bajo pun terlihat wajah terindahnya. Saat saya melihat video rekan kami di destinasi lainnya dengan cuaca yang kurang bersahabat, saat itu saya merasa sangat beruntung sekali.

Kami lebih memilih mobil pick-up untuk transportasi karena praktis dan muat banyak :D

Yang paling saya senang dari tim saya wakatobi adalah kerja yang cepat. Kami tidak banyak bicara, karena menurut saya masing-masing dari kami sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Videographer kami si mas gondrong Putra juga sudah sangat berpengalaman, saya kagum dengan daya visualisasi beliau. Pendamping kami si Om Bolang juga enak untuk diajak kerjasama dengan kami, bahkan sampai mengubah itenerary yang berujung adu mulut dengan si tour agent haha.

Kampung Bajo, diambil dari timelapse kami

Syukur Alhamdullilah, tim Wakatobi berhasil menjadi tim terbaik di acara Indonesia Travelles. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pengerjaan film pendek yang sederhana ini. Semoga video-video para agents sedikit banyak dapat membantu pariwisata Indonesia.

Terima kasih!

photo by Indonesia.travel

(masih teaser, tunggu versi full-nya diupload yah)

And finally this is the full version

What the judge say ( 3:35)

 

** Tapi, lain kali saya mau kembali ke Wakatobi untuk liburan. Karena lima hari perjalanan ini sangat ‘kejar tayang’ sehingga waktu kami untuk bersantai menikmati Taman Laut Wakatobi sangat sedikit sekali, saya hanya sempat diving sekali disana.

** Foto yang ada watermark @lostpacker diambil oleh, om Bolang. Versi lengkapnya disini dan versi saya disini

 

Written by wira · Categorized: Indonesia, Sulawesi, Thought, Travel Video · Tagged: #idtravellers, Indonesia Travellers, travel video indonesia, wakatobi

Reader Interactions

Comments

  1. Adnan Hidayat Prihastomo says

    28 Nov ’12 at 08:57

    Wow, mantap…..ini membuat filmnya dalam rangka lomba?

    Reply
    • wira says

      28 Nov ’12 at 08:59

      semacam itu lah haha

      Reply
  2. Mrs.Single (@rizkitalubis) says

    28 Nov ’12 at 09:41

    keren sekeren-kerennyaaaaaa!!!!!!!

    Reply
    • wira says

      3 Dec ’12 at 06:08

      Makasih ya kaka Rizkita sudah hadir, semoga tidak galau lagi :D

      Reply
  3. indobrad says

    28 Nov ’12 at 12:03

    selamat bro. foto2 dan tulisan lo selalu keren :)

    Reply
  4. Mehdia says

    28 Nov ’12 at 12:25

    Congratz ya Wakatobi Agents!
    Sayang banget kelewat acara itu, huhuu :(
    Kalo mau balik ke Wakatobi lagi, ajak2 Wir.. Kali aja aku dpt rejeki ikutan :D

    Salam Nusantara,
    Mehdia

    Reply
    • wira says

      3 Dec ’12 at 06:10

      Wah iya sayang banget ya telat mba meh haha. Okee mba, aku juga belom puas banget disana karena cuma kejar tayang, baru diving sekali pula.

      Salam dahsyat.

      Reply
  5. vindhya says

    29 Nov ’12 at 21:40

    Dapet goodie bag apa? Punya gue manaaa? Ahahaha…

    Reply
    • wira says

      3 Dec ’12 at 06:07

      preett hahaha

      Reply
  6. Acen says

    4 Dec ’12 at 09:42

    Seriously, kece sekece kecenya..

    Reply
  7. cumi says

    10 Dec ’12 at 20:38

    kampung bajo ini yg tempat syuting ny afim mirror yaaaa

    Reply
  8. Maharsi Wahyu K says

    14 Dec ’12 at 04:48

    pokoknya aku nungguin video full nya, kampret lama amat wir nongolnyaaaa hahahaha

    Reply
  9. Noval says

    10 Jan ’13 at 11:23

    HAi tim Wakatobi saya Noval dari Wakatobi kebetulan kerja di Dinas Pariwisata kabupaten Wakatobi tpi skrg lgi dpet rejeki schlarship di Perth…sebelumnya Selamat atas prestasi kalian. Salut . Filmnya sangat exotic benar benar indonesia. saya jadi rindu pengen pulang ke Wakatobi…selamat ya and thanks for presenting Wakatobi such amazing..

    Reply
  10. amethyst01 says

    25 Feb ’13 at 15:55

    Four thumbs up buat tim ini :) keceeee abizzz…. salam hangat buat semuanya..

    Reply
  11. laodeaseprianto@yahoo.com says

    29 Mar ’14 at 12:34

    wakatobi memang jhie….

    Reply
  12. amelia says

    29 Oct ’14 at 13:51

    Pasti yang nonton ini merasa terdoktrin untuk pergi kesana.

    Reply
  13. Herdy Mertadinata says

    17 Sep ’16 at 11:26

    ajib pisan,, kualitas Discovery Channel

    Reply

Trackbacks

  1. 12 Foto Favorit Saya Tahun 2012! | Wira Nurmansyah says:
    21 Dec ’12 at 16:37

    […] Sunset di kampung bajo Wakatobi  saat saya sedang membuat timelapse untuk video Indonesia traveller. […]

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Fujifilm X-T100 Review : Mirrorless Seri X-T Termurah!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...