Menculik Cinta di Desa Sade

sade

Bulan purnama sudah muncul. Warga desa sudah kembali beristirahat di rumahnya masing-masing, hanya ada beberapa jangkrik yang masih sibuk bersahutan.

Di sebuah lumbung padi tua milik seorang kepala desa suku Sasak, ditemani sebatang lilin, Iman bersama seorang sahabatnya Udin, mengintai sebuah rumah dari lubang kecil.

“Aku tahu biasanya dia akan keluar sekitar jam ini untuk mengambil air,” Iman berbisik kepada kawannya.

“Baik, nanti kalau dia keluar, aku akan alihkan perhatian dia, lalu kau siap-siap dari belakang,” ujar Udin.

Iman tersenyum penuh kemenangan. Sudah lama ia menantikan momen ini. Malam ini, ia ingin sekali bertemu dengan seorang gadis pujaannya, Uci, anak seorang kepala Desa.

Iman adalah seorang pemuda gagah dari Desa Sade. Kulitnya legam, perawakannya seperti orang timur tengah, tapi dengan rambut pendek ikal. Iman hanya rakyat desa biasa. Sehari-hari pekerjaannya mengantarkan turis berkelilng desa ini.

Namun, sejak kecil ia jatuh hati kepada Uci. Uci adalah seorang gadis manis dan mungil berkulit putih. Senyum uci yang merekah bagai bunga matahari yang baru mekar selalu membuat Iman melayang-layang. Dan malam ini, Iman berencana untuk menculik Uci.

Menculik? Hey, apa yang sedang ia pikirkan!?

***

Nenek penjual kain tenun Sade
Nenek penjual kain tenun Sade

Sayup sayup cahaya bulan meredup. Malam makin dingin, namun Uci tak juga keluar. Iman semakin tak karuan menunggu.

“Eh, kok lantainya licin ya? Baunya agak aneh pula?” tanya kawan Iman.

Suasana hening sejenak.

“AAAAAAAAAAAAA,” Iman dan kawannya berteriak, namun secara spontan mereka menutup mulut masing-masing.

“Sial! Aku lupa lantainya baru dibersihkan dengan kotoran Sapi tadi sore, masih belum kering,” kata Iman.

“Konyol kau! Ah, ayo kita keluar saja,” sungut kawannya

“Ehhhhhh, janganlah dulu. Bernapas saja dengan mulut. Aku kan sudah menolongmu menculik Mumun, bantu aku sekali ini saja,” kata Iman dengan muka mememelas.

“Baiklah. Tapi, aku masih heran, kenapa kotoran sapi? Semen untuk bagun lantai rumah pun dicampur kotoran sapi biar kuat. Masih harus dipel dengan kotoran sapi lagi?” tanya kawan Iman.

“Ah kau ini. Ini tradisi desa kita. Karena kotoran kerbau atau sapi tidak bisa bersenyawa dengan tanah liat yang ada di dusun ini, maka materi campuran ini berfungsi sebagai zat perekat. Lantai rumah tak akan menjadi lembab. Selain itu juga bisa menjadikan lantai mengkilap dan dapat mendinginkan rumah pada musim kemarau, serta menghangatkan rumah pada musim penghujan.” Iman memulai ceramahnya.

“……….,”

“Psssst. Lihat itu Uci sudah keluar. Aku kan keluar duluan untuk mengajaknya berbincang. Kau lewat jalan belakang, cepat!” Udin memberikan instruksi.

Masjid Desa Sade
Masjid Desa Sade

Udin pun menghampiri Uci.

“Halo Uci, sedang apa malam-malam begini?” Udin pura-pura bertanya.

“Eh,Udin. Ini, aku sedang mengambil air ke sumur belakang,” jawab Uci dengan polos, sambil tersenyum. Iman memandangnya dari jauh. Hampir-hampir dia pingsan melihat senyum Uci.

“Sini, biar aku bantu. Nampaknya kau sudah sangat lelah,” Udin menawarkan bantuan

“Tak usah, din. Nanti merepotkan kamu,” Uci menolak halus.

“Ah, tak apa, mari sini,” Dengan sigap Udin mengambil ember yang dibawa Uci. Uci pasrah menerima ‘kebaikan’ Udin.

Melapisi lantai dengan...
Melapisi lantai dengan…

Mereka berjalan ke sumur di belakang rumah, dekat pintu masuk hutan. Udin mengambilkan air dari dalam sumur dengan lambat untuk mengulur waktu. Seketika, bagai harimau Iman menyergap Uci dari belakang. Uci memberontak dan mencoba berteriak. Namun, apa daya dengan badan yang mungil, ia pun tak mampu melawan. Mata mulutnya ditutup, dan dimasukan mobil Terios milik bang Udin.

Iman mendekatnya mulutnya ke telinga si gadis malang dan berkata lembut,”Ayo ikut aku.”

Namun, diam-diam Uci malah tersenyum.

***

Tetangga Iman
Tetangga Iman

Keesokan harinya, Iman langsung bergegas menuju rumah sang kepala desa, yang tak lain adalah ayah Uci. Mereka duduk di sebuah bale bambu yang ukurannya seperti lapangan bulu tangkis, tempat biasa para warga bermusyawarah.

“Saya ingin menikahi anak bapak,” kata Iman memulai pembicaraan, tanpa basa-basi.

“Kau kemanakan anakku!!?” gertak sang kepala desa.

“Dia aman bersama saya pak,” jawab Iman sedikit gemetar.

Kepala desa berpikir sejenak. Lalu menghela nafas. Raut mukanya tak senang, namun ia tak punya pilihan.

Fighting!
Fighting!

“Sesuai adat kita, kau sudah berhasil menculik anakku tanpa sepengetahuanku. Aku akan nikahkan kamu dengan Uci. Tapi, apa yang kau bisa berikan kepada kami?” ujar kepala Desa.

“Aku tak bisa berikan apa-apa saat ini. Tapi, aku berjanji, aku akan menjadi suami yang terbaik untuk Uci. Aku akan menjaga Uci sampai akhir hayatku,” kata Iman sambil memandang mata kepala desa.

“Kau pemuda hebat. Aku memang sudah menunggumu sejak lama. Kemarilah anakku,” kepala Desa pun tersenyum bahagia. Uci yang melihat dari kejauhan pun berbahagia. Ia juga telah mencintai Iman sejak lama. Namun ia tak mampu mengungkapkannya.

***

Pesta pernikahan berlangsung meriah. Seluruh desa pun ikut merayakan kebahagian ini. Mereka memakai baju pengantin adat yang ditenun langsung oleh para ahli tenun Sade yang dibuat berbulan-bulan. Mereka saling memandang dan tersenyum bahagia.

“Uci, bolehkan aku bertanya sesuatu,” tanya Iman.

“Ingin bertanya apa, sayangku?”

“Emmm…masih bolehkan aku menculik yang lain?”

….


Posted

in

,

by

Tags:

Comments

38 responses to “Menculik Cinta di Desa Sade”

  1. aphroditeluvapple Avatar

    cerita cinta yng sangat menarik

  2. Lalu Abdul Fatah Avatar

    Mas, saya juga pernah bertemu gadis cilik di foto terakhir itu. Dia penjual pernak-pernik di Sade. Saya lupa namanya. Namun, dulu sempat membeli dua biji hasil kerajinan yang ia jual. Semoga ia terus bersekolah :)

    1. wira Avatar

      Iya, semoga ya mas :D

  3. @premous Avatar

    Percintaan kamu gimana, Wir….:D
    pertanyaan blunder sebenernya :|

    1. wira Avatar

      Aku masih polos kak belum kenal cinta-cintaan :|

      1. Philardi Ogi Avatar

        yaaah padahal mau dijodohin wir sama temen gw hahaha…

  4. kazwini13 Avatar

    pertanyaan terakhirnya…. -__-

  5. Indra Setiawan Avatar

    Aku juga mau di culik kak :-)

  6. om ganteng Avatar

    artikelnya sangat inspiratif sekali mas.. seneng saya bacanyaa..

    salam kenal yaa..
    berkunjung kembali…

  7. Jalan2Liburan (@jalan2liburan) Avatar

    makin ciamik aja gaya tulisanmu kak..love it :)

  8. hujantanpapetir Avatar

    wah, ikutan lomba ini toh….
    wah, menarik tulisannya. :)

  9. Philardi Ogi Avatar

    Keren gilak…selalu terkesima liat foto2 potrait nya Wir…

  10. Fahmi Anhar Avatar

    harga selendang tenun yang ukuran kecil itu berapaan kak? pengen ngumpulin koleksi…

  11. arifadlillah Avatar

    Saya suka liat potret2 nya :D

    1. wira Avatar

      Terima kasih, kak!

  12. DebbZie Avatar

    Suka banget baca ceritanya, foto2nya juga selalu keren euy! :D

    1. wira Avatar

      makasih mbaaaaaaa!

  13. cumilebay.com Avatar

    Suka banget ama syal warna-warni khas sade ini :)

  14. […] Baca selanjutnya… […]

  15. putri haedar Avatar
    putri haedar

    Haloo Vloggers,

    Saya putri dari VIVAlog, meminta biodata lengkap lomba blog “Jelajah 7 Keajaiban Nusantara” #terios7wonders berhubung email masuk banyak dan mungkin ke skip jadi di minta untuk mengirim data lagi dengan Subject : DATA LOMBA BLOG TERIOS7WONDERS (CAPSLOCK) , sebagai berikut:

    Nama lengkap:
    Username VIVAlog:
    Alamat lengkap:
    No Hp:
    Link Blog:

    kirim ke email: putri.megasari@viva.co.id

    Karena hari ini adalah hari penjuarian, diminta untuk secepatnya mengirim data.

    Regrads,
    Putri

  16. […] Bali terlewati, kami akan singgah sebentar di pulau Lombok untuk mengunjungi Desa Sade Rambitan. Desa di tengah kota, namun masih memegang teguh adat istiadat suku […]

  17. mahyan ariyandi Avatar
    mahyan ariyandi

    bagus kali ceritanya, . tapi penasaran mana bages dan dininya, . ?

    1. Abdurrahman Bages Avatar
      Abdurrahman Bages

      hahahaahahahahaaa…
      iya Wir, saya dikemanain? :D

  18. rika Avatar

    hahahaa.. kocak banget ceritanya, eh tapi emang bener ya adat desa Sade begitu? kalau berhasil menculik brarti bisa nikahin anak gadisnya? trus itu lantai emang dicampur kotoran sapi ya? wadduhh, klu siang matahari terik apa ngga nguap tuh bau kotoran sapinya? :D

  19. olen Avatar

    Foto neneknya sama persis. Ceritanya lucu deh kang. Sayang kita ga ketemu. Pas aku otw ke bandara lewat sade Teriosnya udah ga ada

  20. Mutiara Cinta Avatar

    wonderful. Indonesia

  21. Partus Set Avatar

    wah keren sekali kainnya

  22. puput Avatar

    Wah kayaknya ini keinginan pribadi menculik Uci yang gak kesampaian… hayo ngaku, gw ada banyak bukti nih :P

    1. wira Avatar

      mana mana keluarin! :D

  23. Fahmi (catperku.info) Avatar

    aku juga ikutan nyulik ya…… *hening*

  24. man Avatar
    man

    Wah bayar tuh,nama gw di pake buat cerita cintanya hehehehe

    1. wira Avatar

      Ini bang iman T2 bukan? Maap ye bang hahaha

  25. lucianancy.com Avatar

    CULIK AKU WIR, CULIK AKUU! hahahaa..

    1. wira Avatar

      AS YOU WISH HAHAHAHA

      1. wismayanti Avatar
        wismayanti

        wah nyuliknya pake terios ga nehhh…. :p

  26. man Avatar
    man

    T2 monitor nih….mana fotonya lagi wir

    1. wira Avatar

      poto yang mane bang? poto uci? tenang aja bang ane simpen bae2 :))

  27. obin Avatar
    obin

    wow,desa sade lombok tengah,keren foto peresean nya!

Leave a Reply to puputCancel reply