• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Tips / 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi

Aug 17 2015

5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi

Buat yang mengaku cinta Indonesia, jangan mau kalah sama temen-temen traveler nan kece yang selalu mengupdate akun media sosial-nya dengan foto-foto di pelosok Indonesia.

Yuk mari ktia lihat Indonesia dari dekat. Ini ada beberapa rekomendasi tempat dari saya biar kamu juga bisa ikutan jadi salah satu geng traveler kece itu. Ciao!

1. Ranu Kumbolo

Yang kamu mimpikan: 

Pagi itu sunyi, dingin menusuk, kabut bergulung di atas danau, seakan menyambut saya yang duduk bersama sahabat mencari hangat, sambil meminum kopi dari gelas yang sama. Sesaat kemudian, mentari mulai muncul dari balik bukit. Memancarkan serpihan cahaya ke sekeliling lembahan. Merah muda, bak pipi seorang gadis jelita yang sedang tersipu.

ranu kumbolo
Expectation : Merenung sunyi di Ranu Kumbolo

Yang terjadi sebenarnya : 

Pagi itu tetap dingin. Namun tak ada sunyi. Perut mulai bergejolak tanda panggilan alam. Kamu mencari tempat untuk melaksanakan dinas harian. Tak sadar kamu tersandung tali pengikat tenda saat mencari jalan keluar. Namun naas, lobang yang kamu gali ternyata baru saja ditutup. Terlihat seonggok benda lembut yang masih hangat ada dibalik tanah. Belum lagi yang tak malu ada di permukaan tanpa lubang. Tak sadar kembali, kamu pun menginjak mereka.

Reality : Pasar tumpah
Reality : Pasar tumpah. Sumber foto.
Ranu Kumbolo
Reality : Setelah itu. Sumber

 

 

2. Sempu

Yang kamu mimpikan : 

Mendengar cerita orang-orang tentang sebuah pulau kecil di selatan malang yang mempunyai laguna dengan batas langsung samudera Hindia, hati petualang kamu langsung bergejolak : Inilah surga dunia.

Pulau sempu bukan untuk wisatawan
Expectation : Pulau Sempu yang eksotis. Sumber

 

Yang terjadi sebenarnya : 

Setelah berjalan melewati hutan lebat yang basah, akhirnya kamu sampai ke segara anakan. Mood kamu tetiba hilang. Sempu yang konon katanya surga tiba-tiba seperti pasar kaget minggu pagi di depan komplek. Tenda-tenda berjejer rapat berebut tempat. Beberapa pemuda memainkan gitar dan berteriak-teriak mencari perhatian, membuat suasana jadi gaduh. Di suatu sudut, sampah sampah plastik dan kaleng sudah siap untuk tersapu air laut menuju samudera.

Setelah pulang, kamu menghela nafas. Apalagi ternyata kamu baru tahu, Sempu adalah daerah konservasi cagar alam yang bukan merupakan tempat wisata.

 

pulau sempu kotor
Reality : Pulau Sempu. Sumber

 

3. Surya Kencana, Gunung Gede.

Yang kamu mimpikan :

Warnanya putih, melambangkan cinta, ketulusan, serta keabadian. Ia tinggal di kesejukan dataran tinggi. Para pendaki akrab dengannya. Dari pendaki yang hanya ingin menikmati wangi dan mengambil fotonya hingga pendaki bodoh yang mencabut akarnya demi nafsunya.

Apalagi setelah kamu membaca tulisan 5 Tempat terbaik untuk menyaksikan bunga Edelweiss, jiwa petulang kamu kembali membuncah. Ingin rasanya mencium harumnya bunga abadi edelweiss yang lagunya sering kamu dengar sewaktu kecil. Ingin rasanya kamu bergaya ala Syahrini di Alun-Alun Surya Kencana —  sebuah padang savana tempat edelweiss tumbuh kembang yang tak terbantahkan eksotismenya.

Expectation : Surya kencana gunung gede. Sumber.

 

Yang terjadi sebenarnya : 

Memasuki padang surya kencana setelah trekking beberapa jam dari Cibodas, kamu pun langung mengeluarkan ponsel dan menggunakan aplikasi Instagram dan siap-siap bergaya “I’m feel freeeeeeee…..!” Namun, setelah kamu merebahkan tubuh kamu di antara bunga-bunga abadi, kamu mencium bau yang tak asing. Kamu melihat ke sekeliling, kamu terkejut menemukan banyak tisu-tisu basah yang mempunyai corak-corak kuning. Setelah berkeliling pun kamu berpikir, “Kan sudah bayar tiket masuk ya? Kok sampah-sampah ini gak diangkut?”

Padang Surya Kencana. Sumber.
Reality : Padang Surya Kencana. Sumber.

 

4. Goa pindul

Yang kamu mimpikan : 

Bersantai di desa kecil yang tenang di pedalaman gunungkidul, sambil ber-cave tubing bawah sungai bawah tanah dengan formasi bebatuan stalaktit dengan warna-warni pelangi yang menggantung di langit-langit gua kapur.

goa pindul expectation. Sumber
goa pindul expectation. Sumber

Yang terjadi sebenarnya : 

Di minggu pagi yang cerah……Ah, sudahlah..

Goa pindul reality. Sumber.
Goa pindul reality. Sumber.

 

5. Rinjani

Yang kamu mimpikan :

Salah satu tempat trekking yang kata orang-orang ‘seperti dunia lain’. Disebut-sebut sebagai trek terindah di Asia Tenggara. Rinjani adalah salah satu tempat ‘naik haji’ bagi para pendaki di Indonesia. Treknya yang panjang dan terjal tak menjadi halangan untuk menikmati secuil surga di Pulau Lombok ini.

Good evening Rinjani
Expectation : Good evening Rinjani.

Yang terjadi sebenarnya : 

Saking banyaknya pengunjung, Rinjani jadi tempat sampah. Pendaki dan para porter juga seenaknya menebang pohon yang masih hidup untuk dijadikan kayu bakar. Apa memang seperti ini nasib tempat-tempat indah di Indonesia?

Rinjani-dan-problamatikanya-8
Good morning Rinjani …… Sumber

Bahkan para bule yang tak tahan pun ikut mengambil sampah-sampah yang berserakan sepanjang jalur.

green-books
Bule-bule yang gemes sama sampah rinjani. Sumber

Yuk jaga kebersihan alam Indonesia!

gunung bukan tempat sampah! Sumber.
Wiro sableng aja tahu gunung bukan tempat sampah! Sumber.

Terima kasih dan Merdeka!

—

Posting ini ditulisan dalam rangka posting bareng di komunitas Travel Blogger Indonesia dengan Tema “Dream Indonesia” menyambut #RI70.

Mau tahu destinasi-destinasi impian teman-teman Travel Blogger Indonesia lainnya? Silakan main ke blog mereka ya!

  • Albert Ghana, Jelajah Laut Negeri Menjaga Titik Luar Indonesia
  • Arie Okta Friyanto, Dream Destination, Banda Aceh
  • Astin Soekanto, Inginku Boven Digul Belajar dari Bung
  • Atrasina Adlina, Merawat Pagar Nusantara di Perbatasan
  • Citra Rahman, Aceh Destinasi Impian Orang-orang
  • Danan Wahyu, Mimpi Anambas
  • Dea Sihotang, Tanah Papua, Kamulah My Dream Indonesia
  • Edy Masrur, Berbagi Ilmu dan Menimba Kearifan di Wae Rebo
  • Eka Situmorang Sir, Pantai Impian
  • Fahmi Anhar, Destinasi Impian Nusantara
  • Firsta, A Story from Banda Neira
  • Hartadi Putro, Banda Neira Ku akan Datang
  • Imama Insani, Kapan ke Kakaban
  • Indah Purnama, Indonesia Bikin Rindu
  • Indri Juwono, Anambas Mimpi Indonesiaku
  • Karnadi Lim, Kaldera Toba for UNESCO
  • Leonard Anthony, Di Timur Menyongsong
  • Liza Fathia, Berkisah tentang Sabang di Hari Kemerdekaan
  • Matius Nugroho, 5 Destinasi Impian Indonesia
  • Parahita Satiti, Dream Indonesia, Kembali ke Pulau Lombok
  • Puteri Normalita, Anambas Surga Tropis di Ujung Negeri
  • Rembulan Indira, Mimpi Indonesia Desa Adat Wae Rebo
  • Ridwan SK, Tobelo Destined To Be Love
  • Rico Sinaga, Ingin ke Misool
  • Rijal Fahmi Mohamadi
  • Rudi Hartoyo, Jelajahi Indonesia akankah Kulakukan?
  • Shabrina Koeswologito, Give Back for Indonesia
  • Tekno Bolang
  • Titiw Akmar, Pancaran Nasionalisme dalam Taman Nasional Indonesia
  • Tracy Chong, Papua: A Dream Destination Where I Meet This Inspiring Lady
  • Vika Oktavia
  • Wira Nurmansyah, 5 Destinasi Impian di Indonesia yang Wajib Dikunjungi
  • Yofangga

Written by wira · Categorized: Tips, Travel Tips

Reader Interactions

Comments

  1. atrasina adlina says

    18 Aug ’15 at 08:56

    kereeeeennnn. :D
    jadi kepikiran buat tulisan ttg manusia sampah. :D

    Reply
    • atrasina adlina says

      18 Aug ’15 at 08:59

      btw, lagu bunga edelweis itu seperti apa ya kak? apakah karena kita beda zaman, sampe ak gak tau lagu itu? hehehe
      *dikeplak

      Reply
      • wira says

        18 Aug ’15 at 09:27

        Ehhhhh yang manaa yaaaa? Umur kita gak beda jauh kokk, kamu yang gak gahollll Adlienn! :)))

        Reply
        • atrasina adlina says

          18 Aug ’15 at 11:42

          iya kak. sepertinya begitu. soalnya dari kecil gak nonton tipi. XD hahah.

  2. Vari | Traveling Cow says

    18 Aug ’15 at 13:16

    Itu semuanya blom ada yg jd mimpi gueeh..secara anaknya malesan kalo hrs trekking…wkwkwk…lagian emang ga ngerti knapa sih yg pd pergi itu hobinya nyampah aja. Pulau Tidung jg nasibnya sama tuh.

    Reply
  3. alimuakhir says

    18 Aug ’15 at 13:41

    Bener juga ya Mas. Bagus difoto belum tentu bagus di kenyataan, hehe.

    alee | http://www.alimuakhir.com

    Reply
    • wira says

      19 Aug ’15 at 00:18

      Hehe. Tergantung tujuannya motret apa sih. Kalau emang mau ambil yang bagusnya, ngapain ambil yang jeleknya? Begitu juga sebaliknya.

      Reply
  4. nengbiker says

    18 Aug ’15 at 15:33

    mau ikutan gerakan ‘ngga posting di socmed biar anak gaul ngga dateng ke tempat yang cool’ tapi dipikir2 juga ngga cool juga kalau indonesia yang cool ngga dikenal orang-orang yang cool.
    yang bisa dilakukan tentu merangkul orang-orang cool yang peduli pada sampah untuk mengubah cara masuk tempat wisata dengan cara yang cool. menghitung benda potensi sampah yang dibawa misalnya dan harus kembali sama saat pulang. memang pada awalnya ngga cool karena anak cool pasti mau cara yang praktis aja. tapi toh di tempat saya ada yang berhasil melakukannya.
    yang dibutuhkan bukan cuma anak-anak cool yang jalan ke tempat cool, tapi juga orang-orang cool yang mau bersusah payah mengubah cara yang selama ini dibudayakan dengan cara yang cool.

    yuk!

    Reply
    • wira says

      19 Aug ’15 at 00:19

      Yuk ah kak biar semua orang jadi cool dan tempat2 cool tetap cool!

      Reply
  5. nyonyasepatu says

    18 Aug ’15 at 16:24

    Wira, koq sedih banget ya baca ini :(
    Dulu aku ke Sempu masih sepiiii banget, hampir gak ada orang malahan kecuali aku dan beberapa temen. Sekarang udah kayak gitu ramenya ya dan rusuh gitu buang sampah sembarangan huhu.
    Trus yang di gua Pindul…. aduh, kayak sarden

    Reply
    • wira says

      19 Aug ’15 at 00:20

      Hiks. Sempu emang sedih banget. Terus baru tahu juga itu adalah cagar alam yang banyak hewan dan tumbuhan endemik. Jadi nggak boleh jadi tempat wisata. Tapi banyak oknum yang main sih jadinya susah juga.

      Reply
      • denmas darmawan says

        22 Apr ’16 at 08:22

        numpang nimbrung opini kang,
        bahwa sampah adalah limbah yg di hasilkan makhluk hidup, itu sudah pasti
        kalo pulau sempu dulu jarang yg datang, pasti jarang sampah
        kalo sekarang banyak sampah berarti banyak yang datang

        nah peran BKSDA sebagai filter pengunjung sebenarnya juga penting jangan semua menyalahkan si pengunjung
        BKSDA selaku operator lapangan harusnya selektif memilih pengunjung atau selektif bikin aturan

        misalnya, pengunjung bisa mendapat ijin setelah meninggalkan ID card sebagai jaminan
        ID Card titipan baru bisa diambil setelah pengunjung menyerahkan sampah “kunjungan” pada waktu pulang
        atau bisa juga bikin restribusi sampah yg biayanya dibebankan ke pengunjung
        hasil pengumpulan biaya ini nanti untuk diberikan kepada relawan setempat untuk biaya pengurusan sampah

        Reply
  6. Mas Edy Masrur says

    18 Aug ’15 at 18:31

    Yang saya pernah ke Gua Pindul, Kak. Alhamdulillah pas ga terlalu rame. Super padat pengunjung waktu itu pas long weekend. Btw, makasih ya pinjaman foto-foto Wae Rebo-nya.

    Reply
  7. Rifqy Faiza Rahman says

    19 Aug ’15 at 06:44

    Kadang ikut ngenes juga lihat realita sekarang, mendadak semua orang berbondong-bondong traveling. Sah-sah saja, namun kita patut mengerem ekspektasi supaya gak sakit hati :D

    Sampahnya itu loh bikin pengen nonjok orang-orang yang buta dan tuli tentang kebersihan :(

    Reply
  8. fanyudin says

    19 Aug ’15 at 12:47

    kalo sampah masyarakat mengaku pecinta alam, yg ada malah alam dia jadiin tempat sampah.

    Reply
  9. Muhammad Akbar says

    19 Aug ’15 at 15:49

    Hmm, postingan ini mirip yang yang sempat diposting juga tapi bedanya itu di dunia.
    Indonesia juga punya juga, hahhaa

    Terkadang ekspektasi tidak sebanding dengan realita, maka disitulah saya merasa lelah.
    Inilah kenyataan dibalik keindahan Indonesia, Semakin populer maka akan semakin kotor dan rusak.

    Reply
    • wira says

      20 Aug ’15 at 18:22

      Kayaknya yang begini ada dimana-mana yah. Indonesia sih pasti banyak :))

      Reply
  10. Fahmi (catperku) says

    19 Aug ’15 at 16:10

    Manusia nggak pernah belajar~ dilema enggak nge buzz destinasi indonesia jadinya? Terus terang, lebih enteng, tanpa beban nulis destinasi luar negeri tapi ya gimana lagi~ *kerjaan kerjaan~*

    Reply
    • wira says

      20 Aug ’15 at 18:23

      Ya ini mah emang manusianya kak. Mau di buzz gak di buzz sama aja kayaknya kalau pada gak sadar.

      Reply
  11. Evi says

    19 Aug ’15 at 16:43

    Kayaknya traveler harus mulai menulis jujur ya…Terkadang satu destinasi itu cuma cantik di foto ketimbang kenyataan. Tapi gimana ya..mengatakan lebih cantik difoto ketimbang kenyataan rasanya seperti nusuk ibu kandung dari belakang :(

    Reply
  12. Andy Hardiyanti Hastuti says

    19 Aug ’15 at 17:05

    postingan ekspektasi vs realitanya keren banget ini mas :) keren banget dishare di sosmed, mengingat sekarang ini banyak banget anakanak kekinian yang suka jalanjalan tapi sampahsampahnya ditinggalkan..

    Reply
  13. Indah Susanti says

    19 Aug ’15 at 17:09

    Kaget banget melihat ini. Masalah sampah memang menyebalkan, sepertinya memang tidak ada rasa ownership atau sense of belonging terhadap ruang publik atau lingkungan. Apalagi ketika sampah masuk ke sungai atau laut, sudah pasti akan sulit diambil, menjadi sampah abadi di lautan dan mungkin jadi senjata pembunuh hewan-hewan laut atau makanan baru ikan-ikan yang buntutnya di konsumsi manusia lagi. Saya juga nemui sampah di utara Raja Ampat ketika menyelam di sana, padahal daerahnya bukan dearh pemukiman.
    Dan menilik keramaian ini, mungkin memang ada yang salah dengan manajemen pariwisata Indonesia ya? Bukankah sebaiknya suatu daerah itu dibatasi jumlah wisatawan-nya, kalau enggak ya membludak gak sehat seperti ini. Gemes banget dengan hal ini. Membatasi kunjungan wisatawan diberlakukan di beberapa daerah di negara-negara yg pernah saya kunjungi demi konservasi alam atau gedung tertentu. Jadi bukan mustahil hal ini bisa dilakukan di Indonesia juga. Hanya pemerintah yg ngurusi pariwisata ini ngerti apa enggak..

    Reply
  14. kelanakecil says

    19 Aug ’15 at 19:45

    IMO di negeri kita tercinta ini traveling lagi ngetrend-ngetrendnya, tetapi makna “traveling” untuk sebagian orang itu yang penting datang ke suatu tempat yang lagi happening terus foto-foto selfie. Yang penting bisa eksis atau dianggap keren karena sudah mengunjungi suatu tempat. Bukan karena traveling untuk mensyukuri keindahan alam atau mengenal keanekaragaman budaya dan suku. Jadi mereka yang mengaku para “traveler” itu akan sembarangan saja membuang sampah dan merusak lingkungan. :( . Kalau menurutku untuk masuk ke area taman nasional kayak di rinjani dan semeru harus tanda tangan pernyataan dulu buat tetep menjaga alam kali yaa, dan dibatasi pengunjungnya juga, sekalian dibriefing yang bener. Para porter itu juga seharusnya dikasih pengarahan dari pihak-pihak terkait. Atau sekalian aja ditutup untuk pendaki di masa-masa tertentu? *iihh emosaaaa deh

    Reply
  15. Badai says

    20 Aug ’15 at 00:02

    Sukak postingan ini, apa adanya, dan bikin mikir kok bisa ya orang2 itu buang sampah seenaknya, dimana sense of belonging mereka :'(

    Pengalaman sewaktu masuk obyek wisata alam di Kerala (India), pengunjung diwajibkan bayar deposit untuk setiap botol minuman yang mereka bawa. Tujuannya apa? Supaya pengunjung gak buang botol2 plastik itu sembarangan, dan membawa turun botol2 plastiknya ke posko, dikumpulin sampahnya, lalu uang deposit bisa diambil kembali. Setidaknya hal itu bisa mengeliminir banyak sampah yang dibuang sembarangan. Mungkin bisa ditiru di sini? Mungkin…

    Reply
  16. Fahmi Anhar says

    20 Aug ’15 at 18:00

    kece! ngena dan bermakna! thanks wira, udah sharing & mengingatkan kami semua untuk menjaga lingkungan.

    tapi
    tapi
    tapi

    kenapa musti ada narasi: “seonggok benda lembut yang masih hangat ada dibalik tanah”

    abis baca itu, aku langsung pengen cuci kaki & ambil wudhu hahaha

    Reply
    • wira says

      20 Aug ’15 at 18:21

      Kirain pengen makan bubur kak #ehhhh

      Reply
  17. dansapar says

    20 Aug ’15 at 18:10

    mental
    :)

    yuk brg2 revolusi mental
    *salam semua jari*
    *langsung angkat sampah dari dapur ke tong sampah basah dan sampah daur ulang ke tong sampah satunya*

    Reply
  18. Matius Teguh Nugroho says

    21 Aug ’15 at 12:58

    Tulisannya sangat menarik, mas. Membuat kita tertegun sejenak dan merenungkan tujuan dari setiap perjalanan kita. Apakah demi gengsi, eksistensi, nafsu diri, atau memang panggilan hati? Itu semua akan tampak dari cara bagaimana seseorang menjalani perjalanannya.

    Ngomong-ngomong, libur lebaran kemarin aku ke Goa Pindul. Syukurlah, suasana nggak terlalu ramai, masih ada ketenangan untuk menikmati sungai yang berwarna hijau toska. Kebersihannya juga nggak masalah. Kayaknya cuma di saat-saat tertentu aja ya Goa Pindul membludak kayak foto di atas :D

    Reply
    • wira says

      21 Aug ’15 at 22:50

      Hehehe iya nug, itu kan cuma contoh ekstrem aja :)

      Reply
  19. lombokwander says

    21 Aug ’15 at 14:30

    Wah ..
    Ekspektasi vs Realita …
    Unik infonya mas ! Semoga para traveler dapat sadar akan pentingnya kebersihan objek wisata !
    Salam kenal dari Lombok !

    Reply
  20. Bellinda Dieng says

    22 Aug ’15 at 23:12

    Keren.. Coba main ke Dieng mas. Ada banyak destinasi rekomendasi.

    Reply
  21. muchtar A kholiq says

    23 Aug ’15 at 21:15

    Astagfirullah. Saya tipe yg suka travellong sendiri yg saya cari ketenangan. Hunting foto dan menikmati keindahan alam secara personal. Dan itu alasan knp saya g suka dateng ke tempat yg ngehits di sosmed. Coba datang ke distrik okbape pegunungan bintang tmpt jatuhnya trigana air. Alamnya bersih krn g terjamah anak2 yg punya sembpyan my trip my adventure

    Reply
  22. indrijuwono says

    24 Aug ’15 at 12:22

    Jadi kamu maunya pergi ke mana, Wiraaaa???

    Reply
    • wira says

      25 Aug ’15 at 04:16

      Aku gak mau kemana-mana kak mau di kasur aja

      Reply
  23. Velysia Zhang says

    24 Aug ’15 at 12:41

    Miris ya dengan keadaan tempat2 yang dulunya indah banget tapi karena kelakuan manusia yang tidak menjaga alam, malah merusak alam. Semoga para pembaca sadar dengan keadaan ini

    Reply
    • wira says

      25 Aug ’15 at 04:17

      Kyaaaa itu tugas kita buat mengingatkan kakakk :*

      Reply
  24. Danan Wahyu Sumirat says

    24 Aug ’15 at 14:19

    aku terhenyak lho kak baca tulisan ini… teringat pulau di anambas yg mulai ngehits sudah dirambah sampah… selama perjalanan tj pinang- tarempa penumpang enak aja lempar sampah ke laut padahal di depannya ada tong sampah.

    pecutin nih yg suka nyampah..

    Reply
    • wira says

      25 Aug ’15 at 04:17

      *pecut* *pecut pake tali tas hermes*

      Reply
      • Danan Wahyu Sumirat says

        25 Aug ’15 at 07:30

        Dan lalu mulut disumpel kaos kaki

        Reply
  25. cumilebay.com says

    25 Aug ’15 at 05:47

    Aku kemana aja yang penting ama kamu #eeap

    Reply
  26. ilovebaliphotography says

    25 Aug ’15 at 14:25

    destinasi yg bagus sekali, walaupun ada yg sdikit tercemar karena ke”eksis”an tp tkurang kesadaran membersihkan sampah yg mereka buang. Semoga mendapat kesempatan melakukan photoshoot di tempat itu

    http://www.lovestoryinbali.com

    Reply
  27. Dewi Dedew Rieka (@dewirieka) says

    27 Aug ’15 at 10:51

    aakk..sediiihhhh…pengen keplakin satu2 yang buang sampah ituu….

    Reply
  28. imama says

    27 Aug ’15 at 14:23

    itu yang di gua pindul parahhhh bangett :((

    Reply
  29. Liza says

    28 Aug ’15 at 06:18

    Miris banget ya wira. Di satu sisi kita gencar mempromosikan objek wisata tersebut disisi lain kita lupa untuk merawatnya terutama agar tetap indah dan bebas dari sampah

    Reply
  30. Sulis sha says

    30 Aug ’15 at 11:21

    Kasiaaan…kalau anak cucuku ntar mau ke sana, dah nggak bisa motret yang indah2 lagi:(

    Reply
  31. prih says

    30 Aug ’15 at 17:52

    selama ini silent reader di blog apik ini. Apresiasi luar biasa untuk postingan ini yang menghadapmukakan antara ekpektasi dan realitas, memapar semoga menampar kesadaran bersama.
    Trim Mas Wira. Salam

    Reply
  32. Putrinyanormal says

    2 Sep ’15 at 15:58

    kamu mengahancurkan semua mimpi aku deh Mz ;'(

    Reply
  33. Prima Hapsari says

    3 Sep ’15 at 10:33

    Indonesia banget, dimana-mana sampah. Padahal pengen banget suatu saat mengajak krucil ke Ranu Kumbolo

    Reply
  34. Josefine says

    7 Sep ’15 at 08:25

    Semoga Indonesia bebas sampah, ya. :”)
    Btw, sudah pernah ke Leang Leang belum, Kak? http://travel.grivy.com/h/i/131011979-wisata-goa-bersejarah-di-leang-leang

    Josefine Yaputri
    Content Writer & Editor
    PT. Grivy Dotcom
    P: +62(0)21 2960 8168
    Office 8 Tower, Floor 18A
    Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53
    Jakarta Selatan, 12190, Indonesia

    Reply
  35. bingung.net says

    14 Oct ’15 at 23:44

    Kasihan penerus bangsa

    Reply
  36. swaraunib says

    7 Feb ’16 at 04:25

    Nica bro.. Keren bingit artikel dan foto2nya. jadi terinspirasi untuk menulis tentang sampah..

    Reply
  37. Al Hafidz says

    8 May ’16 at 15:25

    Keren artikelnya. Terimakasih sudah mencantumkan link sumbernya :)

    Reply
  38. second vision corp says

    22 Oct ’21 at 01:31

    impian bisa kesana bersama anak dan istri

    Reply
  39. Jay says

    25 Sep ’22 at 18:28

    Sy rasa kalian juga hrs ke lombok

    Reply

Trackbacks

  1. Gemu Fa Mi Re untuk Negeriku | My Passion says:
    18 Aug ’15 at 09:14

    […] Wira Nurmansyah, 5 Destinasi Impian di Indonesia yang Wajib Dikunjungi […]

    Reply
  2. Pancaran Nasionalisme Dalam Taman Nasional Indonesia says:
    20 Aug ’15 at 09:09

    […] Wira Nurmansyah, 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi […]

    Reply
  3. tidak mau mati, sebelum... – says:
    20 Aug ’15 at 10:41

    […] Wira Nurmansyah, 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang harus kamu kunjungi […]

    Reply
  4. anambas, mimpi indonesiaku | tindak tanduk arsitek says:
    20 Aug ’15 at 14:21

    […] Timur Menyongsong 17| Albert Ghana – Jelajah Laut Negeri Menjaga Titik Luar Indonesia 18| Wira Nurmansyah – 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi 19| Citra Rahman – Aceh: Destinasi Impian Orang-Orang 20| Atrasina Adlina – Merawat […]

    Reply
  5. Dream Indonesia: Kembali ke Pulau Lombok | andare! says:
    20 Aug ’15 at 21:20

    […] Wira Nurmansyah, 5 Destinasi Impian di Indonesia yang Wajib Dikunjungi […]

    Reply
  6. Indonesia (Juga Bisa) Bikin Rindu | PeakSeason says:
    21 Aug ’15 at 12:03

    […] Di Timur Menyongsong 17| Albert Ghana – Jelajah Laut Negeri Menjaga Titik Luar Indonesia 18| Wira Nurmansyah – 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi 19| Citra Rahman – Aceh: Destinasi Impian Orang-Orang 20| Atrasina Adlina – Merawat Pagar […]

    Reply
  7. Mimpi Tentang Anambas | Danan Wahyu Sumirat says:
    23 Aug ’15 at 17:15

    […] Di Timur Menyongsong 17| Albert Ghana – Jelajah Laut Negeri Menjaga Titik Luar Indonesia 18| Wira Nurmansyah – 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi 19| Citra Rahman – Aceh: Destinasi Impian Orang-Orang 20| Atrasina Adlina – Merawat Pagar […]

    Reply
  8. Papua: A Dream Destination Where I Meet This Inspiring Lady | Peek Holidays says:
    26 Aug ’15 at 16:42

    […] Wira Nurmansyah – 5 Destinasi Impian di Indonesia yang Wajib Dikunjungi […]

    Reply
  9. Mimpi Indonesia: Desa Adat Wae Rebo, Flores, Nusa Tenggara Timur | The Uber Journey says:
    28 Aug ’15 at 19:24

    […] Wira >> 5 Destinasi Impian di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi […]

    Reply
  10. Aceh: Destinasi Impian Orang-orang | Traveler Cilet-Cilet says:
    31 Aug ’15 at 13:46

    […] 5 Destinasi Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi […]

    Reply
  11. Inginku Boven Digul: Belajar dari Bung Hatta | Astin Soekanto says:
    12 Oct ’15 at 11:06

    […] ke Misool Segera(16) Albert Ghana – Jelajah Laut Negeri Menjaga Titik Luar Indonesia(17) Wira Nurmansyah – 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi(18) Citra Rahman – Aceh: Destinasi Impian Orang-Orang(19) Atrasina Adlina – Merawat […]

    Reply
  12. DREAM INDONESIA, Ingin Ke Misool Segera – Travel Blogger Indonesia | richotraveling.com says:
    23 Dec ’15 at 08:50

    […] Wira Nurmansyah, 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi […]

    Reply
  13. #DreamIndonesia: The Need To Give Back for Indonesia | Wonder Tripper says:
    3 Jan ’16 at 21:11

    […] Di Timur Menyongsong 17| Albert Ghana – Jelajah Laut Negeri Menjaga Titik Luar Indonesia 18| Wira Nurmansyah – 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi 19| Citra Rahman – Aceh: Destinasi Impian Orang-Orang 20| Atrasina Adlina – Merawat Pagar […]

    Reply
  14. Banda Neira, Ku akan Datang - Koper Traveler says:
    24 Mar ’16 at 10:33

    […] This Inspiring LadyFahmi Anhar – Destinasi Impian NusantaraWira Nurmansyah – 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu KunjungiCitra Rahman – Aceh: Destinasi Impian Orang-OrangTitiw Akmar – Pancaran […]

    Reply
  15. DREAM INDONESIA: DI TIMUR MENYONGSONG DIRGAHAYU – Jalan Jalan Jeprat Jepret says:
    3 Aug ’18 at 20:43

    […] I Meet This Inspiring Lady Fahmi Anhar – Destinasi Impian Nusantara Wira Nurmansyah – 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi Citra Rahman – Aceh: Destinasi Impian Orang-Orang Titiw Akmar – Pancaran Nasionalisme […]

    Reply
  16. DREAM INDONESIA: DI TIMUR MENYONGSONG DIRGAHAYU - C4ME - Jalan-jalan Jeprat Jepret says:
    3 Aug ’18 at 23:50

    […] I Meet This Inspiring Lady Fahmi Anhar – Destinasi Impian Nusantara Wira Nurmansyah – 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi Citra Rahman – Aceh: Destinasi Impian Orang-Orang Titiw Akmar – Pancaran Nasionalisme […]

    Reply
  17. Dream Indonesia: Di Timur Menyongsong Dirgahayu - cool4myeyes.com says:
    17 Aug ’18 at 20:56

    […] I Meet This Inspiring Lady Fahmi Anhar – Destinasi Impian Nusantara Wira Nurmansyah – 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi Citra Rahman – Aceh: Destinasi Impian Orang-Orang Titiw Akmar – Pancaran Nasionalisme […]

    Reply
  18. Dream Indonesia: Kembali ke Pulau Lombok — Parah1ta.com says:
    7 Jul ’19 at 11:43

    […] Wira Nurmansyah, 5 Destinasi Impian di Indonesia yang Wajib Dikunjungi […]

    Reply
  19. Mimpi Indonesia: Desa Adat Wae Rebo, Flores, Nusa Tenggara Timur — The Uber Journey says:
    19 Oct ’19 at 11:08

    […] Wira >> 5 Destinasi Impian di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi […]

    Reply
  20. Aceh: Destinasi Impian Orang-orang – Blogger Cilet-cilet says:
    22 Mar ’20 at 16:06

    […] Wira Nurmansyah – 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi […]

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 15 Tips Fotografi Landscape
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...