• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Culinary / Horom Sasadu : Eat like a Boss!

Aug 05 2013

Horom Sasadu : Eat like a Boss!

Mempersiapkan atap sasadu
Mempersiapkan atap sasadu

“HAAAAAAAAAAAA,” seorang tetua berteriak keras sekali dan seketika ada tiga orang yang melompat ke atas atap. Mereka bersiap, mengambil ancang-ancang di setiap sisi dan tengah, dan membawa serta bambu panjang yang panjangnya sama dengan rumah tersebut.

Pandangan mata sang tetua terlihat tajam, tak bergeming, fokus ke atas atap rumah. Musik adat yang mirip gamelan – tetapi dengan dentuman yang cepat mengiringi ritual ini. Sang tetua menunjuk ke atas, dan berteriak sekali lagi. Tiga orang tersebut langsung melesat berlari ke atas atap. Bambu yang mereka bawa adalah sebuah puncak atap rumah ini, sasadu.  Penonton berteriak riuh karena melihat salah satu pemasang atap hampir tergelincir. Hap! Akhirnya atap pun terpasang , mengawali acara utama yang baru akan dimulai –  Horom Sasadu.

Upacara yang dilakukan oleh suku sahu di Halmahera barat ini digelar dua kali setahun, yaitu saat panen dan saat akan menanam kembali. Horom sasadu ini adalah pesta makan besar. Semua warga desa makan di satu atap rumah yang luas, makan hasil panen mereka sendiri. Konon, acara pesta ini dahulu diadakan selama sembilan hari sembilan malam. Namun, saat ini cukup semalam saja. Dan, saya merasa sangat beruntung bisa membantu mereka menghabiskan makanan malam itu.

Memasang atap sasadu
Memasang atap sasadu

Setelah atap terpasang, ada satu hal menarik yang dilakukan oleh suku sahu. Mereka mencuci tangannya sebelum pesta dimulai. Tidak dengan air biasa. Tapi air yang dicampur dengan bunga dari pohon pinang. Katanya sih, untuk mensucikan tangan mereka sebelum memulai musim tani kembali.

Ritual cuci tangan
Ritual cuci tangan

Sore hari menjelang pesta, para ibu sudah mempersiapkan masakan andalannya. Bau-bau rempah sudah masuk ke hidung saya. Perut sudah lapar, tapi saya harus tetap menunggu hingga malam hari. Saya berjalan-jalan di sekeliling desa dan melihat aktifitas mereka. Ada yang sedang menjemur pala, ada yang sedang menyuling cap tikus (zzz!), ada pula yang sedang berendam di sungai dekat desa ini –  yang airnya hangat karena memang letaknya di bawah gunung berapi.

Malam pun tiba, setelah mereka melakukan ritual doa terlebih dahulu, kami pun para tamu dipersilakan makan sepuasnya! Menunya sangat beragam, namun didominasi ikan. Inilah highlight menu makan malam buffet a la Jailolo!

Nasi Cala yang sedang dipersiapkan
Nasi Cala yang sedang dipersiapkan

Nasi Cala. Atau juga bisa disebut nasi kembar. Saya pikir ini nasi jaha, tetapi ternyata berbeda. Nasi jaha menggunakan beras ketan, sedang nasi Cala memang beras biasa. Nasi cala dibungkus menggunakan daun pisang, dibentuk silinder, dimasukan ke dalam bambu panjang. Dan kemudian dibakar! Nasinya menggumpal menjadi mirip lontong, dan baunya sangat nikmat bercampur dengan daun pisang.

Suku sahu jarang makan nasi disini karena cukup langka. Mereka hanya maka nasi di waktu-waktu tertentu saja. Kami sebagai tamu mendapat kehormatan untuk mencicipi nasi Cala khas mereka ini :)

Pisang mulut bebek. Jangan bayangkan pisang manis sebagai camilan atau makanan pendamping. Awalnya saya pikir pisang ini Pisang ini adalah pisang muda. Pisang ini direbus dengan santan, sehingga masih ada sisa-sisa rebusan santan. Dan makan pisang ini ditemani oleh ikan bakar…loh….? Dan juga sambal terasi..lahh? Ya, memang pisang mulut bebek disana bisa menggantikan nasi!

IMG_5947
All you can eat

Ikan Dabu-dabu manta. Bukan, bukan ikan pari manta yang terkenal di raja ampat itu yang berada di piring saya. Manta berarti mentah. Dabu-dabu adalah jenis sambal jailolo. Dabu-dabu adalah irisan kasar dari tomat, bawang merah, dan cabai. Diaduk rata dan dicampur sedikit kemangi dan perasan jeruk nipis. Ada juga sambal colo-colo. Bedanya, colo-colo bumbu tersebut akan ditumbuk menjadi sambal pada umumnya. Rasanya? Gurih ikan tongkol dicampur segarnya sambal membuat lidah tak berhenti mengunyah.

IMG_5962

Makan bersama
Makan bersama

Cap tikus. Sepertinya ini minuman wajib saat pesta adat. Saya muslim jadi tak bisa meminumnya. Tapi melihat reaksi teman saya yang mencobanya, terlihat memang kadar alkoholnya sangat tinggi. “Mirip vodka…..,” kata teman saya itu dengan mukanya yang memerah.

Masih banyak kuliner yang disajikan, yang saya juga tak tau apa namanya. Genderang terus bertabu mengiringi pesta malam itu. Semua orang tertawa dan horom sasadu pun sukses membuat lidah saya bergoyang sepanjang malam ~

 

Written by wira · Categorized: Culinary, Indonesia, Maluku & Papua, Travel Story · Tagged: festival teluk jailolo, festival teluk jailolo 2013, halmahera, horom sasadu, jailolo, kuliner, maluku

Reader Interactions

Comments

  1. Tekno Bolang says

    5 Aug ’13 at 19:55

    kerennnn, suka banget sama foto cuci tangannya, juara ekspresinya kak

    Reply
    • wira says

      5 Aug ’13 at 20:20

      Makasih ommm :D

      Reply
  2. yans says

    7 Nov ’13 at 09:48

    Om wira,

    itu all you can eat tiap orangnya dikenakan biaya berapa?
    hehe

    menggiurkan bgt soale

    Reply

Trackbacks

  1. 10 Foto Favorit Saya Tahun 2013 says:
    11 Dec ’13 at 14:16

    […] para warga desa ikut makan besar horom sasadu, mereka mencuci tangannya secara bersama-sama dengan air yang dicampur bunga pinang. Horom artinya […]

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Fujifilm X-T100 Review : Mirrorless Seri X-T Termurah!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...