• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Thought / Naik Bandros? Pikir-pikir dulu deh…

May 19 2015

Naik Bandros? Pikir-pikir dulu deh…

Bandros carter
Bandros Mejeng dulu

Beberapa waktu lalu pak walikota Bandung Ridwan kamil meluncurkan bis tingkat terbuka untuk para turis berkeliling menikmati kota Bandung.

Bandros. Kependekan dari Bandung Tour On Bus. Singkatan yang cerdas dan terasa sunda sekali.

Idenya sangat brilian. Bis double decker terbuka dengan warna merah menyala mirip seperti di London berjalan mengelilingi titik-titik tertentu di kota bandung, sambil mendengarkan penjelasan pemandu tentang tempat yang kita lewati.

Awalnya menyenangkan. Semua orang berebut duduk di lantai dua, berfoto-foto, tertawa riang, hingga bis mulai berjalan meninggalkan taman Cibeunying.

Hanya beberapa puluh meter setelah mulai berjalan tiba-tiba terdengar teriakan dari belakang saya, “AWAS KABEL, NUNDUKKK!”

Spontan semua orang yang sedang sibuk berfoto terkaget. Dengan refleks kami semua menunduk agar leher kami tak terjerat kabel listrik. Namun semua orang senang dan nampak seperti sedang menaiki wahana di theme park.

Senang sih, tapi BAHAYA.

Saya sudah tak berkonsentrasi mendengarkan pemandu menjelaskan tentang destinasi yang kami lewati. Saya lebih berkonsentrasi untuk melihat kabel atau ranting yang mungkin lewat di atas kepala kami.

Sayang memang, kota-kota cantik Indonesia seperti Bandung harus punya kabel listrik yang melintang sembarangan di atas tanah. Belum lagi kabel-kabel telekomunikasi yang ikut meramaikan. Pernah lihat perempatan Braga yang dekat asia afrika? Itu adalah salah satu contoh yang mengerikan.

Bis bandros juga nampak sudah mulai terlihat ‘kaleng’ nya. Cat-cat di atas besi sudah mulai mengelupas. Nampak kurang terawat. Semar jawi di Semarang nampak masih lebih bagus.

Jadi, buat kamu yang kepengen sekali naik Bandros, lebih baik hati-hati dan konsentrasi penuh. Mari berharap agar kabel-kabel di rute bandros bisa dipindahkan dan kita bisa nyaman menikmati Paris van Java.

Mari kita lihat foto-fotonya dibawah ini..

bandros
Bandros di Taman Cibeunying

Awalnya kita seperti anak kecil yang pertama kali naik bis tingkat

Senang naik bandros
Senang naik bandros. Photo by Satya
bahaya bandros kabel bandung
Masih senyum

Beberapa saat kemudian senyum diatas bisa berubah menjadi seperti ini.

bahaya bandros kabel bandung
Ranting pohon lewat di atas Bandros

Atau seperti ini..merunduk macem film matrix ..

Ups bisa jadi kayak film matrix nih lama-lama :))
Ups bisa jadi kayak film matrix nih lama-lama :))

Tuh lihat kabelnya deh. Mengerikan!

bahaya bandros kabel bandung
:(

 Menghindari kabel dan ranting. Excited macam naik kora-kora. 

kamu ngapain mb.?
kamu ngapain mb.?
bandros bandung
Lantainya sudah mulai mengelupas
naik bandros bandung
Awas!

Bagaimana menurutmu? Masih pengen naik Bandros?

Thanks!

Written by wira · Categorized: Thought · Tagged: bandros, cara naik bandros, naik bandros bandung

Reader Interactions

Comments

  1. zilla says

    19 May ’15 at 07:01

    Hi Wira,

    First time komen di sini..

    Untuk Bandros ini, di mana station ya dan berapa kosnya?

    Reply
    • wira says

      19 May ’15 at 07:33

      Halo Zilla,

      Untuk bandros biasa mangkal di Taman Cibeunying. Dulu sih gratis, tinggal kasih struk belanja apapun yang di bandung. Tapi sekarang ada ongkosnya 10 ribu. Kalau ini ikut rombongan yang carter karena ada acara tertentu.

      Reply
      • fanyudin says

        21 May ’15 at 13:03

        Kalo kak Wira biasa mangkal dimana yaaa ??

        Reply
  2. Fahmi says

    19 May ’15 at 09:57

    Bandrosnya sih oke, tapi tata kabel kota bandung nggak mendukung. Entah bandrosnya ketinggian, atau memang kabelnya terlalu rendah~ berapa kali kemarin hampir kena kepala deh itu kabel -,-

    Reply
    • wira says

      19 May ’15 at 10:07

      Ihik. Iya kenapa ya bandros bisa beroperasi padahal standar keselamatan masih minim banget? Pencitraan? *melongos*

      Reply
  3. Satya Winnie Sidabutar says

    19 May ’15 at 10:07

    Mz, foto uelek ku kenapa dipampang gede-gede gitu Mz? Tegaaaaaaaaa…..

    Reply
    • wira says

      19 May ’15 at 10:10

      Kamu cantik gitu kok mb, kok masi jomblo? *siul-siul*

      Reply
  4. imalavins says

    19 May ’15 at 10:54

    ngeriii bangett haha mungkin perlu kerjasama sama pihak pln + dinas pertamanan gitu kali ya kak hehe..
    kalo di Surabaya ada bis SCT (Sby Culinary and Shopping Track) sama bis SHT (Sby Heritage) kak modelnya mirip trem gitu bukan yang bis dua tingkat kayak bandros hehe #promosisby :p

    Reply
    • wira says

      19 May ’15 at 11:38

      Iya kalo trem lebih aman pastinya haha. Tapi kalo di Bandung jalannya kecil2, ridwan kamil juga bingung mau taro dimana :))

      Reply
  5. Febri says

    19 May ’15 at 11:01

    Sama kayak pengalaman naik Macito ( Malang City Tour) nih kak.. Hehehe..

    Reply
    • wira says

      19 May ’15 at 11:49

      Kayaknya kota-kota ini punya masalah kabel melintang yang sama ya…ahahaha

      Reply
  6. Pipa HDPE says

    19 May ’15 at 12:46

    Itu baru kabel sama ranting

    gimana kalo hujan, hehehe

    Reply
    • wira says

      19 May ’15 at 13:23

      ini bis nya misbar (gerimis bubar) ahahahaha…

      Reply
  7. Parahita Satiti says

    19 May ’15 at 14:10

    Bis Werkudara di Solo juga tingkat, tapi bagian atasnya tertutup. Tetap saja ga selamat dari ‘hajaran’ ranting pohon dari jendela atas yg terbuka lebar. Kalau dari kabel sih aman…

    Yang paling aman kayanya ya yang model Mpok Siti, cuma ya itu bodi-nya gede bener. Atau bikin kaya punya House of Sampoerna itu, tapi cuma muat dikit. #serbasalah

    Reply
    • wira says

      19 May ’15 at 15:01

      Iyaaa, tapi mpok siti emang di daerah yang kabel listrinya di bawah tanah. Tengah-tengah ibukota gitu. Harusnya bandung juga lah ya pakai kabel bawah tanah minimal di dago dan sekitarnya :(

      Reply
  8. Muha says

    19 May ’15 at 16:47

    kenapa harus tinggi yah… kalo kata saya mah ga usah tingkat… tapi lebih tinggi dari standar bus biasa. tanpa atap tapi bongkar pasang macam mobil cabriolet gitu.. barangkali ujan…

    Reply
  9. Duid says

    19 May ’15 at 21:03

    lebay lah pencitraan total. mestinya dipikirin dulu prasarananya, jangan ntar kalau udah ada korban kepala benjol atau bahkan jiwa melayang karena kesetroon baru urusan. lantai bisnya juga tuh minim sekali maintenance. bikin sih gampang, tapi pemeliharaannya yang susah.

    Reply
  10. putri normalita says

    20 May ’15 at 08:45

    Foto aku mau dari engle mana aja tetep ya canytek, mz.

    Reply
  11. ipah kholipah says

    21 May ’15 at 16:01

    euuuum seru kayanya iya mba hehe saya sih belum pernah nyobain naik bandros mba :) pengen deh nyobain tapi sayang di daerah saya belum ada bandros ..
    ada juga berupa makanan bukan alat trasprotasi :(

    Reply
  12. Vari Sapi Lucu (Traveling Cow) says

    22 May ’15 at 00:48

    oke kalo gitu duduk diatas pakek helm kali yaaa

    Reply
  13. Velysia Zhang says

    27 May ’15 at 08:44

    Sempet2 aja lu fotoin orang2 pas lagi nunduk haha. Jangan kapok ya

    Reply
  14. Rimba Anggara Rusli says

    26 Jun ’15 at 15:45

    Bener bgt , naik bandros ngak seindah yang dikira…….Adrenaline dipacu bgt , untung gw naeknya gratis wktu seminar kreatif brg kang emil

    sedikit ceritanya , sempet coret2 di blog…

    https://kerjaanrimba.wordpress.com/2015/05/05/creative-cities-conference-2015-gagasan-solusi-sinergi-ide-kreatif/

    Reply
  15. Deni says

    29 Jul ’15 at 17:01

    anak saya kemarin jadi korban ranting di jalur bandros, mukanya lebam dan baret kena pohon. :(

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 15 Tips Fotografi Landscape
  • Toko Eiger Jalan Sumatra Bandung
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • 4 Langkah Mudah Memotret Bintang & Milky way!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...