djarum
Labuan Bajo yang terus bersolek
TAK SEPERTI pelabuhan yang biasa saya temui di tempat lain, pelabuhan ini bisa dibilang sangat lengkap. Selain banyak pulau-pulau kecil nan eksotis yang terlihat dari pelabuhan, hotel dan restoran-pun tidak kalah banyak. Namun, imajinasi saya tentang kota pelabuhan seperti cape town di Afrika selatan sana masih harus ditunda dulu. Labuan bajo, berbentuk perbukitan tidak jauh dari bibir pantai. … [Read more...] about Labuan Bajo yang terus bersolek
Komodo Sailing Trip Story : Gili Laba & Pink Beach
"Kok ada sih yang tega mengotori tempat-tempat indah itu?" ANGIN berhembus kencang, malam itu sungguh mencekam, perairan sumbawa didera gelombang yang cukup tinggi. Kapal yang berguncang hebat membuat saya tidak bisa terlelap. Terlihat kapten Sanusi masih serius mengemudikan kapal. Ekspresinya terlihat agak serius. "Tenang saja mas, gelombang seperti ini mah masih kecil," kata mas Agus, crew … [Read more...] about Komodo Sailing Trip Story : Gili Laba & Pink Beach
Komodo Sailing Trip Story #1
Nenek moyangku seorang pelaut. Hendak mengarung luas samudera… ITULAH sepenggal lagu ciptaan Ibu Sud tahun 1940 yang sering dinyayikan oleh saya diwaktu kecil. Jauh hari sebelum Copernicus menyatakan bahwa bumi itu bulat, bangsa barat menyatakan bahwa bumi itu seperti meja datar. Tentu nenek moyang kita (mungkin) tidak tahu mengenai hal ini, dan terus saja gagah berani mengarungi lautan. … [Read more...] about Komodo Sailing Trip Story #1
Awal perjalanan, menatap pantai-pantai lombok nan elok
Saya sudah kangen pantai. Awal perjalanan kali ini akan saya buka dengan menatap pantai-pantai yang eksotis di pulau cabai ini. Pantai memang panas, lombok memang panas, tapi entah mengapa tidak sepanas Jakarta. Panas tapi berangin sejuk. Rindu akan hembusan pesisir, saya mengunjungi pantai-pantai berikut ini. 1. Seger Welcome to Seger beach. Hanya beberapa puluh menit dari kuta, saya menemukan … [Read more...] about Awal perjalanan, menatap pantai-pantai lombok nan elok
Cerita dari hari hujan di Kelimutu
Sebetulnya bis ini tidak terlalu buruk. Sempit di dalam bis itu wajar saja. Dan saya paham bis antar kota di Flores memang tidak hanya mengangkut orang. Dagangan pasar ataupun sepeda motor sering saya lihat ikut serta. Tapi, saat saya menaiki bis jurusan Bajawa-Maumere ini, ada penumpang gelap yang seharusnya tidak ikut. Gelap, ya, gelap dalam arti harfiah. Ia duduk, lebih tepatnya, ia … [Read more...] about Cerita dari hari hujan di Kelimutu





