• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Hiking & Trekking / Menapaki eksotisme hutan tropis cibodas menuju puncak Gede

Apr 08 2012

Menapaki eksotisme hutan tropis cibodas menuju puncak Gede


gede-pangrango dari kejauhan
Gede dan pangrango dari kejauhan

Masih jauh gak, mas?” ucap kawan saya. Ia nampak sangat kelelahan dengan ransel besar yang dibawanya. Tidak heran, baru kali ini dia mendaki gunung.

“Sedikit lagi,” ucap saya menghiburnya, walau sebenarnya masih jauh.

Secara fisik anggota tim kami waktu itu bisa saya katakan cukup kuat, karena kami cukup sering bersepeda jarak jauh. Tetapi kekuatan mental ternyata sangat berpengaruh besar dalam pendakian.

Taman nasional gunung gede pangrango adalah taman nasional yang paling sering dikunjungi di Indonesia. Wajar, karena letaknya berdekatan dengan kota-kota besar Jabodetabek. Untuk mendaki gunung gede, harus dilakukan pendaftaran terlebih dahulu di website taman nasional

Hijaunya hutan tropis jalur cibodas membuat paru-paru saya berterima kasih. Udara yang segar dan bersih, serta hijaunya dedaunan khas hutan tropis Indonesia memanjakan saya selama perjalanan. Suara kicauan burung yang merdu, suara air sungai yang mengalir, dan suara angin yang berhembus menjadikannya sebuah simfoni kehidupan yang syahdu.

Hutan di jalur cibodas termasuk hutan yang cukup lebat. Sungai mengalir hampir sepanjang perjalanan, membuat para pendaki tidak kekurangan air minum.

Telaga biru

Kesunyian telaga biru

Langkah saya terhenti disini. Bukan karena kelelahan, tetapi karena terkesima dengan danau kecil nan cantik ini. Telaga biru, dinamakan demikan karena telaga ini berwarna biru-kehijauan. Setelah saya perhatikan, warna biru ini timbul karena banyak ganggang biru yang tumbuh disana.

Ikan-ikan berukuran besar hidup di telaga biru, saya melihat ikan mas berukuran hingga 30-50 cm berenang dengan tenangnya disana. Sinar mentari menembus pepohonan yang rindang menambah irama dalam kesunyian telaga. Buat yang mencari ketenangan, tempat ini sangat saya rekomendasikan.

Setelah telaga biru, saya bertemu persimpangan. Kanan ke curug cibereum, kiri untuk melanjutkan jalur pendakian.

Pos air panas

Dua jam berjalan setelah telaga biru, saya disambut oleh kepulan asap. Ya, ini adalah sumber air panas alami yang berasal dari kawah gunung gede. Setiap pendaki yang lewat jalur cibodas harus menyusuri jalur ini.

Sensasinya luar biasa, kita diharuskan menyebrangi air terjun panas dengan berpegangan ke tali. Batu-batu di aliran air panas sangat licin. Tunggulah jalur kosong baru kita lewati, jangan sampai berpapasan karena sangat berbahaya.

Di shelter setelah air panas, saya melihat beberapa anak kecil sedang bermain-main di sungai air panas. Agak kaget juga ada anak kecil yang sudah bisa naik ke gunung, tetapi wajah-wajah mereka sangat bahagia.

“Teruskan hobimu ini nak, tetapi jadilah pendaki yang bertanggung jawab atas perbuatannya, janganlah merusak alam Indonesia yang indah ini. Supaya anak cucu kalian kelak juga bisa menikmatinya,” benak saya dalam hati.

Kandang batu dan Kandang badak

Sepanjang perjalanan menuju puncak gede, hutan mendominasi. Banyak pohon yang tumbang disini, mungkin karena badai pada musim hujan lalu. Dari sini kami diguyur hujan lebat hingga kandang badak. Ada teman yang kondisinya drop disini. Jiwa porter saya pun keluar dan akhirnya saya membawakan ranselnya hingga kandang badak.

Luar biasa, membawa dua carrier hujan-hujanan dalam hutan sambil nanjak itu sesuatu banget haha.

Sesampainya di kandang badak, tenda langsung didirikan di tengah hujan. Dan hingga malam tiba pun hujan tidak berhenti turun. Kami cuma bisa berdiam di tenda, berharap esok hari cuaca cerah

Summit attack

Subuh saya terbangun, melihat ke atas, bintang bertaburan. Segera saya membangunkan teman-teman untuk naik ke puncak. Tanjakan setan kami lewati dan akhirnya keluar dari hutan. Ini adalah pandangan pertama kami ketika keluar dari hutan. Subhanallah.

Pangrango dari tanjakan setan
Saat keluar hutan gunung gede

Dari atas puncak gunung gede, terlihat jelas kota di sekelilingnya. Sukabumi, Cianjur, dan Cibodas terlihat jelas. Eksotisme padang surya kencana sudah terlihat dari puncak, sayang kami tidak sempat untuk mengunjunginya.

Pelangi :)
Boleh nampang dikit dong :D
view ke arah barat daya
Turun dulu kk

Gunung gede menyimpan sejuta pesona keindahan. Flora dan fauna sangat beragam disini. Pohon rasamala berumur ratusan tahun banyak dijumpai disini, kami juga berjumpa dengan owa jawa dan beberapa jenis burung.

Tetapi sayang, masih ada pendaki yang belum disadarkan dari kekhilafannya. Masih ada yang membuang sampah sembarangan, apalagi di pos-pos. Saya melihat banyak sampah plastik di dekat mata air kandang badak. Sungguh sangat disayangkan.

Sudah sepatutnya kita sebagai manusia untuk menjaga alamnya sendiri. Paling tidak, janganlah meninggalkan apapun di alam bebas. Jangan mengambil apapun kecuali foto dan jangan membunuh apapun kecuali waktu.

Salam lestari!

Written by wira · Categorized: Hiking & Trekking, Indonesia, Jawa · Tagged: air panas, cibodas, cipanas, gede, kandang batu, pangrango, suryakencana

Reader Interactions

Comments

  1. Riza says

    8 Apr ’12 at 11:52

    aseeeek, , cuman fotoku yang gak ada, , wkwk

    Reply
    • wira says

      8 Apr ’12 at 12:39

      fotomu merusak keindahan gunung gede hahaha :))

      :peace:

      Reply
  2. verra says

    14 Apr ’12 at 22:34

    asik bget,,, teringat waktu mendaki ke sana,,,
    tetap indah dan tak berubah meski 5 tahun yg lalu……

    Reply
  3. mira says

    25 Apr ’12 at 12:53

    idih wira kece abisssssss

    Reply
    • wira says

      25 Apr ’12 at 13:21

      aku emang kece mir lalala :lol:

      Reply
  4. Boi says

    16 May ’12 at 06:12

    kapan – kapan boleh ikut donk foto landscape sama bro wira hihih

    Reply
  5. Sasongko19 says

    28 Jul ’12 at 21:33

    btw..itu salah satu potony kok kyak ada lingkaran pelangi dan di tengahnya kyak ada sesuatu.. fenomena indah apa itu ya?

    Reply
    • wiranurmansyah says

      29 Jul ’12 at 18:52

      ya pelangi hahaha, gatau itu di tengahnya apa. Tapi emang ini pelanginya kecil banget

      Reply
  6. jarijarikepo says

    19 Oct ’12 at 14:53

    Ahhh.. jkemaren pengen ke Gede tapi nyasarnya ke Pangrango, lewat jalur Genger Bentang (kemaren Gede lagi ditutup). Kebayang mendaki 14 jam nonstop sampai puncak “bayangan” Pangrango, ditambah 3 jam lagi mendaki untuk summit attack. :(

    Desember pengen ke Gede lagi nih.. :D

    Reply
  7. nyla says

    3 Oct ’13 at 13:39

    Mau tanya donk..
    Di atas dtulis stlah telaga biru ktmu perspangan ke kanan ke curuk cibereum…
    Qra” dr telaga biru masih jauh ga ke curuk.nya..
    Saya sempat mau ke curuk itu..
    Tp bru sampe telaga turun lg..
    Qoz jauh bgt.. Ga sampe”.. :(

    Reply
    • Ismi dalila says

      8 Jan ’16 at 13:57

      DARI TELAGA BIRU KE CURUG LUMAYAN JAUHH …. LEWATIN 2X JEMBATAN GTUUU

      Reply
  8. fanny Joe says

    16 Nov ’13 at 14:14

    Telaga biru itu kira-kira setengah perjalanan ke curug. Dinikmati aja, pasti sampe kok ;)

    Reply
  9. fara aisyah savitri says

    2 Nov ’14 at 12:26

    mempesona

    Reply

Trackbacks

  1. Dibawah Dinginnya Kabut Pagi Ranu Kumbolo says:
    18 Sep ’12 at 15:55

    […] bermalam di Ranu kumbolo, saat perjalanan berangkat dan pulang. Tidak seperti Gunung Rinjani atau Gunung Gede yang memiliki beberapa jalur, semeru hanya memiliki satu jalur menuju Mahameru, sehingga mau tidak […]

    Reply
  2. Review Backpack : Deuter ACT Lite 40 says:
    5 Oct ’12 at 21:23

    […] served me really well. Mulai dari gunung gede, semeru, hingga rinjani, tas ini sangat cocok dan ukurannya sangat pas. Bahkan saya pakai tas ini […]

    Reply
  3. Naik-Naik ke Puncak Wayag | Wira Nurmansyah says:
    5 Dec ’12 at 11:37

    […] tanjakan wayag ini sungguh berbahaya. Kemiringan bisa sampai 80 derajat. Bagi yang pernah naik gunung gede, kurang lebih seperti tanjakan setan, tapi murni bebatuan dan tanpa tali pengaman! Itu bukit batu […]

    Reply
  4. 15 Foto Favorit Saya Tahun 2012! | Wira Nurmansyah says:
    17 Dec ’12 at 19:00

    […] Foto ini saya ambil saat mendaki gunung gede-pangrango lewat Cibodas. Sayang, waktu itu kami tidak sempat ke Surya Kencana karena ada rekan yang kurang sehat. Cerita selengkapnya ada disini. […]

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 15 Tips Fotografi Landscape
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...