“Rumah makan ini sudah 100 tahun lebih ,” kata bapak pemilik restoran yang mewarisi restoran ini sejak tiga generasi lalu.
Letaknya tersembunyi. Di pesisir, jauh dari pusat kota. Hanya berada di sebuah gang kecil di pinggir jalan raya kabupaten Agam, menuju danau Singkarak. Letaknya persis di depan simpang SMP Negeri Tiku.
Sekilas rumah makan ini biasa saja. Bahkan terlihat sangat sederhana dibanding rumah-rumah makan di pusat kota padang. Namun, selama lima hari di Sumatera Barat — dan hampir setiap makan adalah masakan padang — rumah makan ini mempunyai cita rasa paling membekas cantik di lidah saya!

Karena letaknya di dekat pesisir, dekat pula dengan pantai nelayan, mungkin juga bahan-bahannya selalu segar. Kepala kakap selebar macbook saya pun tanpa terasa langsung hilang dari pandangan.
Menunya memang standar masakan padang. Rendang, soto padang, dendeng, gulai segala macem, gulai kepala ikan kakap (ini paling maknyos), dan disertai sambal balado.
Kuliner Padang terkenal dengan rempah-rempahnya. Terkadang saya bingung menebak-nebak rempah apa saja yang digunakan. Karena ada beberapa maskan yang mirip, tapi punya citarasa yang sangat-sangat berbeda.
Sejak zaman belanda, rumah makan ini biasa dikunjungi oleh para nelayan. Mungkin karena itu pula harganya pun relatif murah dibandingkan tempat sejenis. Great tasted : checked, great price : checked!
Takana Juo juga berarti : terkenang selalu. Dan rumah makan ini sukses buat saya ingin kembali lagi kesana.
Kalau kamu suka sekali dengan masakan Padang, kamu wajib ke Padang untuk mencicipi langsung cita rasa berempah ini di negeri asalnya. Dijamin, berat badang langsung bertambah!








Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')