• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Thought / 13 Hal yang Seharusnya Diperbaiki di Terminal 3 Ultimate Soekarno Hatta

Oct 26 2016

13 Hal yang Seharusnya Diperbaiki di Terminal 3 Ultimate Soekarno Hatta

Terminal 3 yang megah, tapi...
Terminal 3 yang megah, tapi…

Soekarno-Hatta tak hanya sebuah bandara untuk kota Jakarta. Ia adalah gerbang masuk utama Republik Indonesia.

Sebagai warga yang sejak dahulu bermimpi Indonesia mempunyai airport yang representatif, saya selalu tak sabar menunggu ketika tahu Soekarno-Hatta akan punya terminal baru. Terminal 3 Ultimate ( sekarang sebutannya ‘Terminal 3’ saja). Apalagi ia ramai digadang-gadang untuk menyaingi Changi Airport.

Ketika peluncurannya di awal Agustus 2016 lalu, saya saya gembira dan ingin mencoba langsung. Namun setelah melihat sendiri, saya agak kecewa. Dibalik gedungnya yang besar dan megah ini, ternyata banyak eksekusi detail yang kurang. Berikut list yang saya buat, mungkin bisa jadi bahan perbaikan untuk Angkasa Pura 2.

(semua foto diambil pada bulan oktober 2016 oleh saya sendiri, kecuali disebutkan lain)

 

1. Kolong Jembatan

Saya tidak tahu ini memang sudah selesai atau belum, tapi yang jelas terminal sudah beroperasi, kan?

kolong jembatan terminal t3
Bagian kedatangan penumpang di lantai satu yang nampak seperti kolong jembatan yang kumuh
Tempat taksi
Tempat taksi. Perhatikan jalur yang hanya empat. Tak heran kalau bisa macet parah.
Salah satu sisi ujung
Salah satu sisi ujung
Rasanya ada satu lapisan lagi yang kurang.
Rasanya ada satu lapisan lagi yang kurang.

 

2. Hiasan gerbang di jalan masuk area bandara

Ada yang tahu ini apa?
Ada yang tahu benda hijau ini apa?

Setelah keluar dari Tol, atau keluar dari jalan perimeter menuju pintu masuk terminal, biasanya ada gerbang rumah adat Bali yang sangat Indonesia sekali. Sekarang diganti benda seperti kincir angin dengan halilintar hijau di atasnya.

 

3. Bentuk atap

Agak serem menurut saya..
Agak serem menurut saya..

Kalau dibandingkan dengan desain atap terminal 2 yang berwarna hangat, langit-langit tinggi, dan terinspirasi rumah joglo, saya merasa desain terminal 3 yang berbentuk gerigi tajam ini ini terlalu suram, dingin, dan kaku. Saya tidak mengerti arsitek sih, ini cuma murni perasaan saja, hehe.

Selamat sore.
Sore hari

 

4. Hiasan mobil antik

Saya merasa hiasan mobil antik yang dicat warna-warni ini tidak seharusnya ada di bandara semegah terminal 3. Lagi-lagi ini cuma selera saya saja.

Di pintu keberangkatan
Di pintu keberangkatan
Di jalan menuju pengambilan bagasi
Di jalan menuju pengambilan bagasi
terminal-3-ultimate-jakarta-4
Bisakah kamu menemukan beberapa kesalahan dalam penulisan keterangan untuk hiasan mobil ini?

 

5. Tempat sabun di toilet

Untuk terminal semegah terminal 3 Ultimate, tempat sabun ini terkesan sangat murahan. Tempat sabun serupa saya temukan di warung nasi padang dekat rumah saya.

The legend
Penempatannya pun tidak ada di setiap wastafel.

 

6. Desain AC yang unik

Saya tidak bisa bilang desainnya kurang bagus. Tapi saat saya perhatikan di beberapa AC ini, pemilihan bahannya yang kurang bagus. Saya melihat di beberapa AC sudah mulai menggelembung seperti kayu partikel yang terkena air.

Hai :)
Hai :)
Menggelembung
Menggelembung
Area setelah security check. Tempat pasang ikat pinggang.
Area setelah security check. Tempat pasang ikat pinggang. Seperti sedang ditunggui minion. :))

 

7. Tidak boleh membawa troli di lift?

Ini serius mz?
Ini serius mz?

Bandara adalah tempat dimana orang-orang membawa barang-barang banyak. Di terminal 1 dan 2 kita biasa menaiki lift besar yang memang seperti lift barang. Tapi di terminal 3? Jangan harap.

Lift kaca
Lift kaca

Lift nya jauh lebih kecil daripada T1 dan T2. Kata petugasnya, “Lift-nya dari kaca, jadi tidak boleh dimasukin troli, nanti bisa pecah.”

Edyan.

 

 8. Area merokok

Saya bukan perokok. Tapi perokok bakal senang karena di T3 ini arena merokoknya banyak. Tidak cuma di pojokan, tapi juga ada di tengah-tengah! Lah ini mah asepnya kecium juga sama saya yang lagi lewat. Duh.

Merokok di area semi-outdoor. Alias di bawah kolong jembatan. Kalau yang di ujung terminal sih oke, tapi kalau di tengah sini?
Merokok di area semi-outdoor. Alias di bawah kolong jembatan. Kalau yang di ujung terminal sih oke, tapi kalau di tengah sini?

 

9. Warna Papan Informasi

Kalau pakai background hitam pasti tidak merusak mata saya. Ini nampak seperti blue screen of death punya windows. Icon garuda pun pecah.
Kalau pakai background hitam pasti tidak merusak mata saya. Ini nampak seperti blue screen of death punya windows. Icon garuda di pun pecah.
terminal-3-ultimate-jakarta-48
GO GREEN? Maksudnya apa yahhh???

Oh iya, tidak ada layar informasi conveyor belt pengambilan bagasi sebelah mana. Jadi kita harus mengecek satu-satu dimana posisi conveyor belt bagasi penerbangan kita. Huvt.

 

10. Hiasan Seni

Selain mobil antik, ada beberapa hiasan seni kontemporer yang….saya tidak paham, tapi saya tidak bisa bilang ini bagus. Beberapa ada yang kontroversial karena dianggap menayangkan tokoh yang mirip seperti tokoh komunis sudah diturunkan.

Silakan dinilai sendiri.

Capung-man? Saya tak bilang ini jelek ataupun bagus. Saya hanya tak paham. Foto ini diambil pada Agustus 2016. Sumber : twitter @sefiiin
Capung-man?  Foto ini diambil pada Agustus 2016. Foto oleh kawan saya @sefiiin. Tapi ini sudah dicopot karena banyak yang protes.
Setelah Capung-man, apakah yang akan muncul?
Setelah Capung-man, apakah lagi yang akan muncul?
Entah apa
Entah apa
Soekarno Hatta
Soekarno Hatta
Hiasan di dinding setelah keluar dari garbarata saat kedatangan. Agak monoton hiasan dindingnya karena sama sepanjang lorong.
Hiasan di dinding setelah keluar dari garbarata saat kedatangan. Agak monoton hiasan dindingnya karena sama sepanjang lorong.

 

11. Pencahayaan

Ini bagian yang sangat terlihat. Di bagian check in, lampunya remang-remang. Menggunakan sumber cahaya yang cukup keras tapi jarang, sehingga menghasilkan kontras tinggi.

Kalau kamu motret, hasilnya pasti antara underexposure atau overexposure, karena kamera tak mampu menangkap rentang cahayanya.

Di bagian depan arrival area, lampunya pakai lamput sorot macam stadion bola. Silau.

terminal 3 ultimate
Ini sudah saya naikan exposurenya supaya terang. Aslinya lebih remang-remang.
Itu lampu sorot di tiang-nya. Perhatikan bayangan di kursi yang keras sekali. Janga lupa bawa kacamata hitam kalau disini.
Itu lampu sorot di tiang-nya. Perhatikan bayangan di kursi yang keras sekali. Janga lupa bawa kacamata hitam kalau disini. Bus pun tidak punya jalur khusus seperti Terminal 1 dan 2, sehingga menyebabkan kemacetan bandara sedang ramai.
Area pengambilan bagasi juga remang-remang
Area pengambilan bagasi juga remang-remang

 

12. Masih banyak yang belum selesai

Sudah 2 bulan berjalan sejak terminal dibuka, tapi terlihat masih banyak yang belum selesai. Awal tahun depan terminal 3 juga akan melayani rute internasional. Semoga semuanya sudah beres, ya?

masih berantakan
masih berantakan
Temporary
Temporary
kursinya masih belum rapih
kursinya masih belum rapih
Diendorse? :p
Diendorse? :p
(Semoga) Temporary
(Semoga) Temporary
Di sebelah area counter check in ada 'perosotan'. Untuk apa ya? Agak wasting space sih...
Di sebelah area counter check in ada ‘perosotan’. Untuk apa ya? Agak wasting space sih…
Musholla yg di counter check in belum selesai. Ini musholla di boarding room. Hanya ada satu?
Musholla yg di counter check in belum selesai. Ini musholla di boarding room. Hanya ada satu?
Untungnya tenant-tenant punya arsitektur yang bagus, walaupun masih banyak yang seperti warung pinggir jalan.
Untungnya tenant-tenant punya arsitektur yang bagus, walaupun masih banyak yang seperti warung pinggir jalan.
Rest area-nya terlalu plain, mirip kamar rumah sakit. Kursinya juga keras :(
Rest area-nya terlalu plain, mirip kamar rumah sakit. Kursinya juga keras :(
Temporary
Temporary

 

13. Tidak sesuai desain awal?

Ini adalah rendering awal terminal 3 soekarno-hatta yang muncul ke publik. Waktu melihat ini, saya sudah tak sabar menunggu terminal ini jadi. Tapi, ah sudahlah..

Area check in (ekspetasi)
Area check in (ekspetasi) — Courtsy of Woodhead
Area check in (realita)
Area check in (realita)
Area pengambilan bagasi (ekspektasi) -- Courtesy of Woodhead
Area pengambilan bagasi (ekspektasi) — Courtesy of Woodhead
Area pengambilan bagasi (realita)
Area pengambilan bagasi (realita)

Selain masalah bangunan, juga ada masalah yang terkenal seperti banjir dan handling bagasi yang belum sempurna sehingga menyebabkan delay atau bagasi tertinggal. Bahkan saat saya berada disana, T3 sempat mati listrik sehingga eskalator, lampu, restoran jadi tak berfungsi. Kasian si maskapai bintang 5 penghuni tunggal terminal ini kan ya?

Pada akhirnya, semua ini adalah opini pribadi saya. Mohon koreksi jika ada salah-salah.

Semoga Bandara Soekarno-Hatta bisa jadi lebih baik.

Salam.

p.s. Ini juga ada video satu menit tour di dalam bandara. Jangan lupa juga subsribe youtube channel saya ya! :)

[embedyt] http://www.youtube.com/watch?v=C9pmaj1sma8[/embedyt]

Written by wira · Categorized: Thought · Tagged: terminal 3 ultimate

Reader Interactions

Comments

  1. Vonny Dwi Utami says

    26 Oct ’16 at 17:52

    Makasih mas udah bikin saya senyum2 baca post ini. AHAHAHA capung man *face palm* mungkin yg nomer 1 biar desainnya kekinian industrial gimana gitu jd unfinished lol. Mungkin itu interior designernya kesel dalam hati, “udah gw buat + render susah2 eh jadinya begini. Saya blm sempet coba terminal 3A ini, tapi pas lewat saya kira blm beroperasi karena outlooknya masih belum mantep, ehh ternyata sudah. Di berita juga pas ujan gede air bocor sana-sini. Itu lapisan kayu di ac bikin geregetan deh :( ah tapi yasudahlah semoga dibenahi…

    Jangan lupa main2 ke blog saya jg ya > http://www.vonnydu.com

    Reply
    • Vonny Dwi Utami says

      26 Oct ’16 at 17:58

      ehhh maksudnya terminal 3U

      Reply
    • wira says

      26 Oct ’16 at 18:52

      hihi iya mungkin dirubah konsepnya, soalnya di desain awal kalo nggak salah sih mau ngangkat tema kebudayaan kontemporer gitu.

      Reply
  2. Fahmi Anhar says

    26 Oct ’16 at 18:23

    Yak! hampir semua uneg2 T3 udah disampaikan Wira disini. Sama, aku juga “gatel” begitu pertama kali landing disini. Kok gini, kok gitu, finishingnya kasar, dll. Dan yang paling mengganggu, desainnya miring2, cutting keramiknya miring2, nggak simetris. Pengidap OCD sangat nggak nyaman disini hahaha. Rasanya pingin lurusin lantai, karpet, atap dll.

    Yaa semoga kedepan segera ada perbaikan di T3 sesuai rencana pembangunan awal. Penumpang nyaman, operasional penerbangan lancar. Aamiin.

    Reply
    • wira says

      26 Oct ’16 at 18:53

      Mungkin yang bikin lagi miring kak, jadinya miring-miring semua. Aaminnn semoga segera ada perbaikan.

      Reply
      • BaRT says

        26 Oct ’16 at 21:58

        Sebagai pengidap OCD level awal aku langsung geregetan pas terbang via Terminal 3 ini. Panel-panel kayu nya terasa murahan pas di pegang. Lem kayu nya masih belepotan di beberapa tempat. Musholla nya, aduuh itu temenku yg tinggi-tinggi pasti harus milih barisan supaya gak kena sebagian atapnya. Terus papan petunjuknya banyak yg meleset, masa penunjukkan toilet di depan toko parfum. Dan gak tau ya, kenapa waktu itu siang2 rasanya panaaaas banget, AC nya gak kerasa.

        Jujur aku sedih dan kecewa. Tapi ya mau bilang apa. Makasih Wir, udah nyediain tempat buat curcol di sini hahahaha

        Reply
        • wira says

          27 Oct ’16 at 05:29

          Wah kalau pengidap OCD disini pasti langsung berasa kayak cewe lagi PMS :))

  3. Journal kinchan says

    26 Oct ’16 at 18:26

    Tetep paling suka T2, meski padat, alur kendaraannya enak.. tempat tunggu bus ada sendiri dan ga terganggu kendaraan lain. Sumpah jd males naik Garud* lho gara2 kepindahan ini ?

    Reply
    • wira says

      26 Oct ’16 at 18:54

      Iya, beberapa kawan juga jadi agak menghindari garuda. At least sampe semua masalah di T3 beres :))

      Reply
  4. cumilebay.com says

    26 Oct ’16 at 19:07

    mas wira yang terhormat, ini indonesia lho dan ini meskipun sudah di resmikan tapi kalo masih perlu perbaikan.

    Jd kamu kalo mau melihat ini bandara bener2 manja dan pantas sesuai expetasi itu nanti 10 tahun lagi paling cepat … Sabar yaaa #LaluDigampar

    Reply
    • wira says

      26 Oct ’16 at 19:09

      Mas cumi udah makan? wakakaka

      Reply
  5. mubee says

    26 Oct ’16 at 19:08

    Ini jepret2nya lake fuji lagi yak? Duhh..

    #salahfokus x_x

    Reply
    • wira says

      26 Oct ’16 at 19:10

      Iyaa kak, beberapa ada yang canon juga haha

      Reply
  6. omnduut says

    27 Oct ’16 at 06:16

    Dan koar-koar mau menyaingi Changi itu yang bikin “ngilu”.

    Manusia capung itu asli gak jelas. Banyak sekali kritik membangun buat T3. Semoga pihak berwenang nggak menutup mata soal itu.

    Reply
    • wira says

      27 Oct ’16 at 10:17

      Semoga tidak muncul capung-capung tidak jelas lainnya ya.

      Reply
  7. Deddy Huang says

    27 Oct ’16 at 10:12

    aku belum mampir ke sana… nanti baru boleh komen lagi :p

    Reply
    • wira says

      27 Oct ’16 at 10:18

      Main lah kesini kakk kapan-kapan. Jangan lupa naik garuda biar bisa masuk ke dalam T3 :D

      Reply
  8. Wanderer says

    27 Oct ’16 at 10:26

    Silahkan mampir buat nambah list dari hanya 13 menjadi 13+++++ :D

    http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1627841&page=1120

    Reply
    • wira says

      27 Oct ’16 at 12:12

      Wah iya saya sempet lihat juga thread itu, rame banget kalo disana, mungkin kalau di list jadi 999+ :D

      Reply
  9. gold says

    27 Oct ’16 at 11:21

    niat bangunnya bagus, tapi kurang profesoional

    Reply
    • wira says

      27 Oct ’16 at 12:48

      Semoga bisa segera selesai dan diperbaiki ya.

      Reply
  10. Oky Maulana says

    27 Oct ’16 at 12:42

    Wah belum pernah ke sana :(

    Reply
    • wira says

      27 Oct ’16 at 13:22

      Semoga bisa kesini dan mencoba langsung sendiri.

      Reply
  11. Muhammad Akbar says

    27 Oct ’16 at 13:09

    Belum pernah landing sih di Terminal 3, setidaknya keluhan yang berseliweran selama ini terangkum semuanya disini.

    Sebenarnya bandara sudah cukup bagus kalau seandainya berada di provinsi ujung sana, Nah ini loh Jakarta, wajah Indonesia sebenarnya jadi wajar saja jika orang2 punya ekspektasi yang besar apalagi desainnya sudah ciamik dan digaungkan akan menyaingi Changi AirPort. Tapi kok masih mending Bandara Sepinggan Balikpapan yah, Eh lupa, bandara ini kan belum jadi seutuhnya yah. Jadi harap maklum jika banyak kekurangan cuma terkesan dipaksakan selesai.

    Semoga jadi bahan pelajaran buat Angkasa Pura.

    Reply
    • wira says

      27 Oct ’16 at 13:21

      Kuala Namu, Sepinggan, dan Denpasar menurut saya jauh lebih bagus kak :D

      Reply
  12. Matius Teguh Nugroho says

    27 Oct ’16 at 20:47

    Setuju! Itu banyak bagian yang belum selesai dan nggak sesuai desain awal. Gue nggak tahu siapa yang “nakal”. Bironya sih biro desain dan arsitektur internasional, jadi curiganya tim kita yang nyeleweng. Huft.
    Yang mau lihat T3 dengan pencahayaannya yang remang-remang, nih gue ada fotonya (iklan baris, hihihi): https://thetravelearn.com/2016/08/27/terminal-3-ultimate-dan-kualanamu/

    Terminal 4 Changi udah mau kelar, tapiii baru akan dioperasikan pertengahan tahun depan. Akan ada serangkaian tes dulu. Harusnya T3 juga kayak gini.

    Reply
    • wira says

      28 Oct ’16 at 11:55

      ((( REMANG – REMANG ))) . Iya euy kalo motret T3, gak diatur exposure di kamer langsung gak bener cahayanya…

      Reply
  13. Maverick says

    28 Oct ’16 at 14:16

    “Perosotan” itu buat nutup jalur conveyor belt bagasi dri meja check-in

    Reply
    • wira says

      31 Oct ’16 at 06:42

      Thanks atas keterangannya.

      Reply
  14. Baktiar says

    30 Oct ’16 at 08:04

    Kalau lihat rancangannya yang udah dirender emang jauh banget sih dibanding hasilnya.. ya moga-moga sih perbaikan dan finishing masih berjalan biar hasil akhirnya gak jauh banget.. btw ada positifnya, kita mulai punya bandara yang membanggakan walau sambil sedikit berkerenyit dahi :D

    Reply
    • wira says

      31 Oct ’16 at 06:39

      Kalau yang T3U ini saya belum ada bangga-bangganya kak #eh

      Reply
  15. Vari | Travelingcow says

    30 Oct ’16 at 22:24

    sekitar 2 minggu sebelum diresmikan, gw sempet ketemu salah seorang karyawan AngkasaPura dan dia sibuk curhat bahwa lagi sibuk diburu2 untuk peresmian T3 Neo (bukan Ultimate kalau orang AP nyebutnya) ini harus di mid Agustus karena mau ngebarengin dengan HUT RI dan HUT AP sendiri, jadi everything emang dipaksain harus jadi ngejar target deadline tanggal tsb, jadi no wonder lah hasilnya seperti itu.. emang pejabat kita masih aja sibuk ABS ya, yg penting bos senang, ga jelas deh…pdhl ini aset bangsa seharusnya bisa jadi kebanggaan..

    Reply
    • wira says

      31 Oct ’16 at 06:38

      Yang kudengar juga demikan kak…sayang banget ya…

      Reply
  16. Kinesio Tape says

    31 Oct ’16 at 12:59

    wkwk, masih banyak banget yang harus di evaluasi nih, paling nggak kl menurut aku yg tmpt sabun, kok bisa pasangnya miring, ngga lurus sama wastafelnya :(

    Reply
  17. Claudia Novreica Sutrisno says

    31 Oct ’16 at 17:36

    Saya pernah sekali mendarat ke Terminal 3 ini dari Solo, dan saya dibikin pusing dengan sistem penjemputan penumpang pesawat yang ternyata harus di gedung parkir. Tidak ada tanda selama di terminal yang menunjukkan kalau saya harus ke sana. Alhasil, saya keburu stres dan marah-marah dengan sistem yang serba buru-buru dan tidak jelas di terminal ini. :’)

    Mau tanggepin soal arsitektur dan instalasi kontemporer yang ada di Terminal 3, nih. Menurut saya, arsitektur yang dibuat itu seolah mau menyampaikan kalau Indonesia itu sedang berkembang ke arah yang lebih futuristik, lebih visioner. Makanya, beberapa ornamen kayu, yang sebelumnya ada di Terminal 2 ditiadakan, namun digantikan dengan instalasi kontemporer yang masih membawa tradisionalitas dan karakteristik dari Indonesia. Memang saya kurang ngerti maksud adanya Capung-Man (bentuknya lumayan absurd yah, hahaha!), tapi saya lumayan mengerti maksud dan tujuan desain yang ada di Terminal 3, hahaha. :D

    Tulisan yang menarik, Mas! Salam kenal dan terus menulis dan melancong! Hehehe. :)

    Reply
    • wira says

      1 Nov ’16 at 04:46

      Masalahnya adalah, mereka menggadang-gadang arsitektur T3 baru ini bakal menunjukan kearifan budaya lokal, yang sudah sangat tercermin di rendering desain awal T3. Seperti batik 3d dan semacamnya. Tapi hasil jadinya malah industrial design yang agak nanggung hehe. Salam kenal mba, terima kasih sudah mampir! :)

      Reply
  18. Busur Nusantara says

    1 Nov ’16 at 07:19

    yg terpenting kemacetan juga dibenerin, gak cuman bangun ini bangun itu, tapi dmna-mana macet..

    Reply
  19. adlian pratama (@pratamaadlian) says

    1 Nov ’16 at 13:30

    Nomor 7 memang Edyan! Di T2 CGK, Guangzhou (CAN), lift memang lebih diperuntukkan untuk orang yang bawa troli dengan bagasi bejibun. Eh ini malah dilarang.

    Reply
    • wira says

      2 Nov ’16 at 05:14

      Ternyata ada lift barang di gedung parkiran. Sayangnya agak jauh dan jalannya menanjak. Kalau yang bawa koper gede2 pasti repot. Aneh juga yaa.

      Reply
  20. susanpergidulu says

    12 Nov ’16 at 18:27

    Belum pernah masuk ke T3, cuma pernah lewat depannya doang pas bis Primajasa nurunin penumpang. Keliatannya memang masih banyak banget yang belom beres tapi maksa dibuka ya. Hmm…kita tunggu aja deh perkembangannya.

    Reply
  21. muh ulil says

    17 Nov ’16 at 16:14

    nggak ada conveyor belt buat bagasii??
    ngeri bngt mas…kmarin waktu terbang dari cairo-jkt bagasi temen nyasar ampe bangkok..padahal itu udh ada conveyor belt nya…kesalahan peletakan nomer bagasi sebabnya…
    apalagi kalo nggk ada,, ada aja bisa begitu..huft

    Reply
  22. Sebentar Saja says

    20 Nov ’16 at 12:47

    Hauahah, Capung man, baru kali ini liat ada capung di Bandara. Biasanya sih keunikan lokal yang ditampilin.. Tapi, ah sudahlah..

    Reply
  23. Nico says

    6 Dec ’16 at 01:34

    Dulu knpa pak menteri yang ngelarang t3 ini beroperasi sebelum beres di copot ya malah di ganti sama big boss ap ii nya, seandainya nurutin pak menteri dulu supaya selesai dulu clear baru boleh operasional, pasti ga bakalan jatoh seperti ini, walaupun molor 1thn pun kalau hasilnya bener 2 grande pasti byk org yg bangga
    Pray for Indonesia 😔😔😔😔😔😔

    Reply
  24. doodle says

    19 Dec ’16 at 14:40

    saya baca artikel ini bingung mas, mau tertawa terbahak-bahak akan kurangnya fasilitas yang ada. Atau harus sedih dengan pemimpin negeri ini yang mengalokasikan uang negara ke kantong mereka masing-masing. Kan kalau gini yang malu juga kita :((((

    Reply
  25. jonathanbayu says

    20 Dec ’16 at 12:14

    Kayanya belum siap banget buat melayani penumpang ya mas? Terlalu terburu-buru menurut saya diresmikannya..aturan setelah semuanya beres aja ya.
    Mudah-mudahan sekarang udah lebih bagus..(belum pernah kesana :D)

    Reply
  26. pokoknya says

    16 Jan ’17 at 13:42

    Semoga segera terbenahi kekurangannya. :)

    Reply
  27. pokoknya says

    16 Jan ’17 at 13:45

    Semoga segera terselesaikan kekurangan yang ada di bandara sukarno hatta… :)

    Reply
  28. Iwan Tantomi says

    8 Mar ’17 at 13:50

    Temporary, memang masih ok, T2, nyaman khususnya. :D

    Reply
  29. Didi says

    11 Jul ’18 at 21:10

    Kmrn sempet jemput temen di T3. Area parkir sudah mulai aneh. Masuk ke dalamdjg aneh flownya.

    Dan hari ini saya baru mendarat nih di t3.
    Dan bener apa ketakutan saya masalah penjemputan.

    Dan skrg sembari saya nulis inipun saya masih di parkiran, tidak bergerak sudah 40 menit. Yes empat puluh menit.
    OMG ….. Betapa parahnya ini yg mendesign tempat parkir maupun penjemputan.

    Parah !!!!!!!!!

    Reply
  30. Wid says

    6 Oct ’22 at 19:46

    Jujurly, YIA, UPG, KNO, DPS jauh lebih bagus daripada CGK T3.

    Reply
    • Glenn says

      25 Sep ’23 at 10:47

      Bener banget itu. Apalagi DPS sekarang sudah bisa melayani Penerbangan Reguler Airbus A380 👍

      Reply
  31. WIlson says

    29 Nov ’23 at 08:04

    Halo mas Wira, saya kembali lagi ke artikel ini setelah 7 tahun lamanya sambil ngedumel habis kencing di urinal T3 yang bau pesing karena sensor flush otomatis dimatikan (sudah hampuir 3 tahun dimatikan semua). Kemudian saya lihat videoT2 changi yang baru di renovasi ini:

    https://www.youtube.com/watch?v=Nonjy_7b-Us

    Rasanya itu kok karya anak bangsa kita gimana gitu ya, nyesek dada saya……

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 15 Tips Fotografi Landscape
  • Toko Eiger Jalan Sumatra Bandung
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • 4 Langkah Mudah Memotret Bintang & Milky way!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...