Category: Travel Story
-
The Rewarding Descent of Rinjani : Segara Anak
The final hike to the summit was desperately hard. The trail became loose gravel, rising at a steep angle, and the effects of the high altitude soon became apparent as I gasped for breath. Dawn was already starting to touch the sand and rocks while i was struggling climbing the almost vertical sand hill. With…
-
Postcards from Wae Rebo (part 2)
Lanjutan dari postingan sebelumnya ~
-
Postcards from Wae Rebo (part 1)
-
Harmoni dari Bromo dan Tengger
“Nanti jalan yang dilewati bukan jalan biasa lagi, tapi udah mulai naik gunung, harus pake mobil yang 4WD. Mobil biasa nggak mungkin sampai atas,” ujar sang bapak tersebut, Pak Kasim namanya, warga asli tengger yang selanjutnya akan menjadi pemandu kami selama di Taman Nasional Bromo-Tengger Semeru ini.
-
Menuju Wae Rebo
Saya akhirnya tahu mengapa para wisatawan asing jatuh cinta ke Wae Rebo. Padahal, biaya ke sana terbilang cukup mahal. Sudah begitu, perjalanannya yang harus trekking naik gunung selama tiga jam itu sama sekali tak mudah! Bukan hanya karena keindahan alamnya, namun karena kehangatan orang-orang disana.
-
Beri Daku (Susu) Sumbawa!
Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka Di mana matahari bagai bola api, cuaca kering dan ternak melenguh Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh. –Taufik Ismail, Beri daku Sumba *** Mungkin hanya kebetulan Taufik Ismail singgah di Sumba, bukan Sumbawa. Sehingga puisi klasik “Beri daku…
-
Komodo Live on Board!
Ah, mungkin pertama saya akan mengangkat topi dan mengucapkan terima kasih untuk Daihatsu Indonesia, yang telah menghadiahi saya untuk mencoba roadtrip selama dua minggu dari Jakarta hingga Pulau Komodo. Your Terios rock guys! Setelah roadtrip selesai, rombongan kami pun terpisah di pulau komodo. Para blogger, sesuai yang dijanjikan, akan mendapatkan Live on Board diving dengan…
-
Cepat pulih, Baluran!
Dua belas kilometer dari pintu masuk, terios yang saya tumpangi melewati hutan yang kering meranggas sepanjang perjalanan menuju Bekol – padang sabana terbesar di pulau jawa dengan luas hampir 250 kali lapangan sepakbola.