• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Indonesia / Berkeliling Pulau Liwungan di Tanjung Lesung

Apr 07 2015

Berkeliling Pulau Liwungan di Tanjung Lesung

Menyebrang ke liwungan
Menyebrang ke liwungan

Gugusan awan terlalu tebal untuk membuat refleksi biru jatuh ke lautan. Pagi itu nampak kelam. Namun tidak bagi kami para blogger, jurnalis, dan para instagrammer dan teman-teman dari Jababeka yang sedang berlibur bersama di Ujung Barat Pulau Jawa ini. Suara shutter kamera terus-menerus tak mau kalah dengan raungan kapal.

Dua kapal nelayan bermesin tua membawa kami berjalan lambat di Selat Sunda. Kami perlahan meninggalkan pulau Jawa menuju Pulau Liwungan — pulau tak berpenghuni yang disebut-sebut sebagai milik mantan Gubernur Banten yang sekarang mendekam di tahanan KPK. Kabarnya, pulau ini pernah dibuat syuting sebuah film horor dahulu. Jadi terasa agak creepy.

“Lebih baik kita berangkat pagi-pagi begini biar bisa lihat banyak camar,” kata Sinyo, salah satu staff dari Tanjung Lesung Hotel. Sepanjang perjalanan menuju Liwungan, kami melewati banyak sekali keramba dan tentu saja camar-camar untuk mencari mangsa. Camar-camar ini bertengger di atas keramba seaakan menunggu para nelayan dan kami melemparkan ikan-ikan kecil. Setelah salah seorang nelayan melamparkan ikan kecil dari kapal kami, beberapa camar langsung terbang rendah mengikuti kapal kami. Kami berteriak kegirangan sambil mencoba mengikuti pergerakan camar di lewat autofokus kamera.

Mengikuti kapal kami
Mengikuti kapal kami

tanjung-lesung-liwungan-4489

Mencari makan
Mencari makan

Setelah sekitar setengah jam kami diatas kapal, akhirnya kami sampai di liwungan. Saya pikir pulau ini tak berpenghuni, namun ternyata ada sebuah keluarga yang tinggal disini sebagai penjaga pulau. Mereka ditugaskan oleh Pemerintah Daerah Pandeglang untuk menjaga kelestarian pulau.

Pulau Liwungan punya sisi yang bepasir putih, namun sisi yang berbatu karang lebih banyak. Sayang, pemandangan sisi yang berpasir putih dihiasi sebuah tempat penampungan tambang batu bara. Dua orang nampak menggunakan peralatan snorkeling, entah apa yang mereka lihat. Kamipun mulai berjalan memasuki hutan untuk berkeliling pulau.

Sampai di dermaga liwungan
Sampai di dermaga liwungan
Salah satu pantai liwungan. Terlihat tambang batubara di laut sana.
Salah satu pantai liwungan. Terlihat tambang batubara di laut sana.
Pantainya tak terawat
Pantainya tak terawat
Liwungan
Liwungan
Ada beberapa bangkai kapal
Ada beberapa bangkai kapal
Mungkin mereka sedang survey untuk menanam terumbu karang?
Mungkin mereka sedang survey untuk menanam terumbu karang?

Hutan liwungan masih sangat asri. Kicauan burung dan bau tanah basah bekas hujan menemani kami. Sebetulnya ada jalan setapak, namun sudah tertutup ranting-ranting pohoh. Setelah 10 menit berjalan, kami sampai di ujung pulau yang punya pantai Batu Pemecahan.

Saya sempat mengitari seluruh pulau dari dalam hutan hingga ke sisi-sisinya. Karang-karangnya memang besar tajam namun punya bentuk unik. Ada akar-akar pohon yang menembus bebatuan karang di tepi pantai, membuat lekukan yang bagus untuk foreground dalam foto landscape.  Beberapa pohon tumbang bercabang besar  bersama ranting-ranting pohon yang patah dan menggelayut turut menemani saya menyusuri pantai liwungan. Berantakan sih, memang, namun inilah sensasi menyusuri pulau yang masih alami di area Tanjung Lesung ini.

Masuk ke hutan liwungan
Masuk ke hutan liwungan
Batu pemecahan
Batu pemecahan
Karangnya unik
Karangnya unik

“Ini airnya sedang pasang, kalau sedang surut bentuk-bentuk karang yang unik bisa terlihat,” kata salah satu pemandu kami.

Tak banyak yang bisa dilakukan di Liwungan selain trekking pantai dan foto-foto. Terumbu karang yang rusak masih dalam proses transplantasi, sehingga mungkin beberapa tahun kedepan baru bisa dipakai untuk snorkeling ataupun diving. Semoga dari pihak Pemerintah Daerah Banten dan pihak Jababeka bisa berkolaborasi membuat Pulau Liwungan menjadi destinasi menarik seperti tetangganya Ujung Kulon maupun Krakatau.

Written by wira · Categorized: Indonesia, Jawa, Travel Story · Tagged: banten, jababeka, Laut, liwungan, tanjung lesung

Reader Interactions

Comments

  1. Fahmi says

    7 Apr ’15 at 09:44

    Selalu suka kalau ketemu camar ketika berlayar~ Terakhir ketemu camar banyak banget waktu nyeberang dari Pulau Untung Jawa :D As usual foto – fotomu kece badai~ nanti di menjangan banyak fotoin ane ya wir :p

    Reply
    • wira says

      7 Apr ’15 at 12:06

      Duh mendingan aku motoin bule2 sekseh kak daripada moto kamu ~

      Reply
  2. cumilebay.com says

    7 Apr ’15 at 10:30

    kak wira … kalo pulau yg terawat itu ada yg nyapu ngepel gitu yaaa #DikeplakWira
    Ah sayang banget keenan pearce ngak ikutan kesana :-(

    Reply
    • wira says

      7 Apr ’15 at 12:05

      huahahahaaha yes mascum kagak ikutan kesini, lagian sih :))

      Reply
  3. Gallant says

    7 Apr ’15 at 17:00

    Foto-fotonya BWK banget ini.
    tapi bagus banget kak Wir :D
    terutama yang mba mba di tengah hutan sendirian, :3

    Reply
    • wira says

      7 Apr ’15 at 20:20

      maap gan lupa pake spoiler *ter-kaskus* :))

      Reply
  4. sutiknyo says

    8 Apr ’15 at 10:00

    pertama nemu camar dan dekat sekali itu di Misool, keren bangettttt.

    Reply
    • wira says

      8 Apr ’15 at 10:53

      Suommmbonngggggggg :))

      Reply
  5. putri normalita says

    14 Apr ’15 at 14:02

    camar sama camer itu bedanya apa ya mz?!

    Reply
  6. TripID says

    15 Apr ’15 at 17:51

    Kontenya bagus disertai fotonya aduhai, betah ini nongkrong di blog om wira

    Reply
  7. Lia Garut says

    4 May ’15 at 14:27

    idahh sekali itu burung camarnya .. pantai nya .. tapi sayang tidak terawat seperti itu ..

    Reply
  8. ahmadhafid says

    11 Feb ’16 at 15:47

    indah sekali pulau nya jdi pengen ke pulau liwungan lgi..

    Reply
  9. ryan says

    4 Sep ’16 at 20:43

    Itu biaya kapalnyaa berapaa yaa

    Reply
    • oray says

      12 Sep ’16 at 12:16

      Untuk info sewa kapal bisa hubungi kami gan .. kami punya 2 unit kapal panjang. 12 meter kapasitas maksimal 25 orang. Biaya sewa 700 rb 1 kapal lengkap dengan alat snorkling all in. Klo cuma ke pulau saja harga cuma 550 rb perkapal.
      Kapal jg ready untuk ke pulau peucang maupun krakatau. Kontak bisa ke 081312389991. Terima kasih

      Reply
      • nuri says

        25 Dec ’16 at 03:01

        kalo ke pulau peucang berapa ya mas?

        Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Fujifilm X-T100 Review : Mirrorless Seri X-T Termurah!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...