• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Media Trip / Main Taplak Gunung di Maspati

Jun 08 2016

Main Taplak Gunung di Maspati

Saya menghabiskan masa kecil di tahun 90-an pada zaman smartphone belum ada.

Saya ingat sekali saya masih sempat bermain permainan tradisional yang tak perlu bantuan software. Tapi butuh kaki dan tangan yang bergerak langsung. Sebut saja kelereng, petak umpet, bentengan, lompat tali, ular naga, engklek, dan masih banyak lagi.

Waktu main ke Kampung Lawas Maspati di tengah kota Surabaya setelah dari pelabuhannya yang megah itu, tiba-tiba saya baper, teringat masa kecil, saat melihat anak-anak bermain taplak gunung! Buat yang nggak tahu, taplak gunung itu adalah permainan yang mengharuskan kita untuk melompat di atas delapan kotak yang disusun dengan formasi 1 – 1 – 2 – 1 – 2 – puncak gunung.

Jadilah saya bermain Taplak Gunung (atau disebut juga engklek) bersama anak-anak sini. Tentu saja, saya bukannlah lawan yang sebanding dengan mereka. Baru beberapa kali lompat saya sudah ngos-ngosan. Apalagi di cuaca Surabaya yang seperti sauna itu!

Main Taplak Gunung yang sudah di modif tingkat kesulitannya. Foto oleh Mas Hafiz dari Pelindo.
Main Taplak Gunung yang sudah di modif tingkat kesulitannya. Foto oleh Mas Hafiz dari Pelindo.

Dahulu, Kampung Lawas Maspati dijadikan sebagai tempat tinggal pejuang zaman kemerdekaan. Para Veteran. Saat ini kampung tersebut dihuni oleh anak dan cucu mereka.

Kampung ini terlihat sangat bersih dan tertata. Hampir setiap rumah punya tanaman-tanaman sendiri. Mulai dari buah-buahan, sayur, hingga tanaman hias. Tak heran kampung ini meraih banyak penghargaan pada aspek kebersihan dan kehijauannya.

Setiap sabtu dan minggu, kampung ini menjelma menjadi kampung wisata sejarah. Ada beberapa atraksi wisata sejarah yang bisa kita nikmati seperti Sekolah Ongko Loro yang dahulu bekas sekolah rakyat, pabrik roti milik H. Iskak yang juga dahulu berfungsi sebagai dapur umum kala pertempuran bersejarah 10 November 1945 — namun sekarang berubah jadi sebuah losmen, hingga rumah-rumah tua yang dibiarkan tetap lestari.

Khusus hari minggu, ada pementasan musik patrol yang kebanyakan dimainkan oleh anak-anak. Musiknya menggunakan galon, ember, dan para penari yang menggunakan baju dari plastik-plastik sampah. Musiknya sangat seru dan membuat kami tak tahan ingin ikut berjoget haha!

Musik patrol kampung lawas maspati
Musik patrol kampung lawas maspati
Seruuuu! | Photo by mas Hafiz Pelindo
Seruuuu! | Photo by mas Hafiz Pelindo

Selain menjadi desa wisata sejarah, Kampung Lawas maspati juga membuat masyarakatnya menjadi kreatif. Ada yang membuat tas dan baju dari sampah-sampah plastik. Ada yang menjual makanan kecil dengan merk JABLAY. Lah? Haha. Ternyata, JABLAY ini merupakan kependekan dari Jadi Belajar Biar Tidak Alay.

Kreatif juga sih brandingnya, walaupun agak maksa hihi.

kampung-lawas-maspati-surabaya-10
Tas dari daur ulang sampah plastik
kampung-lawas-maspati-surabaya-11
Kerajinan korek dari seorang bapak yang dahulunya adalah karyawan telkom
kampung-lawas-maspati-surabaya-12
Jablay
kampung-lawas-maspati-surabaya-13
Produk Jablay
kampung-lawas-maspati-surabaya-3
Salah satu gerbang pembatas RT
Salah satu rumah yang ada dari tahun 1920
Salah satu rumah yang ada dari tahun 1907
Salah satu rumah tua di Maspati
Salah satu rumah tua di Maspati
Rifqy, cucu dari pemilik asli rumah tua ini
Rifqy, cucu dari pemilik asli rumah tua ini
Penunjuk arah yang warna-warni
Penunjuk arah yang warna-warni
Bareng para bloher
Bareng para bloher
Musik Patrol
Musik Patrol
Pose dulu
Senang melihat anak-anak bermain disini
Senang melihat anak-anak bermain disini
kampung-lawas-maspati-surabaya-16
Gerbang kampung

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang kampung ini, bisa langsung ke blog mereka disini. Jangan lupa kunjungi kampung ini kalau lagi di Surabaya ya!

Written by wira · Categorized: Media Trip, Travel Story · Tagged: kampung lawas maspati, veteran surabaya

Reader Interactions

Comments

  1. teronggemuk says

    8 Jun ’16 at 13:08

    Kenapa di baru posting setelah gue balik dari Surabaya?

    Reply
    • wira says

      9 Jun ’16 at 07:08

      Lhaaaaaa mana eike tahu mb wakakakaka

      Reply
  2. Dian Radiata says

    8 Jun ’16 at 13:58

    Jadi malu.. aku yang lahir dan besar di Surabaya belum pernah blusukan ke Maspati ini..

    Reply
    • wira says

      9 Jun ’16 at 07:09

      Cobain kalau hari minggu mba, masih di tengah kota kok ehehe.

      Reply
  3. hilmi says

    9 Jun ’16 at 09:20

    Wah baru tau kalo ada ginian di Surabaya, biasanya ke Sby cuma main ke mol, hehe.. boleh dicoba lah..

    Reply
    • wira says

      9 Jun ’16 at 13:51

      Silakan mas :)

      Reply
  4. didut says

    10 Jun ’16 at 13:54

    wahahaha~ mukanya emang JABLAY bingitz! =))))

    Reply
  5. Dee - @HEYDEERAHMA says

    22 Jun ’16 at 19:01

    Seruuu ya warna-warni kreatifitas warganya :)
    Bole ni kalo main ke Surabaya melipir blusukan ke Kampung Lawas…

    Reply
  6. mesin es krim says

    30 Jun ’16 at 12:03

    hahahaha, permainan lama itu lucu juga

    Reply
  7. fanny fristhika nila says

    1 Jul ’16 at 22:19

    waah itu mbak punky ya mas?

    aku suka ngeliat lorong di antara rumah2nya.. dikasih tanaman hijau gitu, jadi kliatan tertata dan cantik.. bersih pula :)

    Reply
  8. Dandy Siswandy says

    5 Aug ’16 at 15:37

    dulu sering banget main taplak gunung sekarang kayanya ngelihat anak anak jarang yang main permainan tradisional kaya gitu rata rata megang gadget terus.

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 15 Tips Fotografi Landscape
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...