• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Sponsored (adv) / 4 Tips Memilih Fotografer Untuk Pernikahan Kamu

Jul 14 2015

4 Tips Memilih Fotografer Untuk Pernikahan Kamu

Di setiap pernikahan, pengantin dan keluarga tentu ingin foto-foto yang bagus. Tak hanya bagus, namun foto yang bisa dikenang. Tangisan haru, pelukan mesra, dan tawa para kerabat mestinya bisa ditangkap dengan baik.

Tentunya itu adalah tugas fotografer. Namun sebelumnya yang lebih penting, bagaimana cara memilih fotografer yang tepat untuk pernikahan kita? Yuk mari disimak!

1. Cek Portfolionya

Photo by Edward Suhadi Production bridestory
Photo by Edward Suhadi Production

Apakah hasil si fotografer cocok dengan selera kita?

Karena fotografer wedding tentu punya style masing-masing.

Untuk fotografer wedding, umumnya lihat apakah dia mampu menghadirkan foto jurnalistik yang menangkap emosi dalam satu foto? Jurnalistik? Ya, karena dialah yang akan jadi ‘wartawan’ pernikahan kita.

Untuk fotografer pre/post-wedding, coba lihatlah apakah dia mampu membuat konsep yang unik dan tidak klise?

Tentu saja mata kita sendiri juga harus tahu definisi foto yang bagus seperti apa. Belum tentu fotografer wedding dengan harga puluhan juta itu bagus di mata anda. Bisa jadi yang harganya beberapa ratus ribu itu justru sudah bagus.

Tapi, saya sih nggak mau lagi pose melihat ke langit sambil berpegangan tangan dan menunjuk-nunjuk atas ke sambil nyengir pura-pura bahagia. If you know what i mean, hehe.

 

2. Tanyakan bagaimana dia memotret

Photo by Mario the Nine
Photo by Mario the Nine

Sebagai seorang fotografer, saya mengerti untuk selalu membuat foto yang terbaik.

Namun, tidak untuk pernikahan saya nanti. Saya tidak ingin fotografer yang cuma membuat foto yang baik, namun fotografer yang benar-benar menangkap momen yang asli — tidak dibuat-buat — di hari spesial itu.

Karena saya sering melihat fotografer dengan ‘daftar produksi foto’ — yang berisi template moment yang harus diambil; seperti foto bareng si ini, foto saat nganu, foto bareng si itu di situ, dan sebagainya yang membatasi kreativitas dia sendiri. Hasilnya akan seperti foto pose model klise ala kalender jadul yang tak punya soul.

Tak masalah sebetulnya, namun seringkali saya melihat si fotografer hanya ‘mengamankan’ file foto tersebut supaya ada dalam album. Bukannya mengabadikan momen dengan kreativitasnya.

Tapi yang harus lebih diperhatikan adalah, jangan pilih fotografer yang cuma ingin membuat portfolio dia lebih bagus. Bukan menangkap momen hari bahagiamu.

 

3. Kenali fotogafermu.

bridestory wedding indonesia
Carilah fotografer yang keren seperti ini.

Lebih baik memang memakai jasa professional, bukan amatir yang sekali-kali memotret untuk penghasilan tambahan.

Saat ini harga kamera sudah murah, banyak fotografer-fotografer amatir yang melabeli dirinya professional, dengan harga yang sangat miring, namun hasilnya masih harus dipertanyakan.

Fotografer amatir kadang bisa lebih bagus, namun bisa jadi sangat buruk.

Saya sendiri cukup percaya diri untuk memotret foto-foto perjalanan seperti memotret alam maupun budaya. Namun sudah puluhan kali saya menolak permintaan untuk memotret pernikahan. Karena tentu saja saya sadar karena ini bukan bidang saya dan masih banyak orang yang lebih berkompeten untuk itu.

Kamu nggak pengen memeriksa gigi kamu ke dokter kulit, kan?

Saya sendiri juga tak mau bertaruh untuk foto pernikahan saya. Lebih baik menyewa fotografer professional yang sedikit lebih mahal daripada menyesal seumur hidup.

Pastikan fotografermu punya portfolio di websitenya, punya contoh-contoh klien sebelumnya, kalau ada rekomendasi kawan, ataupun terdaftar di situs direktori vendor wedding seperti bridestory.

 

4. Jika sudah menentukan pilihan, jangan terlalu mendikte fotografer.

bridestory photography indonesia jakarta
Photo by Axioo

Jika sudah memilih fotografer, percayakan saja semuanya padanya.

Jangan terlalu mendikte saya ingin begini, saya ingin begitu. Jujur saja, jika saya sebagai fotografer akan merasa agak terintimidasi.

Ingatlah, gaes, ini hari pernikahan kamu. Bukan set produksi film yang harus diarahkan script maupun gaya-nya.

You hire the photographer for your big day. Just let them do the job and surprised you!

Written by wira · Categorized: Sponsored (adv)

Reader Interactions

Comments

  1. Fahmi (catperku) says

    14 Jul ’15 at 13:06

    Telat mz kamu nulis ini, aku udah nikah :| piye?

    Reply
    • wira says

      14 Jul ’15 at 13:15

      Maksimal bisa empat kok mz, santai aja. :D

      Reply
  2. Rifqy Faiza Rahman says

    14 Jul ’15 at 13:18

    Trus mas Wira kapan nikah? ?

    Reply
    • wira says

      14 Jul ’15 at 13:21

      Trus mas Wira kapan nikah? ? (2)

      Reply
  3. cumilebay.com says

    14 Jul ’15 at 13:37

    Kak … kalo fotografer malam pertama, apa yg jadi pertimbangan ??? Apa boleh ikutan gabung di ranjang ????

    Reply
    • wira says

      14 Jul ’15 at 13:39

      WOYYYYYYYYYY! :)))

      Reply
  4. nyonyasepatu says

    14 Jul ’15 at 13:59

    Hire kamu aja yaaaa

    Reply
    • wira says

      14 Jul ’15 at 15:48

      Waaakssss aku mahal gak gak ada yang sanggup bayarrr. *dilempar kamera*

      Reply
  5. PutriKPM says

    14 Jul ’15 at 16:28

    Jadi, aku kudu piye kalau udah ngebet nikah tapi calonnya masih nabung dulu. Apa kudu dp potograper dari sekarang?

    Reply
  6. Yudi Randa says

    15 Jul ’15 at 01:20

    bang wir, bisa nggak banyangin klo tiba2 datuk maringgih idup lagi?? and that’s happened di pernikahanku. masa aku yang ganteng gini, di foto ama tukang foto sok mahal n nggak jelas, jadi mirip datok maringgih yang maksain nikah si sitinurbaya :(

    Reply
    • wira says

      15 Jul ’15 at 04:00

      waduh waduh untung aku nggak tahu mukanya datuk maringgih mas :))

      Reply
  7. Muhammad Akbar says

    15 Jul ’15 at 07:00

    Postingan seperti ini sebenarnya kode buat pasangannya mas wira kan?
    Kapan nih mas ?

    Reply
  8. teronggemuk says

    15 Jul ’15 at 10:14

    Wir, lah kalo kamu yang nikah? Siapa yang fotoin? Kameraku cuma kamera HP Asus, Wir. :’)

    Reply
    • wira says

      15 Jul ’15 at 10:39

      Aku remot kameraku pake wifi mb, taro di tripod. Apa nggak pake tongsis. :))

      Reply
      • teronggemuk says

        15 Jul ’15 at 10:42

        Mantep lumayan ya Wir ngiritnya jutaan. Huahaha…

        Reply
  9. Kinkin says

    16 Jul ’15 at 13:44

    liat foto pertama ngangguk-ngangguk.. foto kedua, senyum-senyum.. foto ketiga banting laptop sambil bilang, “Karepmu Wir!” :))))

    aniwe baru sadar foto pertama itu ternyata foto nikahannya teman saya si Danu Andhika. Emang foto2nya bang ESP tjakep2 abis sih… Sayangnya Edward Suhadi sudah mengundurkan diri dari dunia persilatan eh dunia fotografi wedding.. (eh kalo dia masih motret wedding aku ga berani bayar juga sih, wkwkwk)

    Reply
    • wira says

      16 Jul ’15 at 21:52

      Hahaha yesss aku pernah minta pricelistnya, foto prewed sama wedding digabung udah kayak DP KPR tipe 36 di bekasi/tangerang *opoooooooo* :))

      Reply
  10. Zaky says

    19 Jul ’15 at 14:21

    Wir, kenapaa tetibaa bahaas wedding banget wir. Nyasarr pisaaan :)))

    Reply
    • wira says

      19 Jul ’15 at 14:43

      Hehhhhhh lu udah kawin gue juga pengennn :))))

      Reply
  11. Dewa Rai says

    19 Jul ’15 at 22:15

    kak yang nomor 3 fotonya bisa diralat? wkwkwk

    Reply
  12. Rika Verry Kurniawan says

    23 Jul ’15 at 10:32

    Wah jadi pengen buru buru nikah

    Reply
    • wira says

      23 Jul ’15 at 15:34

      Disegerakan mas ehehehe *ngomong ke diri sendiri*

      Reply
  13. helterskelter says

    27 Jul ’15 at 08:27

    mz wir, kenapa fotonya ciuman meluluuuuu?

    Reply
    • wira says

      27 Jul ’15 at 10:40

      Kamu mau mb? Sini.

      Reply
      • helterskelter says

        27 Jul ’15 at 10:43

        ckckc!

        Reply
  14. lombokwander says

    14 Aug ’15 at 14:41

    Setuju dengan mas Wira …
    Pernikahan hanya 1 kali seumur hidup..
    Jangan 2 kali aja mas *rotfl*

    Reply
  15. Josefine says

    7 Sep ’15 at 08:29

    Tips yang sangat berguna! terima kasih sudah berbagi :)
    Btw, sudah pernah ke Pasar Bolu Toraja, belum? http://travel.grivy.com/h/i/131971649-wisata-belanja-yang-tidak-biasa-di-pasar-bolu

    Josefine Yaputri
    Content Writer & Editor
    PT. Grivy Dotcom
    P: +62(0)21 2960 8168
    Office 8 Tower, Floor 18A
    Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53
    Jakarta Selatan, 12190, Indonesia

    Reply
  16. berjelajah says

    26 Oct ’15 at 14:24

    jepretnya pakek teknik apa ini XD keren banget. sumpah

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 15 Tips Fotografi Landscape
  • Toko Eiger Jalan Sumatra Bandung
  • 4 Langkah Mudah Memotret Bintang & Milky way!
  • The Olympus OM-D E-M5 Elite Black Review for Travel Camera

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...