• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Media Trip / 10 Kuliner Khas Palembang yang tak boleh dilewatkan!

Feb 16 2016

10 Kuliner Khas Palembang yang tak boleh dilewatkan!

Pempek? Tapi selain itu apa lagi ya?

Saya sempat berkunjung ke Palembang beberapa hari dan tanpa sadar badan saya jadi tambah berat. Mulai dari Pempek, Patin, Mie Celor, hingga Martabak Har yang legendaris itu semuanya berhasil menggoda saya!

Oh iya, FYI saja kalau berencana jalan ke Palembang, saya sarankan nanti pas 9 Maret. Ada apa sih? Gerhana Matahari Total! Gerhana ini cuma ada 350 tahun sekali. Ada 12 provinsi yang akan dilewati Gerhana Matahari Total yaitu : Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Sumatera Barat. Sumatera selatan termasuk salah satunya dan tentunya kota Palembang.  Menurut situs nasa.gov,  Palembang akan merasakan gerhana matahari total selama 1 menit 40 detik.

Baik, kembali ke makanan. Apa saja kuliner khas palembang yang bisa kamu cicipi?

1. Pempek

pempek dan tekwan
Pempek atau tekwan?

Mungkin tidak usah ditanya lagi ya. Pempek adalah ikon kota Palembang, mungkin jauh lebih populer daripada jembatan Ampera. Pempek adalah kuliner khas palembang yang menjadi makanan sehari-hari disini. Di warung manapun, pasti olahan ikan ini sudah tersedia di meja tanpa dipesan, untuk sekedar kudapan. Jangan kaget melihat orang palembang sarapan dengan “menghirup cuko” alias meneguk kuah pempek yang terbuat dari gula aren, cabai, bawang, dan asam ini.

2. Tekwan

Tekwan mirip pempek namun ia tak digoreng, tapi direbus. Disajikan dengan kuah bening seperti sup dan biasanya disajikan dengan berbagai pelengkap seperti soun, jamur kuping, dan irisan bengkuang.

Tekwan ini adalah “bakso” orang Palembang.

3. Pindang

Pindang palembang
Mau pindang apa?

Pindang ini mirip tom yum. Sup ikan asam, pedas, manis, dan segar ini pasti akan menambah selera makan kita. Pindang bisa memakai ikan patin, ikan gabus, ataupun tulang iga. Semangkuk pindang patin hangat dan nasi adalah ide makan siang yang saya rekomendasikan. Kuliner khas palembang ini bisa ditemukan dimana-mana, tapi yang cukup terkenal adalah warung mbok War yang berada di atas perahu di dekat jembatan Ampera.

warung mbok war
warung mbok war

4. Mie Celor

Mie Celor Palembang
Mie celor yang gurih, sarapan penuh kalori.

Mie Celor adalah mie yang disajikan dengan kuah santan kental yang dicampur dengan kaldu udang dan sayuran toge yang sedikit sekali. Mie khas palembang ini biasa disantap waktu sarapan. Mie nya tebal seperti udon dan kuahnya sangat gurih. Hati-hati kolesterol hehe.

Mie Celor yang saya coba adalah Mie Celor 26 Ilir yang berlokasi di Jl. KH Ahmad dahlan.

Mie Celor 26 palembang
Mie Celor 26

 

5. Martabak Har

Martabak har
Martabak har

Martabak khas palembang ini mirip seperti martabak telur. Namun kuahnya bukanlah cuko. Kuah martabak har adalah kuah kari yang punya rasa rempah kuat, serta dicampur kentang dan daging. Telur di Martabak Har tidak dicampur di dalam martabak, melainkan dibalut bersama kulit martabak. Cara memakannya martabak tidak dicocol ke kuah, tapi disiram langsung saat masih panas. Ada sekitar 8 cabang Martabak Har di palembang, jadi tak sulit menemukannya.

6. Laksan, Burgo, dan Celimpungan.

laksan, burgo, dan celimpungan
laksan, burgo, dan celimpungan

Laksan adalah pempek lenjer yang direbus dan diberi kuah santan (lagi-lagi santan haha!). Penampakannya seperti lontong sayur, tapi tetap saja

Yang bulat kiri bawah adalah celimpungan , yang kiri atas adalah burgo, yang tengah adalah laksan, dan yang kanan bawah adalah ragit. Mereka semuanya mirip, terbuat dari tepung beras dan olahan ikan. Dengan kuah kari yang rasanya mirip-mirip. Silakan pilih kuahnya mau yang agak manis, agak pedas, atau gurih saja.

*brb cek timbangan*

dfadf
Salah satu warung penjual laksan dan kawannya

7. Tempoyak

tempoyak duren palembang
Tempoyak = Sambal duren

Tempoyak adalah sejenis sambal yang dibuat dari fermentasi durian. Rasanya asam dan punya aroma durian. Foto diatas adalah semacam pepes ikan patin yang dicampur sambal tempoyak. Selera sih, kalau saya kurang cocok dengan aroma tempoyak ini. Pak Latif, guide saya bilang, “Wah kalau saya pakai nasi, kerupuk, dan tempoyak saja sudah bisa makan!”

Ampun pak..

8. Lenggang

lenggang palembang
Pempek Lenggang

Lenggang masih keluarga pempek. Cara membuatnya adalah pempek lenjer dipotong-potong dan dicelupkan ke telur, biasanya telur bebek. Lenggang bisa digoreng atau dipanggang. Lenggang bisa dimakan langsung atau dengan kuah cuko. Lenggang yang saya coba adalah di Pempek Saga Sudi Mampir di Jalan Merdeka, persis depan kantor Walikota Palembang. Disana juga kamu bisa beli oleh-oleh pempek yang sudah dibungkus khusus oleh-oleh.

Siap-siap pesawat yang take off dari palembang bau cuko semua.

9. Munggahan

Makan ala nikahan tradisional palembang
Makan ala nikahan tradisional palembang

Munggahan bukanlah jenis makanan. Ia adalah cara makan. Munggahan biasanya disajikan saat resepsi pernikahan khas tradisional palembang. Dalam munggahan, kita harus duduk lesehan melingkari makanan sebanyak delapan orang. Makannya dengan tangan. Menu yang pasti ada adalah nasi minyak, mirip nasi kebuli. Kemudian ada gulai kambing, kari ayam, dan sayuran yang diberi bumbu kacang. Tak lupa acar kedondong yang segar jadi penetralisir lemak yang sedang kamu tumpuk itu.

10. Duren!

Duren!!!!!
Duren di Pasar Kuto, ditraktir oleh temen2 dari dinas pariwisata sumatera selatan :)

Love it or hate it, durian selalu jadi primadona di Palembang!

Terima kasih dan sampai ketemu di Gerhana Matahari Total tanggal 9 Maret nanti!

gerhana matahari total 2016
Sampai jumpah di gerhana matahari total 9 maret!

Written by wira · Categorized: Media Trip, Tips, Travel Tips · Tagged: gerhana matahari total, gerhana palembang, kuliner palembang, sumatera selatan

Reader Interactions

Comments

  1. Pashatama says

    16 Feb ’16 at 14:04

    Jadi total naik berapa kilo akibat Martabak Har malam malam?

    Reply
    • wira says

      16 Feb ’16 at 14:09

      Duh timbangan rusak kayaknya nih…..

      Reply
      • sutiknyo says

        16 Feb ’16 at 17:10

        Wira abis 3 piring martabak lebih kayaknya kmaren diem2

        Reply
        • wira says

          16 Feb ’16 at 20:53

          Satu loyang om.

  2. Iqbal Rois says

    16 Feb ’16 at 15:21

    Aku mau munggahan pas resepsi kamu aja kak.. Ditunggu. :’)

    Reply
    • wira says

      16 Feb ’16 at 15:53

      Walah….doakan saja kak hehe :)

      Reply
  3. Swastika Nohara says

    16 Feb ’16 at 15:43

    Ikutan Cumi nunggu munggahan di nikahan Wira. Yes?
    #sikap

    Reply
    • wira says

      16 Feb ’16 at 15:53

      PLISSSS DEH KAK AKU KAN UDAH SAMA ………. *sinyal ilang*

      Reply
  4. sutiknyo says

    16 Feb ’16 at 17:04

    jadi kita ke Palembang lagi nih bulan depan? *kode

    Reply
    • Yuki Anggia Putri says

      16 Feb ’16 at 19:19

      jadi bangget! ngahahaha belum puas makan duren. *padahal kemarin paling gila makannya*

      foto mz wir ala-ala mamang duren manaaaa?

      Reply
      • wira says

        16 Feb ’16 at 20:52

        Foto kita pas belah duren maksudnya?

        Reply
    • wira says

      16 Feb ’16 at 20:52

      Ajak aku kak

      Reply
  5. ikubosu says

    16 Feb ’16 at 21:59

    om; om; titip nambah nasi minyak + malbi yah…
    itu khas palembang juga;

    Reply
    • wira says

      17 Feb ’16 at 11:08

      Sudah di munggahan di atas :D

      Reply
  6. Nasirullah Sitam says

    17 Feb ’16 at 07:23

    Ahhaaa Tempoyaknya bikin ketahigan kalau dimakan sama Ikan Patin :-D

    Reply
    • wira says

      17 Feb ’16 at 11:08

      Waksss tempoyak ampunnn :)))

      Reply
      • Nasirullah Sitam says

        17 Feb ’16 at 12:32

        Enak loh, mas. Beneran hahhahhaha.

        Reply
        • wira says

          17 Feb ’16 at 12:54

          Enak sih, tapi kalau banyak-banyak gak tahan :))

  7. cumilebay.com says

    17 Feb ’16 at 09:58

    Hmmmm kamu kapan mau munggahan ????

    Reply
    • wira says

      17 Feb ’16 at 11:07

      lahh kamu kapannn mas cum? :D

      Reply
  8. Satya Winnie says

    17 Feb ’16 at 11:34

    Ini dia yang menyebabkan berat badan naik 3 kilo dalam 3 hari Mas. Hahahaha. Tapi emang nagih ya….

    Reply
  9. Bambang says

    17 Feb ’16 at 22:20

    yang saya tahu cuma pempek sama tekwan saja :(
    klo jadi munggahan menunya munggahan aja :D

    Reply
    • wira says

      19 Feb ’16 at 15:10

      Wahahaha masa pempek dan tekwan aja kan bosen hihi

      Reply
  10. KADEK ARINI says

    18 Feb ’16 at 13:46

    aaaakkk di mention ka Wira, langsung nambah deh traffic haha

    Reply
    • wira says

      19 Feb ’16 at 15:09

      Mention nya artikel sebelah keleesssss :))

      Reply
  11. suzannita says

    20 Feb ’16 at 17:29

    Kecuali tempoyak aja yang gak suka

    Reply
  12. larissaaestheticcenter says

    22 Feb ’16 at 15:00

    Aduh jadi ngiler kepengen ngelihat kuliner dan perjalanan serunya mas… thanks pesona indonesia nya… jadi semakin seneng ngikutin blog dan perjalanan seru lainnya :-)

    Reply
  13. Anis Hidayah says

    23 Feb ’16 at 07:30

    wah Jogja nggak dilewati Gerhana Matahari Total ya,,,, semoga Jogja juga dilewati euy. Dari dulu aku penasaran ama pempek nya mas, apalagi pempek kapal selam,,, enaknya seperti apa ya? eh tapi yang lain juga boleh di coba dink, seperti Tekwan dan pindang, hehehe

    Reply
  14. Wisata Kuliner says

    29 Feb ’16 at 23:44

    makanannya nyam nyam mas..jadi pengen icip-icip :D

    Reply
  15. jonathanbayu says

    13 Mar ’16 at 17:10

    Slurppp mie celornya gak nahann…Palembang banyak makanan dari ikan ya kak, gurih-gurih nendang rasanya.

    Reply
  16. irulaziz7 says

    13 Mar ’16 at 21:20

    wah itu yang durennya mantap broooo, ngileeerrr!!

    Reply
  17. vitatravelblog says

    8 Oct ’16 at 04:10

    ternyata banyak ya… baru tahu no. 1 dan 2..

    Reply
  18. fetty hardiyanti says

    8 May ’17 at 21:16

    mantap gan
    Myblog

    Reply
  19. Brenggo Tour says

    5 Mar ’20 at 13:11

    wew duren nya mantap kak..

    terima kasih info kulinernya..

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • Ricoh GR : All the Camera I Need
  • 15 Tips Fotografi Landscape
  • Turnamen Foto Perjalanan - Ronde 3 : Potret
  • Melihat Bandung dari Moko

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...