• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Indonesia / Numpang Lebaran di Pare-Pare

Oct 25 2014

Numpang Lebaran di Pare-Pare

Masjid raya parepare
Masjid raya parepare

Kami baru mencapai kota Pare-Pare, kota kelahiran mantan presiden Pak Habibie pada pukul dua dini hari. Tim terios sudah merasa sangat lelah karena jalur trans sulawesi sangat tak bisa diprediksi. Longsor, jembatan rusak, hingga GPS yang kebingungan.

Hari itu adalah hari idul adha, jadi saya memilih tak tidur agar tak kebablasan untuk sholat keesokan harinya.

Pare-Pare adalah kota kecil di Sulawesi Selatan. Sebuah kota pesisir yang sama halnya dengan kota di sulawesi lainnya : punya enam belas matahari. Panas!

Pagi itu saja, saat kami tiba di alun-alun untuk melakukan solat idul adha jam 6 pagi, matahari sepertinya sudah seperti jam 10 siang di Jakarta! Sebagian orang-orang memilih tempat solat dibawah pohon. Namun karena tak banyak pohon disini, para jemaah pun menumpuk di tiap-tiap pohon.

Lebih memilih di bawah pohon. Panas, sih.
Lebih memilih di bawah pohon. Panas, sih.

Sang MC dengan cekatan menggoda para jemaah kalau matahari pagi itu adalah berkah dari Tuhan yang seharusnya tak dihindari. Perlahan mereka pun masuk ke barisan tengah. Saya lebih memilih untuk tetap dibawah pohon mengingat malam itu saya tidak tidur, bisa langsung tepar kena panas matahari.

Saat MC mengumumkan hewan kurban yang disembelih, saya agak tercengang. Mungkin warga pare-pare tak suka kambing? Atau orang disini adalah kebanyakan pengusaha sukses? Karena yang saya dengar  adalah seperti ini : Bapak Fulan menyumbang 50 ekor sapi dan 4 ekor kambing, Ibu Fulanah menyumbang 37 ekor sapi dan 2 ekor kambing …dan seterusnya, rasion jumlah kambing jauh lebih sedikit dari jumlah sapi. Hebat!

Tak heran pula, selama perjalanan kesini yang kami lewati hanyalah kebun-kebun sawit. Agak miris, sih.

Setelah itu pun sambutan dari Walikota pare-pare, yang lebih tepat disebut khutbah karena saking panjangnya. Yang saya ingat adalah ia sedang membangun Institut Teknologi Habibie. Wow semoga jadi institut yang kece seperti namanya ya!

Setelah solat idul adha, tim daihatsu juga menyerahkan 7 ekor kambing di masjid raya pare-pare, mesjid terindah di pare-pare. Lihat saja fotonya dibawah ini.

 

Kurban 7 ekor kambing dari tim terios 7 wonders
Kurban 7 ekor kambing dari tim terios 7 wonders

Namun seorang tim kami melihat ada sedikit retak di bagian atas kubah salah satu tower  mesjid ini. Benar saja, selang tiga hari kemudian, kubah di atas tiang pun roboh seperti saya saya baca beritanya di kompas. Beruntung tak ada korban jiwa.

Anyway, setelah lomba marawis antar siswi smk yang diadakan Daihatsu di depan masjid ini, kami pun melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya, Toraja.

Salam sahabat petualang!

Suasana kota pare-pare
Suasana kota pare-pare
Suasana kota parepare
Suasana kota parepare

Written by wira · Categorized: Indonesia, Media Trip, Sulawesi, Travel Story · Tagged: pare-pare, sulawesi

Reader Interactions

Comments

  1. Mydaypack says

    31 Jan ’17 at 20:15

    wahh pare-pare,, kampung halaman yang dirindukan. kgiatan apa di pare2 mas..

    Reply

Trackbacks

  1. Terios 7 Wonders : My Story says:
    25 Oct ’14 at 10:46

    […] Terios 7 Wonders : Numpang Lebaran di Pare-Pare […]

    Reply
  2. Terios 7 Wonders : Numpang Lebaran di Pare-Pare | Blog says:
    29 Oct ’14 at 22:58

    […] Kami baru mencapai kota Pare-Pare, kota kelahiran mantan presiden Pak Habibie pada pukul dua dini hari. Tim terios sudah merasa sangat lelah karena jalur trans sulawesi sangat tak bisa diprediksi. Longsor, jembatan rusak, hingga GPS yang kebingungan. Hari itu adalah hari idul adha, jadi saya memilih tak tidur agar tak kebablasan untuk sholat keesokan harinya. […] Lebih Lanjut […]

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Fujifilm X-T100 Review : Mirrorless Seri X-T Termurah!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...