• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Media Trip / Menculik Cinta di Desa Sade

Oct 09 2013

Menculik Cinta di Desa Sade

sade

Bulan purnama sudah muncul. Warga desa sudah kembali beristirahat di rumahnya masing-masing, hanya ada beberapa jangkrik yang masih sibuk bersahutan.

Di sebuah lumbung padi tua milik seorang kepala desa suku Sasak, ditemani sebatang lilin, Iman bersama seorang sahabatnya Udin, mengintai sebuah rumah dari lubang kecil.

“Aku tahu biasanya dia akan keluar sekitar jam ini untuk mengambil air,” Iman berbisik kepada kawannya.

“Baik, nanti kalau dia keluar, aku akan alihkan perhatian dia, lalu kau siap-siap dari belakang,” ujar Udin.

Iman tersenyum penuh kemenangan. Sudah lama ia menantikan momen ini. Malam ini, ia ingin sekali bertemu dengan seorang gadis pujaannya, Uci, anak seorang kepala Desa.

Iman adalah seorang pemuda gagah dari Desa Sade. Kulitnya legam, perawakannya seperti orang timur tengah, tapi dengan rambut pendek ikal. Iman hanya rakyat desa biasa. Sehari-hari pekerjaannya mengantarkan turis berkelilng desa ini.

Namun, sejak kecil ia jatuh hati kepada Uci. Uci adalah seorang gadis manis dan mungil berkulit putih. Senyum uci yang merekah bagai bunga matahari yang baru mekar selalu membuat Iman melayang-layang. Dan malam ini, Iman berencana untuk menculik Uci.

Menculik? Hey, apa yang sedang ia pikirkan!?

***

Nenek penjual kain tenun Sade
Nenek penjual kain tenun Sade

Sayup sayup cahaya bulan meredup. Malam makin dingin, namun Uci tak juga keluar. Iman semakin tak karuan menunggu.

“Eh, kok lantainya licin ya? Baunya agak aneh pula?” tanya kawan Iman.

Suasana hening sejenak.

“AAAAAAAAAAAAA,” Iman dan kawannya berteriak, namun secara spontan mereka menutup mulut masing-masing.

“Sial! Aku lupa lantainya baru dibersihkan dengan kotoran Sapi tadi sore, masih belum kering,” kata Iman.

“Konyol kau! Ah, ayo kita keluar saja,” sungut kawannya

“Ehhhhhh, janganlah dulu. Bernapas saja dengan mulut. Aku kan sudah menolongmu menculik Mumun, bantu aku sekali ini saja,” kata Iman dengan muka mememelas.

“Baiklah. Tapi, aku masih heran, kenapa kotoran sapi? Semen untuk bagun lantai rumah pun dicampur kotoran sapi biar kuat. Masih harus dipel dengan kotoran sapi lagi?” tanya kawan Iman.

“Ah kau ini. Ini tradisi desa kita. Karena kotoran kerbau atau sapi tidak bisa bersenyawa dengan tanah liat yang ada di dusun ini, maka materi campuran ini berfungsi sebagai zat perekat. Lantai rumah tak akan menjadi lembab. Selain itu juga bisa menjadikan lantai mengkilap dan dapat mendinginkan rumah pada musim kemarau, serta menghangatkan rumah pada musim penghujan.” Iman memulai ceramahnya.

“……….,”

“Psssst. Lihat itu Uci sudah keluar. Aku kan keluar duluan untuk mengajaknya berbincang. Kau lewat jalan belakang, cepat!” Udin memberikan instruksi.

Masjid Desa Sade
Masjid Desa Sade

Udin pun menghampiri Uci.

“Halo Uci, sedang apa malam-malam begini?” Udin pura-pura bertanya.

“Eh,Udin. Ini, aku sedang mengambil air ke sumur belakang,” jawab Uci dengan polos, sambil tersenyum. Iman memandangnya dari jauh. Hampir-hampir dia pingsan melihat senyum Uci.

“Sini, biar aku bantu. Nampaknya kau sudah sangat lelah,” Udin menawarkan bantuan

“Tak usah, din. Nanti merepotkan kamu,” Uci menolak halus.

“Ah, tak apa, mari sini,” Dengan sigap Udin mengambil ember yang dibawa Uci. Uci pasrah menerima ‘kebaikan’ Udin.

Melapisi lantai dengan...
Melapisi lantai dengan…

Mereka berjalan ke sumur di belakang rumah, dekat pintu masuk hutan. Udin mengambilkan air dari dalam sumur dengan lambat untuk mengulur waktu. Seketika, bagai harimau Iman menyergap Uci dari belakang. Uci memberontak dan mencoba berteriak. Namun, apa daya dengan badan yang mungil, ia pun tak mampu melawan. Mata mulutnya ditutup, dan dimasukan mobil Terios milik bang Udin.

Iman mendekatnya mulutnya ke telinga si gadis malang dan berkata lembut,”Ayo ikut aku.”

Namun, diam-diam Uci malah tersenyum.

***

Tetangga Iman
Tetangga Iman

Keesokan harinya, Iman langsung bergegas menuju rumah sang kepala desa, yang tak lain adalah ayah Uci. Mereka duduk di sebuah bale bambu yang ukurannya seperti lapangan bulu tangkis, tempat biasa para warga bermusyawarah.

“Saya ingin menikahi anak bapak,” kata Iman memulai pembicaraan, tanpa basa-basi.

“Kau kemanakan anakku!!?” gertak sang kepala desa.

“Dia aman bersama saya pak,” jawab Iman sedikit gemetar.

Kepala desa berpikir sejenak. Lalu menghela nafas. Raut mukanya tak senang, namun ia tak punya pilihan.

Fighting!
Fighting!

“Sesuai adat kita, kau sudah berhasil menculik anakku tanpa sepengetahuanku. Aku akan nikahkan kamu dengan Uci. Tapi, apa yang kau bisa berikan kepada kami?” ujar kepala Desa.

“Aku tak bisa berikan apa-apa saat ini. Tapi, aku berjanji, aku akan menjadi suami yang terbaik untuk Uci. Aku akan menjaga Uci sampai akhir hayatku,” kata Iman sambil memandang mata kepala desa.

“Kau pemuda hebat. Aku memang sudah menunggumu sejak lama. Kemarilah anakku,” kepala Desa pun tersenyum bahagia. Uci yang melihat dari kejauhan pun berbahagia. Ia juga telah mencintai Iman sejak lama. Namun ia tak mampu mengungkapkannya.

***

Pesta pernikahan berlangsung meriah. Seluruh desa pun ikut merayakan kebahagian ini. Mereka memakai baju pengantin adat yang ditenun langsung oleh para ahli tenun Sade yang dibuat berbulan-bulan. Mereka saling memandang dan tersenyum bahagia.

“Uci, bolehkan aku bertanya sesuatu,” tanya Iman.

“Ingin bertanya apa, sayangku?”

“Emmm…masih bolehkan aku menculik yang lain?”

….

Written by wira · Categorized: Media Trip, Travel Story · Tagged: lombok, sade

Reader Interactions

Comments

  1. aphroditeluvapple says

    25 Aug ’13 at 11:33

    cerita cinta yng sangat menarik

    Reply
  2. Lalu Abdul Fatah says

    25 Aug ’13 at 11:50

    Mas, saya juga pernah bertemu gadis cilik di foto terakhir itu. Dia penjual pernak-pernik di Sade. Saya lupa namanya. Namun, dulu sempat membeli dua biji hasil kerajinan yang ia jual. Semoga ia terus bersekolah :)

    Reply
    • wira says

      25 Aug ’13 at 12:02

      Iya, semoga ya mas :D

      Reply
  3. @premous says

    25 Aug ’13 at 19:03

    Percintaan kamu gimana, Wir….:D
    pertanyaan blunder sebenernya :|

    Reply
    • wira says

      25 Aug ’13 at 19:29

      Aku masih polos kak belum kenal cinta-cintaan :|

      Reply
      • Philardi Ogi says

        28 Aug ’13 at 17:34

        yaaah padahal mau dijodohin wir sama temen gw hahaha…

        Reply
  4. kazwini13 says

    26 Aug ’13 at 08:30

    pertanyaan terakhirnya…. -__-

    Reply
  5. Indra Setiawan says

    26 Aug ’13 at 11:35

    Aku juga mau di culik kak :-)

    Reply
  6. om ganteng says

    26 Aug ’13 at 17:23

    artikelnya sangat inspiratif sekali mas.. seneng saya bacanyaa..

    salam kenal yaa..
    berkunjung kembali…

    Reply
  7. Jalan2Liburan (@jalan2liburan) says

    27 Aug ’13 at 04:20

    makin ciamik aja gaya tulisanmu kak..love it :)

    Reply
  8. hujantanpapetir says

    28 Aug ’13 at 15:17

    wah, ikutan lomba ini toh….
    wah, menarik tulisannya. :)

    Reply
  9. Philardi Ogi says

    28 Aug ’13 at 17:33

    Keren gilak…selalu terkesima liat foto2 potrait nya Wir…

    Reply
  10. Fahmi Anhar says

    30 Aug ’13 at 13:32

    harga selendang tenun yang ukuran kecil itu berapaan kak? pengen ngumpulin koleksi…

    Reply
  11. arifadlillah says

    31 Aug ’13 at 21:26

    Saya suka liat potret2 nya :D

    Reply
    • wira says

      1 Sep ’13 at 10:32

      Terima kasih, kak!

      Reply
  12. DebbZie says

    31 Aug ’13 at 22:55

    Suka banget baca ceritanya, foto2nya juga selalu keren euy! :D

    Reply
    • wira says

      1 Sep ’13 at 10:33

      makasih mbaaaaaaa!

      Reply
  13. cumilebay.com says

    1 Sep ’13 at 14:27

    Suka banget ama syal warna-warni khas sade ini :)

    Reply
  14. putri haedar says

    9 Sep ’13 at 16:59

    Haloo Vloggers,

    Saya putri dari VIVAlog, meminta biodata lengkap lomba blog “Jelajah 7 Keajaiban Nusantara” #terios7wonders berhubung email masuk banyak dan mungkin ke skip jadi di minta untuk mengirim data lagi dengan Subject : DATA LOMBA BLOG TERIOS7WONDERS (CAPSLOCK) , sebagai berikut:

    Nama lengkap:
    Username VIVAlog:
    Alamat lengkap:
    No Hp:
    Link Blog:

    kirim ke email: putri.megasari@viva.co.id

    Karena hari ini adalah hari penjuarian, diminta untuk secepatnya mengirim data.

    Regrads,
    Putri

    Reply
  15. mahyan ariyandi says

    3 Oct ’13 at 10:02

    bagus kali ceritanya, . tapi penasaran mana bages dan dininya, . ?

    Reply
    • Abdurrahman Bages says

      14 Nov ’14 at 00:10

      hahahaahahahahaaa…
      iya Wir, saya dikemanain? :D

      Reply
  16. rika says

    10 Oct ’13 at 21:59

    hahahaa.. kocak banget ceritanya, eh tapi emang bener ya adat desa Sade begitu? kalau berhasil menculik brarti bisa nikahin anak gadisnya? trus itu lantai emang dicampur kotoran sapi ya? wadduhh, klu siang matahari terik apa ngga nguap tuh bau kotoran sapinya? :D

    Reply
  17. olen says

    11 Oct ’13 at 16:39

    Foto neneknya sama persis. Ceritanya lucu deh kang. Sayang kita ga ketemu. Pas aku otw ke bandara lewat sade Teriosnya udah ga ada

    Reply
  18. Mutiara Cinta says

    14 Oct ’13 at 07:01

    wonderful. Indonesia

    Reply
  19. Partus Set says

    14 Oct ’13 at 07:01

    wah keren sekali kainnya

    Reply
  20. puput says

    16 Oct ’13 at 16:03

    Wah kayaknya ini keinginan pribadi menculik Uci yang gak kesampaian… hayo ngaku, gw ada banyak bukti nih :P

    Reply
    • wira says

      17 Oct ’13 at 18:50

      mana mana keluarin! :D

      Reply
  21. Fahmi (catperku.info) says

    18 Oct ’13 at 18:38

    aku juga ikutan nyulik ya…… *hening*

    Reply
  22. man says

    20 Oct ’13 at 09:17

    Wah bayar tuh,nama gw di pake buat cerita cintanya hehehehe

    Reply
    • wira says

      21 Oct ’13 at 06:24

      Ini bang iman T2 bukan? Maap ye bang hahaha

      Reply
  23. lucianancy.com says

    21 Oct ’13 at 01:06

    CULIK AKU WIR, CULIK AKUU! hahahaa..

    Reply
    • wira says

      21 Oct ’13 at 06:23

      AS YOU WISH HAHAHAHA

      Reply
      • wismayanti says

        21 Oct ’13 at 13:47

        wah nyuliknya pake terios ga nehhh…. :p

        Reply
  24. man says

    21 Oct ’13 at 18:45

    T2 monitor nih….mana fotonya lagi wir

    Reply
    • wira says

      22 Oct ’13 at 09:22

      poto yang mane bang? poto uci? tenang aja bang ane simpen bae2 :))

      Reply
  25. obin says

    29 Jul ’14 at 14:15

    wow,desa sade lombok tengah,keren foto peresean nya!

    Reply

Trackbacks

  1. Menculik Cinta di Desa Sade says:
    3 Sep ’13 at 09:47

    […] Baca selanjutnya… […]

    Reply
  2. Terios 7 Wonders : A Prologue says:
    2 Oct ’13 at 20:24

    […] Bali terlewati, kami akan singgah sebentar di pulau Lombok untuk mengunjungi Desa Sade Rambitan. Desa di tengah kota, namun masih memegang teguh adat istiadat suku […]

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • Traveling Pasca Pandemi. Bagaimana Kita Berwisata Setelah ini?
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Fujifilm X-T100 Review : Mirrorless Seri X-T Termurah!
  • Tips & Trik D40

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...