• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Indonesia / Tarian Isosolo di Festival Danau Sentani 2015

Jun 26 2015

Tarian Isosolo di Festival Danau Sentani 2015

Suara Tifa yang dipukul mengawali teriakan dan derap kaki tarian lincah yang membuat debu beterbangan. Matahari pantai wisata Khalkote rasa-rasanya ada di atas kepala, namun  tak menyurutkan para penari dan pengunjung Festival danau Sentani pagi itu. Tulisan besar “Budayaku, Sejahteraku” di atas panggung terlihat mengekspresikan dirinya dengan lantang.

Mereka terus menari, sampai suara-suara teriakan lain dari beberapa ratus meter di laut sana terdengar. Secara spontan mereka mengambil alih perhatian orang-orang. Segerombolan perahu dihiasi daun-daun panjang berwarna kuning makin mendekat. Ratusan orang. Tanpa pengeras suara, namun suara mereka lebih menggema dibandingkan suara-suara tarian di panggung. Sambutlah, tarian Isosolo!

Seni tarian di atas perahu ini adalah tradisi masyarakat Papua — khususnya Suku Sentani di Danau Sentani — dimana tarian diadakan sambil berkeliling dari kampung ke kampung.

Tarian Isosolo festival danau sentani
Cuaca Sentani pagi itu cerah dan panas!

 

Menurut bahasa setempat, Isosolo terbentuk dari dua kata, Iso dan Solo. Iso mempunyai makna bersukacita, mengekspresikan suasana hati. Solo berarti sekelompok orang dari berbagai kalangan. 

Tarian isosolo festival danau sentani
Anak-anak pun ikut meramaikan

 

Tua, muda, anak-anak, pria, wanita, dan semua warga kampung ikut memeriahkan Festival Danau Sentani. Warga dari 24 kampung di 21 pulau di Danau Sentani turut memeriahkan festival ini.

Tarian Isosolo Festival danau sentani
Anak ini lucu sekali! *cubit pipi*
Tarian Isosolo Festival danau sentani
Bapak ini dari distrik Kemtuk, suku elseng, dan sampai tahun 2007 ia masih nomaden. Beberapa yang hadir juga suku-suku yang bukan di Sentani.

 

Tarian ini biasanya diikuti oleh 30 hingga 50 orang. Namun saat Festival danau sentani, sepertinya mencapai ratusan orang! Beberapa perahu direkatkan menjadi satu dan diberi papan kayu besar untuk menampung para penari.

Tarian Isosolo Festival danau sentani
Tarian di depan panggung, sebelum Tarian isosolo dari belakang panggung (laut) muncul

 

Terlihat beberapa perahu isosolo di kejauhan sebelum mendekat ke panggung.

Tarian Isosolo Festival danau sentani
Langit yang cerah di Sentani.

 

Beberapa penari bersiap menyambut isosolo di samping panggung.

Tarian Isosolo Festival danau sentani
Para penari bersiap

Penari isosolo dilengkapi dengan pakai adat masing-masing seperti Rok rumbai-rumbai, manik-maik, Noken, alat musik Tifa, dan beberapa properti ‘perang’ seperti busur panah.

Tarian Isosolo Festival danau sentani
Saya cuma berharap hiasan cendrawasih di kepala itu bukan bulu asli.

 

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang juga hadir di Festival danau Sentani yang sudah diadakan kedelapan kalinya ini berharap Festival Danau Sentani bisa menjadi salah satu cara menguatkan budaya otentik di Papua 

“Papua harus mampu lestarikan seluruh ciri identitas bangsa di tengah gempuran arus globalisasi,” ujarnya. Ia juga berharap FDS bisa menggerakkan roda ekonomi serta berdampak positif pada pertumbuhan dan perkembangan di berbagai bidang lain. 

Tarian Isosolo Festival danau sentani
Menpar Arief Yahya di Festival danau Sentani, beserta Ultraman.

 

Tarian Isosolo di Sentani biasa dilakukan oleh ondofolo (kepala adat) untuk mempersembahkan suatu hadiah kepada ondofolo lainnya. Barang yang dipersembahkan adalah barang yang dianggap berharga seperti babi hutan besar, hasil kebun, mengantarkan anak gadis ondofolo untuk dinikahkan, dan beberapa seserahan adat lainnya.

Tarian Isosolo Festival danau sentani
Isosolo

 

Dahulu, Isosolo adalah tarian yang menyangkut derajat, wibawa dari seseorang. Ketika mereka membawa tiang pancang untuk membangun rumah, menang perang, atau wujud penghormatan terhadap ondoafi lainnya. Melibatkan seluruh warga kampung untuk membuat dan menyiapkan makanan bagi tamu dari kampung lain sehingga berbiaya sangat besar. 

Tarian Isosolo Festival danau sentani
Isosolo

 

Tarian Isosolo Festival danau sentani
*ditembak*
Tarian Isosolo Festival danau sentani
Turis dari Jakarta yang saya culik naik perahu buat motret Isosolo.
Tarian Isosolo Festival danau sentani
Sayang sekali ada kabel listrik melintang di atas Danau :(
Tarian Isosolo Festival danau sentani
Para penari
Tarian Isosolo Festival danau sentani
Tarian Isosolo

Namun saat ini, selain bentuk penghormatan terhadap ondoafi, Isosolo lebih dianggap sebagi pertunjukan seni kebanggan warga Sentani yang jadi salah satu atraksi populer di Festival Danau Sentani.

Tarian Isosolo Festival danau sentani
Sampai jumpa di Festival Baliem! *eh*
Tarian Isosolo Festival danau sentani
:))

Terima kasih buat Kementrian Pariwisata Indonesia yang sudah mengundang saya kesini! Ditunggu undangan berikutnya ya! :))

Written by wira · Categorized: Indonesia, Maluku & Papua, Travel Story · Tagged: danau sentani, festival danau sentani, isosolo papua, Papua, tarian isosolo

Reader Interactions

Comments

  1. tipsjalan.com says

    26 Jun ’15 at 08:26

    Aih fotonya keyen keyen mas :)

    Reply
    • wira says

      26 Jun ’15 at 08:37

      Terima kasih mas :)

      Reply
  2. Evi says

    26 Jun ’15 at 09:00

    Mas Wira, waduh terpesona aku pada foto-fotonya. Nangkep banget emosi festival ini :)

    Reply
    • wira says

      26 Jun ’15 at 09:07

      Terima kasih mba Evi!

      Reply
  3. Fahmi (catperku) says

    26 Jun ’15 at 09:22

    Nah loh, fotonya keren wir :D kemarin harusnya kamu culik aku juga dong wakakaka

    Reply
    • wira says

      26 Jun ’15 at 09:29

      Mending aku culik jovita mz daripada culik kamu. *eh*

      Reply
      • Fahmi (catperku) says

        26 Jun ’15 at 09:31

        hahahaaaa hasem~ XD

        Reply
  4. Putri (travelitarius.com) says

    26 Jun ’15 at 09:53

    Fotonya bagus banget. Keep up the good work ya! Danau Sentani memang indah, terakhir saya ke sana cuma numpang lewat dr airport ke Jayapura, tapi pemandangannya top banget!

    Reply
    • wira says

      26 Jun ’15 at 10:13

      Dari atas maupun bawah emang top banget Sentani! Terima kasih ya mba Putri udah mampir!

      Reply
  5. Swastika Nohara says

    26 Jun ’15 at 11:36

    WIRAAAAA…. Dapet salam dari Om Andre! Gue suka gak yakin kalau mau mengquote keterangan dari doi, soalnya suka berubah-ubah. Hahaha…

    Reply
    • wira says

      26 Jun ’15 at 12:39

      Hahahahaha iya gpp deh setidaknya doi lebih tahu :))

      Reply
  6. sutiknyo says

    26 Jun ’15 at 13:02

    Akuh padamu kakkkkkk, potonyah cucok cucokkkkkk

    Reply
    • wira says

      26 Jun ’15 at 13:07

      Yuhuuu cucok ya cyinnnnn! *muntah*

      Reply
  7. Indra Setiawan says

    26 Jun ’15 at 13:56

    Keren banget ini kak…ah, kapan bisa liat yang kaya ginian ya…

    Reply
    • wira says

      26 Jun ’15 at 15:08

      Lah ini lagi lihat kak….. *dilempar sendal*

      Reply
  8. Danan Wahyu Sumirat says

    26 Jun ’15 at 15:01

    ini pasti aslinya panas kan wir… tapi sumpah emang keren banget sentani, mau dari atas atau bawah.

    Reply
    • wira says

      26 Jun ’15 at 15:09

      Dari 4 hari disana, yang panas cuma hari pas tarian ini, itu juga sampe jam 12 siang. Sisanya mendung dan ujan. Pawang mungkin. :))

      Reply
  9. Bobby Ertanto says

    26 Jun ’15 at 16:07

    Ciamik celalu, mz.

    Reply
  10. @dodon_jerry says

    26 Jun ’15 at 17:00

    Duh. Kepengen pergi….. tapi klo udah menyangkut transportasi dan akomodasi ke indonesia timur langsung mengkeret hehehe

    Reply
    • wira says

      26 Jun ’15 at 18:43

      Iya sih emang agak mahal, tapi jaraknya emang jauh sih :))

      Reply
  11. arievrahman says

    26 Jun ’15 at 18:48

    Kapalnya ada berapa sih yang ikutan? Kayaknya yang difoto itu-itu aja :))

    Reply
    • wira says

      26 Jun ’15 at 18:52

      Jovita maksudnya mz? *eh*

      Yang bagus itu aja mz, aku nggak punya lensa tele pada jauh2 :((

      Reply
  12. Velysia Zhang says

    28 Jun ’15 at 14:47

    Seru bangetm foto-fotonya cakep. Kira-kira ada berapa suku yang join?

    Reply
  13. Fiona Callaghan (@fceallachain) says

    30 Jun ’15 at 15:39

    Photo-photonya keren! :)

    Reply
    • wira says

      30 Jun ’15 at 23:29

      Maacihhhh kak Pionaaaaaa :*

      Reply
  14. Satya Winnie Sidabutar says

    1 Jul ’15 at 12:12

    Duh, bagus-bagus amat sih fotonya Mz <3

    Reply
    • wira says

      1 Jul ’15 at 12:55

      Makasih loh mba-nya aku emang ganteng sih. *ditimpuk*

      Reply
  15. momtraveler says

    2 Aug ’15 at 06:40

    seru bangeeetttt…. kebayang riuh rendahnya waktu festival berkat foto2 mas Wira yang keren2 itu
    betewe salam kenal ya mas :)

    Reply
  16. Rani Yulianty says

    17 Dec ’15 at 10:33

    nyasar ke blog ini, nemu foto2 bagus, nice artikel

    Reply
  17. Bujang says

    27 Dec ’15 at 15:09

    wihh ada pak menteri juga ya…

    Reply
  18. Suhartono says

    8 Dec ’22 at 18:43

    blog sangat bagus banyak info yang sangat menarik

    Reply
  19. dani says

    6 Aug ’25 at 21:12

    seni wisata alam indonesia masih sangat baik terjaga konten blog ini sangat bagus yang mengenal berbagai budaya nusantara

    Reply

Trackbacks

  1. Sentani Lake Festival: Experience The Culture and Hospitality of Papua - Discover Your Indonesia says:
    26 Jun ’15 at 13:14

    […] out other articles about Sentani or Sentani Lake Festival by #PesonaSentani team (in random order): Tarian Isosolo di Festival Danau Sentani 2015 by Wira Nurmansyah Onomi Fokha Sentani by Tekno Bolang Pesona Festival Danau Sentani 2015 by Yuki […]

    Reply
  2. Tersesat Mencari Danau Cinta di Sentani — Wira Nurmansyah says:
    30 Jun ’15 at 08:11

    […] menunjukan sinarnya. Tiga mobil kami beranjak dari pantai Khalkote — pusat dari kegiatan Festival Danau Sentani — menuju sisi Sentani timur yang lain. Kami melipir punggungan bukit di tepi Danau Sentani. […]

    Reply
  3. Festival Danau Sentani | viraikaa says:
    1 Jul ’15 at 10:06

    […] sumber […]

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Fujifilm X-T100 Review : Mirrorless Seri X-T Termurah!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...