• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Thought / Fotografer, Mata, dan hal aneh lainnya

Mar 11 2010

Fotografer, Mata, dan hal aneh lainnya

Fotografer. Kalau dipikir-pikir kita memang agak aneh, bukan?

Kita tidak bisa berhenti. Kita berlari saat yang lain berjalan. Kita bekerja saat yang lain sedang bersantai. Kita tidak kenal yang namanya weekend, hari libur, bahkan tidak kenal waktu, kecuali itu berhubungan dengan sunrise atau sunset.

Ketika ada pertandingan sepak bola di TV, kita tidak melihat pertandingannya. Kita melihat ke pinggir lapangan dan memperhatikan teman-teman kita memotret dan menghitung berapa jumlah lensa panjang yang berwarna putih atau hitam.

Kita berjalan seperti orang yang kebingungan, melihat ke hal-hal aneh, berkeliaran di antara aktifitas orang-orang, berharap dapat diterima oleh mereka, menghilang perlahan, lalu mengantisipasi hal yang hampir tidak mungkin terjadi Rasa ingin tahu yang luar biasa.

Kebanyakan orang mengira kita adalah orang-orang aneh dan memberi tahu anak mereka untuk menjauh dari kita.

Kepala kita gerakan mengikuti mata dalam viewfinder, memencet tombol di kamera-kamera mahal yang brengsek itu, memperhatikan orang-orang yang aneh, menanyakan pertanyaan aneh, dan menunggu cahaya.

Betapa hal yang aneh untuk ditunggu. Kita juga punya mata yang sulit dikontrol, tidak pernah puas, tidak pernah istirahat, selalu melihat sekeliling bahkan tidak pernah mati. Mata yang sering terframe oleh lensa 35mm, mata yang menyatu dengan 24-70, atau sebuah 200-400, tergantung apa yang mereka temui.

Phew.

 

Written by wira · Categorized: Thought

Reader Interactions

Comments

  1. MaskresZ says

    11 Mar ’10 at 06:16

    naiss wir.. begitulah tukang poto…hahaha

    numpang copas cuy…thanks

    Reply
  2. mira says

    11 Mar ’10 at 10:26

    KEWL!
    .-= mira´s last blog ..Kategori 2: Kisah Cowo Kece Kampus Kita. =-.

    Reply
  3. awiem says

    12 Mar ’10 at 12:34

    benar… kamera brengsek yang lensanya mahal-mahal sekali T_T

    Reply
  4. geblek says

    17 Mar ’10 at 14:04

    saya demen sama kalimat ini mas “memencet tombol di kamera-kamera mahal yang brengsek itu”
    .-= geblek´s last blog ..Lirik lagu Kotak Pelan Pelan Saja =-.

    Reply
  5. galihsatria says

    23 Apr ’10 at 03:43

    Sepakat, fotografer itu hidup di balik layar, memisahkan diri dari kerumunan, kemudian menghilang :mrgreen:

    Reply
  6. hal menarik says

    21 Jun ’10 at 09:29

    ouwh… fotografi kirain hal aneh apa.. hehe..

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 6 Rekomendasi Kamera Mirrorless Untuk Pemula
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Memilih Kamera Mirrorless
  • Mendaki Semeru : Catatan Foto Perjalanan

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in