Author: wira

  • 10 Foto Favorit Saya Tahun 2013

    10 Foto Favorit Saya Tahun 2013

    Eh, ketemu lagi sama postingan akhir tahun. Waktu cepat sekali berputar, ya? Sebelum scroll foto-foto kebawah, bisa kali dilihat dulu foto favorit saya tahun 2010, 2011, dan 2012. Apakah foto-foto saya semakin ketjeh? Atau malah semakin cupu? Ah, yang penting masih bisa foto-foto saja saya sudah senang. Anyway, enjoy this year slideshow!

  • Sendiri di Riung

    Sendiri di Riung

    “Hari ini nggak ada lagi yang sewa perahu, mas?” tanya saya kepada Mas Bayu, pemilik homestay Tamri. “Kebetulan ini lagi musim sepi ini mas, hari ini cuma mas aja yang kesini sepertinya,” jawab Mas Bayu, pemilik homestay asal Surabaya, dengan logat Jawa yang kental. Saya meringis. Ini berarti, sewa perahu seharga 350 ribu akan saya tanggung…

  • The Rewarding Descent of Rinjani : Segara Anak

    The final hike to the summit was desperately hard. The trail became loose gravel, rising at a steep angle, and the effects of the high altitude soon became apparent as I gasped for breath. Dawn was already starting to touch the sand and rocks while i was struggling climbing the almost vertical sand hill. With…

  • Postcards from Wae Rebo (part 2)

    Lanjutan dari postingan sebelumnya ~

  • Postcards from Wae Rebo (part 1)

  • Harmoni dari Bromo dan Tengger

    “Nanti jalan yang dilewati bukan jalan biasa lagi, tapi udah mulai naik gunung, harus pake mobil yang 4WD. Mobil biasa nggak mungkin sampai atas,” ujar sang bapak tersebut, Pak Kasim namanya, warga asli tengger yang selanjutnya akan menjadi pemandu kami selama di Taman Nasional Bromo-Tengger Semeru ini.

  • Menuju Wae Rebo

    Saya akhirnya tahu mengapa para wisatawan asing jatuh cinta ke Wae Rebo. Padahal, biaya ke sana terbilang cukup mahal. Sudah begitu, perjalanannya yang harus trekking naik gunung selama tiga jam itu sama sekali tak mudah! Bukan hanya karena keindahan alamnya, namun karena kehangatan orang-orang disana.

  • Beri Daku (Susu) Sumbawa!

    Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka Di mana matahari bagai bola api, cuaca kering dan ternak melenguh Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh. –Taufik Ismail, Beri daku Sumba *** Mungkin hanya kebetulan Taufik Ismail singgah di Sumba, bukan Sumbawa. Sehingga puisi klasik “Beri daku…