Tulisan ini diikutkan dalam telah memenangkan "Jailolo, I'm Coming!" Blog Contest yang diselenggarakan oleh Festival Teluk Jailolo dan Wego Indonesia Wallace, masihkah kau ingat tentang persinggahan pertamamu di Jailolo 1858 silam? Pada buku The Malay Archipelago yang kau tulis, kau menggambarkannya sebagai semenanjung firdaus dengan bermacam bird of paradise di hutannya yang perawan. Tak … [Read more...] about Sepucuk Surat Untuk Wallace
Home
The Violent Volcano
CUACA subuh yang cerah tetiba berubah menjadi mencekam. Angin berhembus kencang. Ombak menghantam badan kapal dengan kerasnya. "BYARRRRRRRKKKKK," hentakan ombak tak mampu dibendung kapal kayu kami dan seketika air masuk ke dalam kapal membasahi kami semua. Perjalanan masih satu jam ke pulau anak krakatau, dan saya masih terombang-ambing di tengah selat sunda, sambil berdoa dan sesekali … [Read more...] about The Violent Volcano
Ketika Hiu Tak Lagi Menakutkan
Ternyata hiu tidak perlu kita takutkan. Justru hiu yang harusnya takut dengan kita - manusia yang selalu memburunya. Padahal, hiu selalu membantu manusia agar panen ikan di laut menjadi optimal. Masih ingin makan sup sirip hiu ? SAYA akan selalu ingat dengan sebuah adegan dalam film Jaws yang saya tonton waktu kecil. Seekor hiu purba megalodon menyerang pantai yang berisi banyak sekali orang. … [Read more...] about Ketika Hiu Tak Lagi Menakutkan
Wakatobi – Suaka Gipsi Laut
Mereka menyebut dirinya orang laut. Lahir dan hidup semua bergantung dari lautan. Mereka tak punya daerah teritorial seperti suku lainnya. Seluruh pesisir Wakatobi - bahkan nusantara, adalah rumah mereka. Mereka benar-benar 'bangsa laut' KAMI naik sampan kecil bermesin robin untuk menyebrang ke salah satu perkampungan Bajo di Pulau Kaledupa. Laut begitu tenang, langit membiru, di kejauhan … [Read more...] about Wakatobi – Suaka Gipsi Laut



